Monthly Archives: December 2015

Ida Bagus Kade Subhiksu : ” MUSEUM SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI KAWASAN UBUD “

Senin, 28 Desember 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Drs. Ida Bagus Kade Subhiksu, MM dari Program Doktor Pariwisata dengan disertasinya yang berjudul MUSEUM SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI KAWASAN UBUD “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_6605

Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A. menyerahkan penghargaan kepada Promovendus Drs. Ida Bagus Kade Subhiksu, MM sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Belakangan ini terjadi perubahan atribut beberapa museum di Ubud untuk dapat lebih menarik minat wisatawan mengunjungi museum sebagai daya tarik wisata budaya. Beberapa museum berusaha menambah koleksinya, dan menambahkan atribut selain koleksi utamanya sehingga berpotensi berubahnya idealisme, fungsi, dan peran museum. Tantangan lain yang dihadapi oleh para pengelola museum adalah semakin berkembangnya daya tarik wisata lainnya, seperti adanya penambahan atribut destinasi wisata Ubud, semula dikenal sebagai destinasi wisata dengan daya tarik kesenian seperti tari, museum, dan kini bertambah menjadi destinasi yoga, adventure, dan sebagainya.

Melihat situasi tersebut, maka dirumuskan beberapa pokok permasalahan sebagai berikut ini: (1) Bagaimanakah museum sebagai daya tarik wisata menurut pengelola di kawasan Ubud? (2) Bagaimanakah museum sebagai daya tarik wisata menurut wisatawan di kawasan Ubud? (3) Bagaimanakah hubungan museum-museum dengan komponen kepariwisataan ditinjau dari perannya sebagai daya tarik wisata budaya di kawasan Ubud? Penelitian tentang museum ini dilakukan di Kawasan Ubud karena Ubud telah menjadikan museum sebagai daya tarik wisata budaya di kawasan tersebut, yakni museum Blanco, Puri Lukisan, Agung Rai Museum of Art (ARMA), Rudana, dan Museum Seni Neka.

Teori yang melandasi penelitian ini adalah teori manajemen museum, pemasaran, dan daya tarik wisata budaya. Penelitian ini melibatkan partisipasi 82 wisatawan mancanegara, 79 wisatawan nusantara sebagai responden, lima orang pemilik museum, dan dua orang profesinal sebagai informan. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Menurut pengelola, museum berfungsi sebagai daya tarik wisata dan menjadi sumber informasi sejarah, sumber informasi masa lalu, media pelestarian seni budaya, dan aktualisasi karya luhur telah tertuang dalam cita-cita para pendirinya untuk dapat mengambil peran sebagai pelestari seni budaya terutama hasil karya seni lukis dan patung. (2) Museum sebagai daya tarik wisata budaya menurut wisatawan di kawasan Ubud telah dikelola dengan baik dan telah sesuai dengan harapan wisatawan. Persepsi wisatawan terhadap sebagai daya tarik wisata budaya pada penelitian ini ditinjau dari unsur aristektur museum, kolekasi, layout, kualitas pelayanan, kebersihan, keindahan, dan keramahan, menunjukkan bahwa delapan unsur tersebut telah sesuai dengan harapan  wisatawan, baik itu wisatawan mancanegara maupun nusantara. (3) Museum-museum di kawasan Ubud mampu mempertahankan dan meningkatkan citra Ubud sebagai kawasan pariwisata budaya, dan memiliki hubungan yang harmonis dengan komponen pariwisata lainnya. (pps.unud/IT)

dr. Sutjahjo Suherman : ” PEMBERIAN ALKOHOL SESEKALI DOSIS TINGGI (BINGE-PATTERN) PADA TIKUS HAMIL MENURUNKAN IGF-I DAN ALDH, MENINGKATKAN APOPTOSIS, SERTA MENGAKIBATKAN FETALALCOHOL SYNDROME PADA BAYINYA “

