Monthly Archives: June 2016

Informasi Pendaftaran Wisuda Unud Periode Ke-118

Untitled

Informasi dapat dilihat di Link disini

I Gusti Ngurah Seramasara : ” REKONSTRUKSI WAYANG ORANG DARMA KERTI DUSUN BATU PANDANG : SEBUAH PERGULATAN IDENTITAS DI MATARAM LOMBOK “

IMG_0190 Promovendus foto bersama Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji serta Rektor ISI setelah sidang selesai

Rabu, 22 Juni 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Drs. I Gusti Ngurah Seramasara, M.Hum dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul REKONSTRUKSI WAYANG ORANG DARMA KERTI DUSUN BATU PANDANG : SEBUAH PERGULATAN IDENTITAS DI MATARAM LOMBOK “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A.

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Wayang Orang merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang tokoh-tokohnya diperankan oleh manusia. Wayang orang sebagai seni pertunjukan khas Sasak menggunakan Serat Menak sebagai sumber cerita, yang saat ini mengalami keterpinggiran, bahkan hampir punah. Untuk itu seniman dan budayawan Sasak yang difasilitasi oleh UPTD Taman Budaya Mataram, Lombok, berupaya menyelamatkan wayang orang itu dengan melakukan rekonstruksi. Salah satu wayang orang yang direkonstruksi adalah Wayang Orang Darma Kerti Dusun Batu Pandang. Rekonstruksi wayang orang itu yang dilakukan ditengah-tengah pergulatan identitas Sasak di Mataram, Lombok, merupakan permasalahan dan tantangan bagi semua pihak mengingat bahwa Mataram Lombok merupakan masyarakat multietnis dan multireligius.

Tujuan penelitian mr adalah untuk memahami permasalahan rekonstruksi Wayang Orang Darma Kerti, dalam pergulatan identitas di Mataram Lombok. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) latar belakang dilakukannya rekonstruksi terhadap Wayang Orang Darma Kerti Dusun Batu Pandang, (2) bagimana proses rekonstruksi itu dilakukan, dan(3) implikasi rekonstruksi wayang orang itu. Lokasi Penelitian ini adalah di Mataram, Lombok, dan pengumpulan data digunakan metode kualitatif dengan kaidah- kaidah ilmiah berdasarkan paradigma kajian budaya. Untuk menganalisis temuan data sesuai dengan permasalahan di atas, digunakan teori dekonstruksi, multikultural, dan hegemoni. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan .Pertama, ada keinginan untuk melestarikan wayang orang sebagai identitas lokal sehingga ada ideologi religius yang bersumber pada nilai agama Islam dan nilai wetu telu melatar belakangi rekonstruksi

itu. Kedua, rekonstruksi itu dilakukan melalui tahapan observasi, inventarisasi, dan klasifikasi sehingga diputuskan untuk merekonstruksi Wayang Orang Darma Kerti Dusun Batu Pandang, Lombok Timur dengan menggunakan penari para dalang yang ada di Mataram dan Lombok Barat. Implementasi tahapan ini adalah mengumpulkan dalang, menyusun lakon, mengadakan latihan, dan terakhir’ melakukan pementasan. Ketiga, rekonstruksi itu berimplikasi pada religi, estetika dan terwujudnya identitas Sasak. Dalam rekonstruksi itu terjadi pula adaptasi antara agama dan budaya sebagai implementasi adatluwirgama, yang dilestarikan, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat. (pps.unud/IT)

Gusti Ketut Alit Suputra : ” PENGGUNAAN BAHASA GUYUB TUTUR MASYARAKAT BALI DI PARIGI SULAWESI TENGAH “

