Nyoman Suarjana : ” PEMBERIAN EKSTRAK BUAH TERONG NGOR (SOLANUM INDICUM) 25 % MENINGKATKAN APOPTOSIS DENGAN MENURUNKAN EKSPRESI BCL-2 SEL- SEL SPERMATOGENIK, MENINGKATKAN EKSPRESI CASPASE 3 DAN INDEKS APOPTOSIS SEL-SEL SPERMATOGENIK PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) “

Jumat, 12 Januari 2018. Bertempat di AULA Gedung Pascasarjana, Program Pascasarjana Fakultas Kedokteran mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus dr. Nyoman Suarjana, M.Repro dari Program Doktor Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul PEMBERIAN EKSTRAK BUAH TERONG NGOR (SOLANUM INDICUM) 25 % MENINGKATKAN APOPTOSIS DENGAN MENURUNKAN EKSPRESI BCL-2 SEL- SEL SPERMATOGENIK, MENINGKATKAN EKSPRESI CASPASE 3 DAN INDEKS APOPTOSIS SEL-SEL SPERMATOGENIK PADA MENCIT (MUS MUSCULUS). Acara sidang ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Kedokteran

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Ekstrak buah Terong Ngor mengandung solasodin. Solasodin bersifat anti spermatogenik. Sel-sel sprematogenik yang menurun secara tajam dan terjadinya kerusakan tubulus seminiferus mencit pada pemberian ekstrak buah Terong Ngor 25% , kemungkinan tidak hanya disebabkan oleh adanya penghambatan poros hipopisis hipotalamus saja tetapi juga pada konsentrasi ekstrak buah terong ngor 25%  proses apoptosis terjadi pada sel-sel spermatogenik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa ekstrak buah terung ngor 25% meningkatkan apoptosis pada sel-sel spematogenik mencit.

Penelitian ini menggunakan rancangan randomized post test only control group design. Subjek yang digunakan adalah 36 ekor mencit jantan dewasa strain balb-c berumur 2-3 bulan dengan berat badan 20-25 gram dan sehat. Penelitian ini menggunakan 2 kelompok dengan masing-masing berjumlah 18 ekor mencit, yaitu kelompok kontrol diberi aquadest 0,3 cc/hari (PO) dan kelompok perlakuan yang diberi ekstrak buah Terong Ngor (PI). Penelitian dimulai dengan melakukan adaptasi mencit dalam kondisi laboratorium selama 7 hari, setelah itu perlakuan berdasarkan kelompok dilakukan selama 36 hari. Setelah hari ke 36, mencit di euthanasia dengan di bius dan diambil jaringan testis untuk pemeriksaan ekspresi bcl-2 sel-sel spermatogenik, ekspresi caspase 3 sel-sel-sel spermatogenik dan indeks apoptosis sel-sel spermatogenik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa median ekspresi Bcl-2 pada kelompok perlakuan (P1) adalah 1,00 dan median ekspresi bcl-2 kelompok kontrol (P0) adalah 71,50. Median ekspresi caspase 3 kelompok perlakuan (P1) adalah 95,00 dan median ekspresi caspase 3 pada kelompok kontrol (P0) adalah 2,00. Median indeks apoptosis pada kelompok perlakuan (PI) adalah 0,388 dan median indeks apoptosis pada kelompok kontrol (PO) adalah 0,004. Analisis kemaknaan dengan uji Mann Whitney menunjukkan bahwa terdapat komparasi yang bermakna pada ketiga variabel (p<0,05).

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak buah Terong Ngor (Solanum indicum) meningkatkan apoptosis sel-sel spermatogenik dengan menurunkan ekspresi Bcl-2 sel-sel spermatogenik mencit ,meningkatkan ekspresi caspase 3 dan indeks apoptosis sel-sel spermatogenik mencit.