Rabu, 23 Desember 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus dr. Sutjahjo Suherman, Sp.A dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul PEMBERIAN ALKOHOL SESEKALI DOSIS TINGGI (BINGE-PATTERN) PADA TIKUS HAMIL MENURUNKAN IGF-I DAN ALDH, MENINGKATKAN APOPTOSIS, SERTA MENGAKIBATKAN FETALALCOHOL SYNDROME PADA BAYINYA “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_6548

Prof. dr. Soetjiningsih, Sp.A(K). menyerahkan penghargaan kepada Promovendus dr. Sutjahjo Suherman, Sp.A sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Adiksi minuman beralkohol oleh ibu-ibu pada awal kehamilan akan mengakibatkan Fetal Alcohol Syndrome (FAS )pada bayinya. Studi ini bertujuan untuk membuktikan terjadinya Fetal Alcohol Syndrome yang diakibatkan oleh pemberian minim alcohol sesekali dosis tinggi (binge-pattern) pada tikus Wistar sejak awal kehamilannya.

Metode yang dipakai adalah penelitian eksperimental yang menggunakan rancangan posttest only control group. Tikus-tikus Wistar dibuat dalam keadaan prakondisi hamil, kemudian dibagi dalam 2 kelompok, kelompok pertama, sebagai kontrol, diberi makan dan minum akuades, sedangkan kelompok kedua diberi makan dan minum etanol 40. Bayi-bayitikus yang lahir, kemudian diobservasi dan didata serta dibagi ke dalam 3 kelompok,yaitu bayi-bayi tikus normal yang dilahirkan oleh induk tikus yang diberi minum akuades, bayi tikus normal dari induk yang diberikan minum etanol 40 dan bayi tikus dengan fenotipFAS dari induk yang diberi minum etanol 40.

IGF-l, ALDH, indeks Apoptosis, histopatologi dari hati dan otak bayi-bayi tikus ini kemudian diobservasi dan dianalisa. Perbedaan semua parameter ini kemudian dibandingkan dengan menggunakan analisa ANOVA one way dan dianggap bermakna pada p < 0,05. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa memang terbukti bayi-bayi tikus dengan defek FAS dilahirkan oleh induk tikus Wistar yang diberikan minum etanol sesekali dosis tinggi (binge-pattern) selama kehamilannya. Selain itu juga didapatkan perbedaan yang bermakna dari IGF-l, ALDH, dan indeks Apoptosis diantara 3 kelompok bayi-bayi tikus ini (p< 0,05), yakni bayi-bayi tikus normal dari induk yang diberi minum akuades, bayi tikus normal dari induk yang diberi minum etanol, dan bayi-bayi tikus FAS dari induk yang diberi minum etanol.

Kadar IGF-} untuk ketiga kelompok bayi tikus itu masing- masing adalah: 56,59 ± 0,52 ng/ml, 55,17 ± 2,41 ng/rnl, dan 36,64 ± 4,86 ng/ml. Kadar ALDH untuk ketiga kelompok bayi tikus itu masing-masing adalah: 21,41 ± 2,38 ng/ml, 21,16 ±  4.77 ng/ml, dan 17.05 ±2,68 ng/ml. Indeks Apoptosis otak ketiga kelompok bayi tikus itu adalah: 4,56 ±0,78, 4.58 ± 1,17 can 7,86 ± 131. Indeks Apoptosis hati ketiga kelompok bayi tikus itu adalah sebagai berikut: 2.81 ± 1,18,5,36± 1,37 dan 7,50± 1,43.

Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian minum alcohol sesekali dosis tinggi (binge-patterny pada tikus Wistar hamil, menurunkan IGF-} dan ALDH, meningkatkan Apoptosis serta mengakibatkan Fetal Alcohol Syndrome pada bayinya. (pps.unud/IT)

Partha Muliawan : ” DETERMINAN PERILAKU SEX PASANGAN KONKUREN DARI PELANGGAN PEKERJA SEKS PEREMPUAN, DENPASAR, BALI, 2014 “

Senin, 21 Desember 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus dr. Partha Muliawan, MSc dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul DETERMINAN PERILAKU SEX PASANGAN KONKUREN DARI PELANGGAN PEKERJA SEKS PEREMPUAN, DENPASAR, BALI, 2014 “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_6491