IMG_0098 Promovendus foto bersama Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Jumat, 17 Juni 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Drs. Gusti Ketut Alit Suputra, M.Hum dari Program Doktor Linguistik dengan disertasinya yang berjudul PENGGUNAAN BAHASA GUYUB TUTUR MASYARAKAT BALI DI PARIGI SULAWESI TENGAH. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa terdapat empat masalah utama yang menjadi kajian penelitian, yaitu: (1) pilihan bahasa guyub tutur masyarakat Bali di Parigi dilihat dari segi ranah penggunaannya, (2) macam, fungsi, dan makna alih kode penggunaan bahasa guyub tutur masyarakat Bali di Parigi, (3) faktor-faktor penyebab guyub tutur masyarakat Bali di Parigi beralih kode ketika interaksi verbal berlangsung, dan (4) wujud campur kode dan interferensi penggunaan bahasa guyub tutur masyarakat Bali di Parigi serta faktor-faktor yang menyebabkannya. Kajian tersebut dibahas berdasarkan suatu pemikiran bahwa guyub tutur masyarakat Bali di Parigi tergolong masyarakat bilingual. Selain itu, daerah transmigrasi merupakan tempat berkumpulnya adat istiadat, budaya, dan bahasa dari berbagai etnis. Hal itu mengakibatkan terjadinya berbagai fenomena kebahasaan, seperti pilihan bahasa, alih kode, campur kode, dan interferensi.

Penelitian ini dilakukan di wilayah transmigran Bali di Kecamatan Parigi dan Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Dari dua kecamatan tersebut diambil tiga desa sebagai sumber data primer, yaitu Desa Mertasari, Desa Sumbersari, dan Desa Nambaru. Sebagai payungnya penelitian ini menggunakan teori sosiolinguistik. Teori tersebut ditunjang dengan teori- teori yang lebih spesifik, seperti teori pilihan bahasa, teori komponen tutur, dan teori akomodasi. Dalam pengumpulan data digunakan metode simak dan cakap. Setelah terkumpul, data dianalisis dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk menganalisis masalah (1) dan metode kualitatif digunakan untuk menganalisis masalah (2), (3), dan (4). Hasil analisis menunjukkan bahwa dilihat dari segi ranah penggunaannya, pilihan bahasa antaretnis didominasi oleh penggunaan bahasa Indonesia, sedangkan pilihan bahasa intraetnis didominasi oleh penggunaan bahasa Bali. Pilihan bahasa lainnya, yaitu adanya perbedaan yang sangat signifikan antara penggunaan bahasa kelompok dewasa dan penggunaan bahasa kelompok remaja. Pada penggunaan bahasa antaretnis kelompok dewasa frekuensi penggunaan bahasa Indonesianya lebih rendah dibandingkan dengan kelompok remaja, sedangkan penggunaan bahasa intraetnis kelompok remaja frekuensi penggunaan bahasa Balinya lebih rendah dibandingkan dengan kelompok dewasa. Selain itu, hasil analisis juga menemukan fenomena kebahasaan, seperti alih kode, campur kode, dan interferensi penggunaan bahasa guyub tutur masyarakat Bali di Parigi, Sulawesi Tengah. (pps.unud/IT)

Tawaran Program Beasiswa PMDSU Batch III

Bersama ini disampaikan bahwa Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti kembali membuka kesempatan kepada perguruan tinggi untuk mengeksplorasi dan merealisasikan peluang mendidik sarjana unggul melalui Program Beasiswa Pendidik Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Adapun surat penawaran dan panduan dapat di download pada link dibawah ini,

  1. Surat Tawaran Program PMDSU Batch III Tahun 2016
  2. Pedoman PMDSU Batch III Tahun 2016

I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi : ” PENGARUH VIRGIN COCONUT OIL DALAM FORMULA WHO DIBANDINGKAN DENGAN MINYAK JAGUNG TERHADAP GLUTATHIONE, MALONDIALDEHYDE, TNF-α DAN PERLEMAKAN HATI SERTA BERAT BADAN TIKUS WISTAR MALNUTRISI BERAT “

