kjlkajsd lkjald

DETAIL THESIS

REVITALISASI RITUAL PUJAWALI MASYARAKAT BUDDHA DI DUSUN TEBANGO, DESA PEMENANG TIMUR, KECAMATAN PEMENANG, KABUPATEN LOMBOK UTARA


Oleh : DAMAYANTI | -
Bidang Ilmu : Kajian Budaya | Tahun Penelitian : 2013



ABSTRAK

Dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik, sebagian besar penganut agama Buddha adalah masyarakat pedesaan yang terisolasi dan terbelakang. Kondisi Sebagian besar komunitas ini tersebar di bagian utara Pulau Lombok, yaitu di daerah Keca¬matan Pemenang. Secara administratif, Kecamatan Pemenang termasuk dalam wilayah Kabupaten Lombok Utara. Daerah Pemenang merupakan basis komunitas umat Buddha di Lombok yang membentuk satu komunitas di antara penganut agama lainnya. Sejak tahun 1965 keberadaan masyarakat Buddha di Pemenang mengalami banyak perubahan salah satunya hilangnya ritual pujawali yang menjadi warisan secara turun-temurun karena adanya desakan dari para tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh penyebar agama Buddha yang menganggap ritual pujawali bertentangan dengan ajaran agama Buddha. Dan munculnya sikap apriori dari pemerintah yang masih beranggapan masyarakat Buddha di Desa Pemenang sebagai masyarakat animisme. Penelitian ini bertujuan, yakni untuk (1) mengetahui bentuk revitalisasi ritual pujawali Masyarakat Buddha di Dusun Tebango Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara; (2) mengungkapkan faktor-faktor yang memengaruhi revitalisasi ritual pujawali masyarakat Buddha di Dusun Tebango Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara; dan (3) menginterprestasi dampak dan makna revitalisasi ritual pujawali masyarakat Buddha di Dusun Tebango Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara dalam konteks kekinian. Penelitian ini dirancang untuk menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, focus group discusion, dan studi kepustakaan. Dalam menganalisis data digunakan tiga teori, yakni teori Dimensi Perubahan Sosial, teori Hegemoni, dan teori Religi. Ketiga teori tersebut secara eklektis digunakan untuk membedah permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa bentuk revitalisasi ritual pujawali dipengaruhi oleh peran pemimpin yang tidak memahami dan mengerti tentang peninggalan nilai-nilai luhur ajaran pujawali. Dengan demikian, kerinduan terhadap ajaran leluhur semakin memuncak. Akhirnya, lewat sebuah mimpi yang dialami oleh seorang tokoh muda yang bernama Metawadi. gerakan untuk membangkitkan atau merevitalisasi kembali segala hal yang berkaitan dengan peninggalan ajaran, pusaka, dan pustaka berupa lontar. Dari bentuk dan faktor-faktor yang memengaruhi ritual pujawali dapat dimaknai bahwa nilai-nilai ajaran leluhur merupakan sebuah warisan yang harus terus dijaga. Oleh karena hal tersebut dapat memberikan sebuah identitas tersendiri serta menambah kekayaan kebudayaan bangsa yang tidak akan pernah hilang. Di samping itu, revitalisasi ritual pujawali juga menjadi sebuah totalitas bakti dalam segala ketulusan tanpa adanya paksaan.


Kata Kunci: revitalisasi, ritual, dan pujawali


ABSTRACT

Most of the Buddha’s follower in social, economic and politic is an isolated and less developed society. This community is spread out in the north of Lombok, called Pemenang. Based on administrative, Pemenang region included into North Lombok. It is the base area communities of Buddhists in Lombok which form a community among other faiths. Since 1965 the presence of the Buddha in Pemenang undergone many changes, one of them being the loss of ritual pujawali legacy for generations because of the insistence of the community leaders and prominent propagator of Buddhism ritual pujawali considered contrary to the Buddhism. And the emergence of a priori attitude of the government which is still assumed the Buddhist community in there as animism. This research has purpose to (1) know the revitalization of pujawali ceremony by the Buddha society at Tebango district, East - Pemenang, Pemenang subdistrict - North Lombok regency; (2) Search the influenced factors to revitalize the Buddha society at Tebango district, East - Pemenang, Pemenang subdistrict - North Lombok regency; (3) Interpret the effect and the meaning of revitalization of pujawali ceremony by the Buddha society in Tebango district, East Pemenang, Pemenang - North Lombok. This research is using the qualitative method and the technique for collecting data is using observation technique, interview, focus group discussion, and literature study. For analyzing data, using three kinds of theory, these are the Change of Dimension Social theory, Hegemony theory, and Religion theory. These three theories are used for finding out the problems which are presented in this research. From this research, found that the revitalization of pujawali ceremony was influenced by a role of figure who didn’t know and understand about the worthy heritage of pujawali ism. So longing about ancestor gets to culminate, finally passes one dream which experienced by a young figure that named Metawadi, S. Ag. a movement to arouse or revitalized for all about its heritage, heirloom, and also the literature in the form of lontar was started. From the forms and the factors influences the pujawali ceremony, it has a meaning that the worthy heritage which shall continually be looked after, as it shows its own identity also adds the various culture of our nation. Besides that, the revitalization of pujawali ceremony also as one faith totality in all integrity without any enforcement


Keywords: revitalization, ceremony, and pujawali