Promovendus foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Kejadian infeksi HIV di Bali telah mengarah kepada tipe generalized HIV epidemic dengan ditemukannya hasil survei, prevalensi mendekati 1  pada penduduk umum di Bali, seperti ibu hamil (2,5) dan donor darah (1 ). Selain indikator biologis tersebut, maka penentuan tipe epidemi ditunjang oleh faktor perilaku, yaitu adanya perilaku seks pasangan konkuren di masyarakat. Cara penularan HIV telah mengalami perubahan, sebelumnya lewat pemakaian jarum suntik, khususnya pada kelompok pemakai narkoba suntik, menjadi penularan lewat hubungan seks yang tidak aman. Berdasarkan fakta tersebut maka perlu diketahui perilaku seks dan potensi menularkan HIV di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan perilaku seks pasangan konkuren yang berpotensi menularkan HIV dari pelanggan pekerja seks perempuan.

Penelitian ini merupakan penelitian sampel survei dengan rancangan cross-sectional. Pelaksanaan penelitian di Kota Denpasar pada bulan September-Desember 2014. Populasi target adalah pelanggan PSP dengan jumlah sampel 200 orang. Karena tidak ada daftar pelanggan maka penetapan sampel melalui PSP yang bekerja secara langsung di Kota Denpasar dengan jumlah 932 orang.

Pemilihan sampel dilakukan dua tahap. Tahap pertama memilih PSP secara sistematik random sampling. Tahap kedua memilih pelanggan PSP secara consecutive, yaitu tamu pertama yang ditemukan keluar dari kamar setelah melakukan transaksi seks. Informasi dikumpulkan memakai kuesioner yang dikembangkan oleh UNAIDS (1998). Data yang diperoleh dikelola memakai program Stata 12. Potensi menularkan HIV dihitung mempergunakan metoda confirmatory Jactor analysis (CFA). Analisis yang dilakukan berupa analisis univariat untuk menilai frekuensi distribusi variabel yang diteliti, analisis bivariat dan multivariat untuk menilai perbedaan variabel penelitian dan menguji faktor determinan yang berkaitan dengan CSP dan potensi menularkan HIV. Tingkat perbedaannya diuji dengan tes X2

Hasil analisis menunjukkan bahwa 11,5 responden berperilaku CSP dan epidemi masih dalam kategori concentraled HIV epidemic. Faktor determinan perilaku CSP yang mempunyai prevalensi ratio dengan nilai p yang bermakna adalah usia ≥31 tahun, tinggal di pedesaan, mempunyai dua orang anak atau lebih, memiliki dua orang pasangan seks non- komersial lain atau lebih dan pernah menderita gejala IMS. Sedangkan potensi menularkan HIV dipengaruhi oleh usia≥31 tahun, tinggal di perkotaan, status menikah, dengan penghasilan ≥Rp. 2.000.000,-.

Dengan temuan tersebut maka disarankan untuk intervensi penanggulangan HIV/AIDS masih terfokus pada populasi kunci yang lebih komprehensif disertai pelayanan kesehatan paripurna yang ramah terhadap penduduk sasaran dan dilakukan sero survei pada penduduk dewasa untuk mengetahui prevalensi HIV pada masyarakat.(pps.unud/IT)

Ni Nyoman Tri Sukarsih : ” METAFORA. KONSEPTUAL PADA PERUMPAMAAN INJIL, LUKAS: KAJIAN PENERJEMAHAN BAHASA INGGRIS-BAHASA INDONESIA “

Jumat, 18 Desember 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Dra. Ni Nyoman Tri Sukarsih, M.Hum dari Program Doktor Linguistik dengan disertasinya yang berjudul METAFORA. KONSEPTUAL PADA PERUMPAMAAN INJIL, LUKAS: KAJIAN PENERJEMAHAN  BAHASA INGGRIS-BAHASA INDONESIA. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_6420

Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A. menyerahkan penghargaan kepada Promovenda Dra. Ni Nyoman Tri Sukarsih, M.Hum sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Fenomena yang dikaji dalarn penelitian ini adalah tentang metafora konseptual dalam perumpamaan Injil Lukas berbahasa Inggris diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Terkait dengan hal ini, metafora yang dimaksudkan di sini adalah metafora yang lingkupnya tidak sebatas hanya menyangkut bahasa, tetapi juga menyangkut nalar dan tindakan (Malmkjaer, 2010: 62-64). Di samping sebagai sebuah proses, penerjemahan dalam kajian  terjemahan dapat dilihat sebagai sebuah produk (Hatim dan Mason, 1990:3-4). Sebagai sebuah produk, penerjemahan dapat dilihat sebagai sebuah hasil atau sebuah karya terjemahan dari kegiatan  menerjemahkan teks dari bahasa sumber (BS) ke bahasa target (BT). Lebih jauh lagi penelitian ini mengkaji produk terjemahan perumpamaan dalam Injil Lukas dari bahasa Inggris ke dalam  bahasa Indonesia dan aspek yang dikaji adalah karya terjemahan  (aspek objektif) dan efek yang ditimbulkannya pada pembaca sasaran (aspek afektif). Oleh karena itu, penerjemah sangat memegang peranan penting dalam penerjemahan. Perwujudan metafora dapat ditelusuri melalui bahasa atau ungkapan metaforis (metaphorical expressions) yang digunakan untuk berkomunikasi yang didasarkan pada sistem konseptual yang sama, setidaknya dalam satu sistem bahasa yang sama. Beberapa pakar kebudayaan berpendapat bahwa metafora melalui pemetaan konseptual bersifat universal (Newmark, 1988; Schaffner, 2004; Kovecses, 2005), dan dapat ditemukan dalam semua bahasa dan  budaya. Namun, setiap budaya memiliki pemetaan konseptual yang  spesifik (Lakoff, 1992:40, 1993:245). Misalnya, konsep Kerajaan  Surga (Lukas 13: 18) dalam bahasa Inggris di ungkapkan melalui pemetaan konseptual (selanjutnya disingkat PK): KINGDOM OF GOD IS A MUSTARD SEED, seperti pada kalimat Kingdom of God is like a mustard seed. Konsep yang sama dalam bahasa lndonesia juga dinyatakan dalam bentuk ungkapan metaforis dengan  ranah  sumber (selanjutnya disingkat RSu) yang sama, yaitu “Kerajaan  Allah” seperti pada kalimat Kerajaan Allah se umpama biji sesawi. Perbedaan PK dalam (BS) dengan PK dalam (BT) terletak pada  bentuk ungkapan metaforis yang digunakan untuk mengungkapkan konsep yang sama (Kovecses, 2002). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metafora konseptual dan mengategorikan jenis-jenis metafora konseptual yang terdapat dalam perumpamaan Injil Lukas. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendiskripsikan dan  menganalisis prosedur, teknik, dan metode penerjemahan dan ideologi penerjemahan yang diterapkan oleh penerjemah dalam  menerjemahkan metafora konseptual dalam perumpamaan Injil  Lukas dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. (pps.unud/IT)

I Wayan Mertha : ” PARTISIPASI MASYARAKAT DAN PERAN PEMERINTAH DALAM MEWUJUDKAN DESTlNASI PARIWISATA BERKUALITAS “

Kamis, 17 Desember 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus I Wayan Mertha, SE.,M.Si dari Program Doktor Ilmu Ekonomi dengan disertasinya yang berjudul PARTISIPASI MASYARAKAT DAN PERAN PEMERINTAH DALAM MEWUJUDKAN DESTlNASI PARIWISATA BERKUALITAS. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_6381

Promovendus foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Pembangunan pada prinsipnya merupakan suatu bentuk transformasi berbagai dimensi kehidupan masyarakat, dimana partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam proses tersebut. Pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan terkait dengan upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat lokal dimana kegiatan tersebut berlangsung. Demikian pula halnya dengan peran pemerintah sebagai agent of development yang tidak dapat diabaikan, khususnya dalarn upaya mendorong dan meningkatkan partisipasi masyarakat lokal dalam pembangunan destinasi pariwisata, sehingga dapat terwujud masyarakat yang sejahtera dan destinasi pariwisata berkualitas.