Senin, 6 Juni 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda dr. I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi, M.Kes., Sp.A dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul PENGARUH VIRGIN COCONUT OIL DALAM FORMULA WHO DIBANDINGKAN DENGAN MINYAK JAGUNG TERHADAP GLUTATHIONE, MALONDIALDEHYDE, TNF-α DAN PERLEMAKAN HATI SERTA BERAT BADAN TIKUS WISTAR MALNUTRISI BERAT “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Malnutrisi berat (MB) masih merupakan penyebab kematian utama anak-anak di bawah usia lima tahun. Kadar antioksidan kurang, radikal bebas, perlemakan hati, dan sitokin proinflamasi meningkat pada MB, terjadi kondisi hiperkatabolik berkepanjangan. Berat badan (BB) sulit meningkat. Virgin coconut oil mengandung medium chain triglyseride (MCT) dan antioksidan tinggi diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Penelitian pemberian VCO dalam penanganan MB bel um ada.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh VCO dalam penanganan MB, terhadap kandungan glutathione (GSH), malondialdehyde (MDA), tumor necrotizing factor-α (TNF-α), perlemakan hati, dan peningkatan BB. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental, randomized posttest only control group design, membandingkan efek terapi VCO dengan minyak jagung dalam F75 dan F100 untuk penanganan tikus MB. Tikus MB dibagi 2 kelompok secara random, kelompok yang mendapat F75 dan F100 dengan kandungan VCO (Kelompok A) dan kandungan minyak  jagung (Kelompok B). Pengamatan dilakukan setelah pemberian selama 28 hari. Masing-masing kelompok terdiri dari 19 ekor  tikus. Seekor tikus (Kelompok B) mati sebelum akhir penelitian. Analisis dilakukan pada ke-37 tikus yang tersisa. Kadar GSH tidak berbeda bermakna, 1,35 pg/g (SB (0,74) untuk Kelompok A dan 1,27 pg/g (SB 0,48) untuk Kelompok B (p = 0,703). Ekspresi MDA rendah  (<2,9%) lebih banyak pada Kelompok A dibanding Kelompok B (p=0,046). Kadar TNF-a pada Kelompok A (1087,2 pg/g (320,00- 2525,46)) lebih tinggi dari Kelompok B (711,32 pg/g (403,19- 2400,91)) tetapi tidak bermakna secara statistik (p = 0.08). Perlemakan hati pada Kelompok A (13,74 sel dalam lima lapang pandang (SB 1,32)) lebih sedikit daripada Kelompok B (20.74 sel dalam lima lapang pandang (SD 2.01)), bermakna secara statistik (p=0,000). Rerata peningkatan BB kedua kelompok tidak berbeda bermakna, 73,45 g (SB 20,08) untuk Kelompok Adan 68,97 g (SD 11,49) untuk Kelompok B (p = 0.414) Ekspresi MDA rendah lebih banyak dan perlemakan hati lebih sedikit pada kelompok tikus yang mendapatkan VCO dibanding minyak jagung. Perbedaan kadar GSH dan TNF-a. hati serta peningkatan berat badan pada kelompok VCO dan minyak jagung  tidak bermakna secara statistik. Perlemakan hati yang lebih rendah  pada kelompok VCO kemungkinan karena kandungan MCT dari VCO. (pps.unud/IT)

I Nyoman Wande : ” TINGGINYA EKSPRESI mRNA TLR2, KADAR CORONIN- 1A DAN BACTERIAL LOAD PADA JARINGAN PARU MENCIT DIABETES MELITUS YANG DIINFEKSI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS “

Kamis, 2 Juni 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus dr. I Nyoman Wande, SpPK dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul TINGGINYA EKSPRESI mRNA TLR2, KADAR CORONIN-1A DAN BACTERIAL LOAD PADA JARINGAN PARU MENCIT DIABETES MELITUS YANG DIINFEKSI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

