Trisna Agung Phabiola : ” IDENTIFIKASI VIRUS DAN FAKTOR EPIDEMI PENYEBAB PENYAKIT MOZAIK VIEN BANDING PADA TANAMAN KACANG PANJANG (VIGNA SINENSIS, L.) DI BALI “

Rabu, 12 Oktober 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Trisna Agung Phabiola, SP.,M.Si dari Program Doktor Ilmu Pertanian dengan disertasinya yang berjudul ” IDENTIFIKASI VIRUS DAN FAKTOR EPIDEMI PENYEBAB PENYAKIT MOZAIK VIEN BANDING PADA TANAMAN KACANG PANJANG (VIGNA SINENSIS, L.) DI BALI “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

img_4381Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Kacang Panjang (Vigna sinensis, L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak ditanam di lndonesia. Pada musim tanam 2014 terdapat gejala penyakit rnosaik vein banding pada tanaman kacang panjang yang dinfeksi virus sehingga menyebabkan produksi kacang panjang menjadi menurun.Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui jenis gejala dan kejadian penyakit mosaik vein banding pada tanaman kacang panjang di Bali. (2) Mengidentifikasi virus penyebab penyakit mosaik vein banding pada tanaman kacang panjang di Bali.(3) Mempelajari faktor epidemi yang terlibat dalam perkembangan penyakit mosaik vein banding pada tanaman kacang panjang di Bali.

Pada penelitian ini dilakukan survei tanaman bergejala mosaic vein banding dan kejadian penyakit di 8 kabupaten di Bali. Mendeteksi virus dilakukan dengan melihat bentuk partikel virus nya dibawah rniksroskop electron, uji serologi dengan Elisa, uji molukuler dengan teknik RT-PCR untuk mendeteksi virus tanaman dan dilanjutkan dengan perunutan sikuen nukleotida untuk analisis kedekatannya dengan beberapa isolat dari Gene Bank. Dalam penelitian ini ditelusuri faktor-faktor epedemi yang terlibat dalam perkembangan virus rnosaik vein banding ini, apakah virus dapat ditularkan secara rnekanis, melalui benih, dan ataukah melalui serangga vektor. Beberapa jenis gulma yang ditemukan di sekitar pertanaman kacang panjang mempunyai kemungkinan sebagai sumber inokulurn di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Potyvirus yang menginfeksi tanaman kacang di Bali dengan gejala mosaik vein banding adalah Bean common mosaic virus (BCMV) yang memiliki ukuran pita RNA sekitar 650 bp, dan berdasarkan analisis pilogenetika sikuen nukleotida gen coat protein, isolat Bali memiliki similaritas yang tinggi (97,3) dengan isolat lndonesia (isolat Jawa Barat). Faktor Epidemi penyakit rnosaik vein banding yang berpengaruh adalah varietas tanaman kacang panjang yang rentan seperti varietas KPK, AURA, Pusaka Hijau, Panah Merah dan benih dari petani, pemakaian benih yang sudah terkontaminasi oleh virus (seed borne) dan serangga vektor yang positif dapat menularkan virus BCMV seperti Aphis craccivora, Aphi, gosypii dan Myzus persicae. Beberapa jenis tanaman budidaya dan gulrna yang diinokulasi secara mekanis dengan virus BCMV menunjukkan hasil yang positip pada tanaman buncis, tomat mentimun, bayam dan bunga pacar, sedangkan gulrna positip terinfeksi virus BCMV adalah Ageratum conyzaides, Ipomia triloba dan Drimitia cordata. (pps.unud/IT)