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh partisipasi masyarakat lokal, peran pemerintah maupun interaksi keduanya terhadap kualitas destinasi, khususnya di Batur Global Geopak Kintamani. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas destinasi terhadap tingkat kepuasan masyarakat. Penelitian ini dirancang menggunakan metode campuran (mixed method), dimana metode kuantitatif dipilih untuk mengetahui ukuran korelasional dan kausal antarvariabel pada model serta menguji signifikansi dari masing-masing hipotesis yang dibuat. Metode kualitatif digunakan untuk mempertajam interpretasi dari angka-angka dihasilkan metode kuantitatif. Menggunakan formula Slovin, terpilih sebanyak 150 orang responden tokoh-tokoh masyarakat lokal yang ada di wilayah Batur Global Geopark Kintamani. Kuesioner dengan Skala Likert berderajat lima, dan pedoman wawancara digunakan sebagai instrumen pengumpul data, serta dilakukan in-depth interview dengan infonnan yang dipilih dengan metode snowball sampling. Metode observasi partisipatoris digunakan untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Partial Least Square Path Modeling (PLS-PM) versi 3.l.2 digunakan untuk menganalisis data kuantitatif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) partisipasi masyarakat lokal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas destinasi; (2) peran pemerintah tidak signifikan pengaruhnya terhadap peningkatan kualitas destinasi; (3) pengaruh interaksi peran pemerintah dengan partisipasi masyarakat terhadap kualitas Batur Global Geopark hasilnya tidak signifikan; (4) kualitas destinasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan masyarakat, namun hal ini terjadi pada sub laten tingkat kepuasan masyarakat di bidang kondisi ekonomi dan kondisi sosial budaya, sementara terhadap dua sub laten reflektif lain yakni tingkat emosi dan tingkat keseiamatan pengaruh tersebut belum signifikan. (pps.unud/IT)

Ida Ayu Iran Adhiti : ” KEKERABATAN BAHASA KABOLA, BAHASA HAMAP, DAN BAHASA KLON DI PULAU ALOR NUSA TENGGARA TIMUR “

Rabu, 16 Desember 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Dra. Ida Ayu Iran Adhiti, M.Si dari Program Doktor Linguistik dengan disertasinya yang berjudul KEKERABATAN BAHASA KABOLA, BAHASA HAMAP, DAN BAHASA KLON DI PULAU ALOR NUSA TENGGARA TIMUR. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_6338

Promovenda foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Linguistik historis komparatif atau linguistik bandingan  merupakan suatu cabang dari ilmu bahasa (linguistik) yang berusaha untuk meletakkan dasar-dasar pengertian tentang perkembangan kesejarahan dan kekerabatan antara bahasa- bahasa di dunia (Keraf, 1990:1). Antilla (1972:20; Bynon, 1979: 16) mengungkapkan bahwa linguistik historis komparatif  merupakan cabang ilmu linguistik yang mempunyai tugas utama untuk menetapkan fakta dan tingkat keeratan serta kekerabatan antarbahasa.

Terkait dengan upaya pembinaan dan pengembangan bahasa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terutama di Kabupaten Alor, perlu dilakukan penelitian yang mendalam terhadap fenomena kebahasaannya. Fenomena tersebut menyangkut pendataan terhadap pengelompokan bahasa secara genetis, penelusuran protobahasa, pola perubahan bunyi protobahasa Kb, Hp, dan Klon serta pantulan (rejleks) protofonem PAN terhadap ketiga bahasa yang diteliti.

Bahasa daerah di Kabupaten Alor memiliki keunikan tersendiri, jika diamati dari segi keberadaan dan kuantitas rumpun bahasanya. Meskipun mempunyai jarak cukup dekat antara salah satu suku dengan suku lain, terjadi perbedaan bahasa. Keanekaragaman bahasa daerahnya mempunyai pengaruh yang sangat besar pada kehidupan bermasyarakat. Peneliti mengakaji tiga bahasa daerah di Pulau Alor dengan kajian linguistik historis komparatif, yakni bahasa Kabola, bahasa Hamap, dan bahasa Klon.