IMG_9848 Prof.Dr.dr. Ketut Suastika,Sp.PD.KEMD menyerahkan penghargaan kepada Promovendus dr. I Nyoman Wande, SpPK sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Diabetes melitus (DM) merupakan faktor risiko penting dalam perkembangan tuberkulosis. Frekuensi pasien diabetes dengan tuberkulosis dilaporkan berkisar antara 10-15, dan prevalensi infeksi tuberkulosis ini 2-5 kali lebih tinggi pada pasien diabetes daripada kontrol atau individu yang tidak menderita diabetes melitus. Mekanisme terjadinya peningkatan kerentanan terhadap tuberkulosis pada penderita DM belum sepenuhnya dimengerti. Tuberkulosis meningkat seiring dengan meningkatnya DM dan secara signifikan menyebabkan peningkatan kematian.

Penelitian eksperimen dengan rancangan randomized post test only control group design menggunakan 48 ekor mencit Balb/c yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I (K I) mencit normal, Kelompok 2 (K2) mencit yang diinfeksikan kuman M.tuberculosis, Kelompok 3 (P I) mencit yang hanya menderita diabetes melitus, Kelompok 4 (P2) mencit menderita diabetes melitus yang diinfeksikan kuman M.tuberculosis. Pada minggu ke tiga dan ke lima setelah diinfeksi dilakukan pemeriksaan ekspresi mRNA TLR2, kadar Coronin-1 A, dan bacterial load jaringan paru mencit. Dilakukan analisis statistik dengan One-Way Anova dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc dengan LSD. Uji Spearman dilakukan untuk menilai korelasi antar variabel penelitian. Ekspresi mR A TLR2 jaringan paru mencit minggu ke tiga pada Kelompok K1 (146.17 ± 39,37 fg/µl), K2 (168,08±22,50 fg/µl), P1 (1I93,45±70,48 fg/µl), dan P2 (I79,53±36,29 fg/µl), Ekspresi mRNA TLR2 jaringan paru mencit minggu ke lima pada Kelompok K1 (150,90±40,73 fg /µl). K2 (172, 15±33,89 fg/µl), P1 (199,49±27,78 fg/µl), dan P2 (391,70±146,74 fg/µl). Kadar Coronin-1A jaringan paru mencit minggu ke tiga pada Kelompok K1 (8,80± 1,41 ng/ml), K2 (9,22±1,70 ng ml), P1(9,25±0,89 ng/ml), dan P2 (10,02±1,25 ng/ml). Kadar Coronin-I Ajaringan paru mencit minggu ke lima pada Kelompok KI (8.85 ± 1,41 ng/ml), K2 (9,74±0,38 ng/ml), PI(9,30±0,97 ng.ml). dan P2 (10,77±1,07 ng/ml). Bacterial load jaringan paru mencit minggu ke tiga pada Kelompok K2 (61,49 ±22,39 fg/µl) dan P2 (124,87±35,05 fg/µl), Kadar Bacterial load jaringan paru mencit minggu ke lima pada Kelompok K2 (86,54±32,08 fg/µl) dan P2 (351 ,93± 139,60 fg/µl). Terdapat perbedaan yang bermakna ekspresi mRNA TLR2 antar kelompok penelitian (p<0,001). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna kadar Coronin-1A antar kelompbk penelitian (p=0,112). Ada perbedaan yang bermakna bacterial load jaringan paru antar kelompok penelitian (p<0,001). Ada korelasi positif antara ekspresi mRNA TLR2 dengan bacterial load jaringan paru (r=0,448, p= 0,028), kadar Coronin-1A dengan bacterial load jaringan paru (r=0,388, p= 0,061). Terjadi peningkatan ekspresi mRNA TLR2, kadar Coronin-1A serta bacterial load jaringan paru mencit diabetes melitus yang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. Ada korelasi positif yang bermakna antara ekspresi mRNA TLR2 dengan bacterial load Mycobacterium tuberculosis jaringan paru mencit. (pps.unud/IT)