kjlkajsd lkjald

DETAIL THESIS

TRANSFORMASI PEMANFAATAN RUANG KOMUNAL PADA PERMUKIMAN TRADISIONAL BALI DI DESA PEKRAMAN PEDUNGAN, DENPASAR SELATAN


Oleh : NI MADE EMMI NUTRISIA DEWI | -
Bidang Ilmu : Teknik Arsitektur | Tahun Penelitian : 2013



ABSTRAK

Sebagai tempat berinteraksi dan bersosialisasi, ruang komunal di desa pekraman Pedungan menjadi magnet bagi masyarakat. Masyarakat berinteraksi dalam ruang komunal membentuk pola kegiatan yang makin berkembang. Hal ini menyebabkan terjadi perkembangan fungsi. Melalui grand tour, ditemukan fenomena yang terjadi dilapangan yaitu terdapat keragaman fungsi pada beberapa ruang komunal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsep pemanfaatan ruang komunal asli dan transformasinya serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui jenis ruang komunal berdasarkan fungsinya dan jenis ruang yang dominan mengalami transformasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma naturalistik. Lokasi penelitian ini terletak di desa pekraman Pedungan. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Sedangkan sumber datanya berupa data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Untuk analisis data dilakukan dengan metode kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian, dan penarikan simpulan. Penentuan kasus penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis ruang komunal di desa pekraman Pedungan dikelompokkan menjadi dua yaitu ruang bernilai religi (pura kahyangan tiga, kuburan dan tempat melasti) dan ruang bernilai sosial (balai banjar). Dahulu pemanfaatan ruang komunal asli (sebelum terjadi transformasi) pada desa ini adalah sebagai tempat interaksi sosial masyarakat (upacara agama dan musyawarah). Sedangkan penataan ruang dan bangunannya dalam lingkup ruang komunal tersebut, yaitu terdapat beberapa bangunan yang berorientasi pada ruang terbuka/halaman (natah) yang luas. Namun saat ini dalam hal pemanfaatan ruangnya mengalami transformasi baik dari segi fungsi maupun tatanan ruangnya (besaran ruang/dimensi, posisi perletakan dan komposisi ruang dan bangunan). Transformasi fungsi dominan terjadi pada ruang sosial yaitu balai banjar berupa pertambahan fungsi sebagai tempat kegiatan ekonomi. Sedangkan dari segi tatanan ruang, seperti besaran ruang (dimensi) dan posisi perletakan dominan terjadi juga pada balai banjar. Untuk transformasi komposisi ruang dan bangunan terjadi pada semua areal ruang komunal berupa penambahan bangunan penunjang. Faktor utama penyebab transformasi tersebut terdiri dari kepercayaan dan adat istiadat setempat, kebutuhan ruang, sumber dan tingkat perekonomian serta lokasi strategis. Dengan demikian disimpulkan bahwa, terlihat baik transformasi fungsi maupun tatanan ruang pada ruang komunal dominan terjadi pada ruang sosial yaitu balai banjar. Sedangkan pada ruang religi masih terjaga kesakralannya (memiliki nilai magis yang dipercaya oleh masyarakat di desa ini) sehingga tidak mudah untuk mengubah atau menambah fungsi maupun tatanan ruangnya. Bagi masyarakat, sebaiknya dengan adanya pertambahan fungsi baru pada beberapa ruang komunal tidak mengubah karakter/ciri-ciri asli ruang komunal ini. Bagi pemerintah sebaiknya ikut memperhatikan ruang komunal agar keberadaannya tetap bertahan.


Kata Kunci: ruang komunal, pemanfaatan ruang, transformasi, fungsi, tatanan ruang.


ABSTRACT

As a place to interact and socialize, communal spaces in the village of Pedungan become a magnet for the community. Communities interact in communal spaces forming a growing pattern of activity This led to the development of function. Through the grand tour, found a phenomenon that occurs in the reality that there is a diversity of functions in some communal spaces. The purpose of this research is to understand the concept of the original communal space utilization and its transformation as well as factors behind them. In addition, this study also aims at determining the kind of communal spaces based on their function and the dominant type of spaces that undergo transformation. This study uses qualitative methods to the naturalistic paradigm. The research location is located in the village of Pedungan. The type of data used is qualitative and quantitative data. While the source of the data in the form of primary and secondary data. The data was collected through observation, interviews, library research and documentation. The data analysis was conducted by using qualitative methods, namely data reduction, presentation, and conclusions The determination of the case of the research was done by using purposive sampling technique. These results indicate that the type of communal spaces in the village of Pedungan are grouped into two namely the religion-valued space (three kinds of temples in a traditional village, graveyards and places of Melasti (purification) and socially valuable space (balai banjar). The utilization of indigenous communal spaces (before the transformation) in this village used to be a place of social interaction of the community (religious ceremonies and meetings). While spatial planning and buildings within the communal spaces, namely, there are several buildings oriented to open space / spacious yard (natah) .But currently in terms of space the use of indigenous transformation both in terms of function and the spatial structure (amount of space /dimensions, the position of the placement and composition of spaces and buildings). Transformation of dominant function occurs in a social space that is balai banjar (community hall) in the form of additional function as the place of economic activities, so that it causes the change in the amount of space (dimension) and the placement of dominant position occurs also in the balai banjar (community hall). The transformation of spatial composition and structure occur in all areas of communal spaces in the form of the addition of auxiliary buildings. The major factor in the transformation consists of beliefs and local customs, space requirements, sources and levels of economic and strategic location. Thus, it can be concluded that, the function of transformation of spatial composition and structure of transformation in communal spaces room setup predominantly occurs in the social space is balai banjar (community hall). While the spaces is still maintained its religious sanctity (having magical values believed by the people in this village) so it is not easy to change or add functionality as well as its spatial structure. For the community, it is suggested that by the new functions added in some the communal spaces it will not change the character / genuine characteristics of these communal spaces. For the government should pay attention the communal spaces so that its existence is maintained.


Keywords: communal space, space utilization, transformation, function, spatial structure.