Tujuan penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut.

  1. Mengelompokkan secara genetis bahasa Kabola, bahasa Hamap, dan bahasa Klon yang terdapat di Pulau Alor.
  2. Merekonstruksi protobahasa Kabola, Hamap, dan Klon yang terdapat di Pulau Alor.
  3. Menganalisis pola perubahan bunyi protobahasa Kabola, Hamap, Klon yang terdapat di Pulau Alor.
  4. Menganalisis pantulan (refleks) protofonem PAN pada protobahasa Kabola, Hamap, dan Klon yang terdapat di Pulau Alor. (pps.unud/IT)

Ni Luh Suriani: ” PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN CABE HUTAN (PIPER CANINUM BLUME) UNTUK MENGENDALIKAN JAMUR PYRICULARIA ORYZAE CAV. PENYEBAB PENYAKIT BLAS PADA PADI (ORYZA SATIVA L.) “

Jumat, 11 Desember 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ni Luh Suriani, Ssi.,Msi dari Program Doktor Ilmu Pertanian dengan disertasinya yang berjudul PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN CABE HUTAN (PIPER CANINUM  BLUME) UNTUK MENGENDALIKAN JAMUR PYRICULARIA ORYZAE CAV. PENYEBAB PENYAKIT BLAS PADA PADI (ORYZA SATIVA L.) “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Penyakit blas disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae Cav. Jamur Ini bisa menginfeksi tanaman padi pada fase vegetatif yang menyebabkan penyakit bIas daun, dan pada fase generatif yang menyebabkan penyakit bias malai. Pengendalian penyakit bIas secara umum masih mengandalkan penggunaan fungisida sintetis, apabila digunakan kurang tepat bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan seperti keracunan manusia dan hewan, pencemaran tanah dan air serta terjadinya ketahanan patogen terhadap fungisida. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian untuk mencari bahan altematif yang berasal dari tumbuhan untuk mengendalikan penyakit blas pada tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan mekanisme kerja ekstrak daun cabe hutan (Piper caninum Blume) dalam menghambat pertumbuhan jamur P. oryzae serta untuk mengidentifikasi senyawa aktif dalam ekstrak daun cabe hutan yang bersifat sebagai antijamur terhadap P. oryzae. Daya hambat ekstrak daun cabe hutan diuji terhadap pertumbuhan koloni, pembentukan spora, dan pembentukan biomassa jamur P. oryzae secara in vitro pada media PDA dan PDB. Untuk mengetahui kelompak senyawa dilakukan uji fitokimia. Identifikasi senyawa aktif dilakukan menggunakan GC-MS. Mekanisme kerja ekstrak daun cabe hutan dalam menghambat jamur P. oryzae dilakukan dengan pengamatan menggunakan SEM. Pengujian efektivitas formula ekstrak daun cabe hutan untuk mengendalikan penyakit blas pada tanaman padi varietas Ciherang dilakukan di dalam rumah kaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun cabe hutan secara nyata (P<0,05) menghambat pertumbuhan koloni, pembentukan spora dan pembentukan biomassa jamur P. oryzae. Ditemukan 4 kelompok senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, polifenol, dan steroid dan sebanyak 10 senyawa aktif ditemukan di dalam fraksi aktif ekstrak daun cabe hutan yaitu: benzene, xylene; tetradecane; doecanoic acid; heptadecane; hexadecanoic acid; octadecamethylocyclononasiloxane; phtaIic acid; 8,11, 14- decosatrienoic acid; dan 1,2-benzenedicarboxylic acid dan 6 senyawa bersifat sebagai antijamur berdasarkan literature yaitu: benzene; tetradecane; dodecanoic acid; hexadecanoic acid; octadecametbylocyclononasiloxane; dan 1,2-benzenedicarboxylic acid. Hasil SEM menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak daun cabe hutan menyebabkan miselia jamur mengecil akibat mengalami lisis. Formula ekstrak daun cabe hutan dengan konsentrasi 2,5% efektif mengurangi intensitas penyakit blas pada tanaman padi dengan daya hambat sebesar 90,51%. (pps.unud/IT)

