kjlkajsd lkjald

DETAIL THESIS

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA TIBUBENENG KECAMATAN KUTA UTARA KAB BADUNG


Oleh : KETUT SUDIANTARA | -
Bidang Ilmu : Kesehatan Masyarakat | Tahun Penelitian : 2012



ABSTRAK

Dengue Haemorraghic Fever merupakan penyakit menular yang dapat menjadi wabah dalam suatu wilayah atau daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan factor sosio-demografi dengan perilaku pencegahan masyarakat terhadap penyakit demam berdarah (DHF). Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Jumlah samppel dalam penelitian kini sebanyak 163 sampel kepala keluarga yang dipilih dengan metoda multistage random sampling. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Kabupaten Badung pada Bulan Januari 2012. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan, status pekerjaan dan status tinggal merupakan factor sosio-demografi. Kebanyakan dari responden berpendiidikan SMA (66,3%), kebanyakan sebagai pekerja aktif (77,9%) dan kebanyakan sebagai penduduk asli Desa Tibubeneng (58,9%). Analisis multyvariat menunjukkan bahwa p value = 0,405 untuk tingkat pendidikan, 0,001 untuk status pekerjaan dan 0,051 untuk status tinggal. OR = 2,335 untuk tingkat pendidikan, 2,128 untuk status tinggal dan 9,016 untuk status pekerjaan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara factor sosio-demografi dengan perilaku masyarakat terhadap pencehgahan DHF.


Kata Kunci: Faktor sosiodemografi, perilaku, demam berdarah dengue


ABSTRACT

Dengue Haemorraghic Fever is a communicable disease that can mambrast in an outbreak case. It can be health indicator of the community. The aim of the study to indentified correlation between socio demographic factor with behavior of Dengue Haemorraghic Fever prevention of community. Design of the study was cross sectional study with 163 samples of family was selected by using multistage random sampling. The study is located at Tibubeneng Village north of Kuta and Badung Regency on January 2012. The result of study is showed education, job status and citizenship are as factor of socio demography of the community. Most of respondents had have senior high school level (66,3%), as active worker (77,9%) and as local people of Tibubeneng Village (58,9%). Multivariate analysis showed p value = 0,405 for education level, 0,001 for job status and 0,051 for citizen. OR : 2,335 for education level, 9,016 for job status and 2,128 for citizenship of Tibubeneng Village. Conclusion : there are significant correlation of the socio demographic factor with behavior of Dengue Haemorraghic Fever prevention of community.


Keywords: Dengue haemorraghic fever, socio demographic factors, behavior