 
Top Quality Medications. Prednisolone Acetate Ophthalmic Cost . Top Offering, buy prednisolone Tablets Uk.
valtrex, buy valtrex canada online, best place buy generic valtrex, …
generic prednisone over the counter buy prednisone online order Deltasone

Muhammad Syafri Badaruddin: ” MANTRA TULEMBANG DAN TUPAKBIRlNG DALAM KEHIDUPAN SUKU MAKASSAR “

Senin, 7 Desember 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Drs. Muhammad Syafri Badaruddin, M.Hum dari Program Doktor Linguistik dengan disertasinya yang berjudul MANTRA TULEMBANG DAN TUPAKBIRlNG DALAM KEHIDUPAN SUKU MAKASSAR. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Pengembangan kebudayaan menjadi faktor penting dalam meningkatkan potensi kedaerahan. Hal ini disebabkan oleh budaya daerah sarat dengan nilai-nilai luhur dan pesan moral. Kebudayaan daerah perlu dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas untuk memperkokoh sikap kepribadian bangsa. Hal ini berarti menempatkan kebudayaan daerah sebagai sumber aspirasi dan bahan rumusan yang berharga untuk digali, dikaji, dan dilestarikan. Bangsa lndonesia memiliki kekayaan budaya, meliputi: budaya lokal, suku, agama hingga adat istiadat.

IMG_6175

Prof.Dr.I Wayan Cika,M.S., menyerahkan penghargaan kepada Promovendus Drs. Muhammad Syafri Badaruddin, M.Hum., sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Salah satu wujud kebudayaan yang terdapat di Sulawesi Selatan adalah mantra. Mantra ada di dalam upacara ritual sebelum menanam padi dan melaut yang dilakukan oleh masyarakat tradisional Makassar. Mantra adalah bentuk kesusastraan yang paling tua di lndonesia sebagai aspek kebudayaan lama yang masih bertahan sampai sekarang, bahkan masih digunakan oleh masyarakat tradisional. Masyarakat tradisional Makassar menggunakan mantra sesuai dengan tujuannya. Mantra menanam padi atau mantra bercocok tanam disebut mantra Tulembang, sedangkan mantra melaut atau menangkap ikan disebut mantra Tupakbiring. Kepercayaan terhadap adanya kekuatan gaib selalu mendorong masyarakat tradisional Makassar untuk merealisasikan kekuatan tersebut ke dalam wujud nyata untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam kehidupan masyarakat tradisional Makassar, mantra digunakan dalam berbagai adat, yaitu ketika upacara ritual menanam padi (mantra Tulembang) dan ritual musim melaut (mantra Tupakbiring). Mantra yang terdiri atas dua macam tersebut tidak terlepas dari komunitas suku masyarakat, yaitu komunitas yang tinggal di dataran dan di daerah pesisir pantai. Masyarakat yang bertempat tinggal di daerah pegunungan disebut Tulembang atau Turaya, sedangkan masyarakat yang bertempat tinggal di pantai disebut Tupakbiring (Maknun, 2006:1-2). Hal ini yang membentuk dua jenis mantra dalam suku Makassar.

             Mantra Tulembang danTupakbiring menggunakan kata yang terkadang merepresentasikan sesuatu yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Terkadang mantra menggunakan kata-kata arkais atau kuno. Mantra juga terkadang menggunakan permainan bunyi sehingga tidak jelas maknanya. Namun, apabila diinterpretasikan secara mendetail, maka kata-kata yang digunakan memiliki kaitan dengan kehidupan masyarakat suku Makassar. Interprestasi tersebut memiliki keunikan karena kekayaan budaya suku Makassar. Secara struktur sosial, pawang atau tokoh masyarakat tertentu ditempatkan sebagai masyarakat yang dihormati. Penggunaan mantra biasanya dilakukan oleh orang-orang tertentu. Orang-orang yang berhak mewarisi dan menggunakan mantra, biasanya dikategorikan sebagai orang tua (pinatilpawang) yang dianggap mampu membacakan mantra tersebut. Pengucapannya pun harus disertai oleh upacara tertentu, misalnya: asap dupa, duduk bersila, gerak tangan, ekspresi wajah, dan mulut berkomat-kamit.

IMG_6181

Promovendus foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Mantra Tulembang dan Tupakbiring perlu dilestarikan dan diadakan penggalian nilai-nilai luhur budaya daerah untuk memperkaya budaya Nusantara. Mantra Tulembang dan Tupakbiring mengandung unsur bahasa, sastra, budaya, dan kehidupan suku Makassar yang bersifat religius serta filosopis. Oleh karena itu, inventarisasi dan dokumentasi mantra dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan di Indonesia pada umumnya penting untuk mendapat perhatian. Mantra Tulembang dan Tupakbiring dapat dijadikan sebagai teks sastra, karena menggunakan bahasa sebagai mediumnya dan memiliki sistem tanda yang mempunyai makna. Ratna (2006:97) mengatakan bahwa melalui perantaraan tanda-tanda, proses kehidupan manusia menjadi lebih efisien. Dengan perantaraan tanda-tanda, manusia dapat berkomunikasi dengan sesamanya, bahkan dengan makhluk di luar dirinya. Oleh karena itu, mantra Tulembang dan Tupakbiring sebagai salah satu jenis puisi lama menarik untuk dikaji dari aspek semiotika. Mantra merupakan karya sastra, yaitu sastra lisan dan di dalam mantra itu banyak terdapat tanda-tanda, baik berupa ikon, indeks, maupun simbol yang dapat dikaji melalui teori semiotika. Kajian semiotika digunakan sebagai upaya untuk mengkaj i keterkaitan antara mantra dengan masyarakat suku Makassar. Selain itu, alasan memilih mantra Tulembang dan Tupakbiring karena terdapat keunikan dalam kehidupan suku Makassar yang mayoritas beragama lslam, tetapi masih menggunakan mantra sebagai bagian dari warisan budaya. Hal ini menunjukkan bahwa mantra tidak hanya memiliki keunikan dan kekayaan penggunaan kata-kata kuno yang jarang digunakan dalam pembicaraan sehari-hari, tetapi makna kata-kata dalam mantra merepresentasikan hal- hal yang ada dalam kehidupan masyarakat suku Makassar. Selain itu, mantra Tulembang dan Tupakbiring memuat hal-hal yang natural dan supernatural, serta berbagai aspek adat dan budaya. Penelitian ini penting untuk mendokumentasikan kekayaan budaya melalui mantra yang digunakan oleh suku Makassar. Hal inilah yang menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian terhadap mantra Tulembang dan Tupakbiring dalam kehidupan suku Makassar. (pps.unud/IT)

 
best place to buy valtrex online, valacyclovir for cold sores best dose – rockgateco
amoxil generic name uk order Amoxicillin buy 250 mg amoxil online
phenergan price in india buy generic phenergan online phenergan reviews

Hasil Penatapan Penerima BPP-DN Dikti Tahap 4

Bersama ini kami sampaikan daftar mahasiswa Program Magister (S2) dan Doktor (S3), yang ditetapkan sebagai Dosen Penerima Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun Anggaran 2015.

Pembiayaan BPP-DN semester pertama dilaksanakan melalui Kontrak Kerja antara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan Perguruan Tinggi Penyelenggara. Sedangkan untuk tahun berikutnya dana beasiswa akan dialokasikan langsung dalam DIPA masing-masing PerguruanTinggi Penyelenggara Program Pascasarjana.

2600.13 Persetujuan Penetapan Dosen Penerima BPPDN Gel.4 TA 2015_UNUD


Premenstrual Dysphoric Disorder, fluoxetine tablets ip 20 mg , prozac 40 mg Price in india cost cvs prozac 40 mg order prozac no prescription hcl 20 mg fucidin online
recreational, atarax dosage, rx free atarax, atarax… buy atarax
zyban online kaufen cheap bupropion