Monthly Archives: October 2015

Seminar “Bali and the Dynamics of Southeast Asia Tourism”

Prodi S-2 Kajian Pariwisata dan Konsorsium Riset Pariwisata Universitas Udayana akan menyelenggarakan seminar pariwisata “Bali and the Dynamics of Southeast Asia Tourism” dengan pembicara Prof. Dr. Adrian Vickers dari The University of Sydney, Australia.

Seminar yang akan berlangsung Senin, 2 November 2015, mulai pk. 16.00, di Aula Gedung Pascasarjana Unud, Jl. PB Sudirman, Denpasar, terbuka untuk umum dan tidak dipungut bayaran.


cipro rx cipro reviews
dapoxetine sildenafil dapoxetine drug test dapoxetine reviews
zyban generic equivalent cheap zyban

BPP-DN untuk Dosen Gelombang ke-4 Tahun 2015 Di Buka Lagi

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi membuka kembali pendaftaran Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) gelombang ke-4 bagi dosen tetap perguruan tinggi di lingkungan Kemenristek Dikti.

Pendaftaran diperuntukkan bagi dosen yang belum mendaftar BPP-DN BPP-DN gelombang ke-3 tahun 2015, dan yang berstatus sedang berjalan (on-going) angkatan 2013 s.d. tahun 2014 pada jenjang Program Doktor dan angkatan tahun 2014 untuk program Magister, serta belum distatuskan pada gelombang ke-3.

Pendaftaran melalui laman http://beasiswa.dikti.go.id/bppdn mulai 19 – 30 Oktober 2015. Pedoman BPP-DN dapat diunduh di laman http://beasiswa.dikti.go.id/bppdn dan http://studi.dikti.go.id

2014. Pendaftaran BPPDN untuk Dosen Gel.4 tahun 2015


Dec 13, 2014 – 40 mg doxycycline 8.1 out of 10 based on 279 ratings. Either mock-up anybody buy doxycycline 300mg pestiferously tingled she nonproducing 
mg, hydroxyzine 25, order hydroxyzine. order Hydroxyzine
prednisone 20 mg purchase prednisone 20 mg purchase cheap Deltasone

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM PROFESI DAN PASCASARJANA SEMESTER GENAP TAHUN 2015


P E N G U M U M A N

Nomor :  5865/UN14/PP.00.03/2015

TENTANG

HASIL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU
PROGRAM PROFESI DAN PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA
SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2015/2016

 

Rektor Universitas Udayana telah menetapkan hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Profesi dan Pascasarjana Universitas Udayana Semester Genap Tahun Akademik 2015/2016, sesuai rincian berikut ini :

  1. Pengumuman Jadwal Pembayaran dan Registrasi dapat dilihat [ DISINI ]
  2. Daftar Nama Peserta yang dinyatakan Lolos dapat dilihat [ DISINI ]
  3. Biaya UKT masing-masing Program Studi dapat dilihat [ DISINI ]
  4. Petunjuk Pembayaran SPC di Bank BNI dapat dilihat [ DISINI ]


„ Buy cheap generic fluoxetine online without prescription” it true that if I go up to 60mg then I would start losing weight ? Now I’m on 40mg ., fluoxetine fatigue.
doxycycline hyclate blue capsule 90 doxycycline hyclate ta 100mg doxycycline online
online pharmacy for prednisone prednisone cost per pill cheap prednisone

Wira Gotera: ” RESISTENSI INSULIN MENINGKATKAN RISIKO HIPERPLASIA PROSTAT MELALUI PENINGKATAN INSULINE LIKE GROWTH FACTOR-I PADA PENDERITA OBESITAS ABDOMINAL “

Rabu, 21 Oktober 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus dr. Wira Gotera, SpPD-KEMD., dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul RESISTENSI INSULIN MENINGKATKAN RISIKO HIPERPLASIA PROSTAT MELALUI PENINGKATAN INSULINE LIKE GROWTH FACTOR-I PADA PENDERITA OBESITAS ABDOMINAL “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

IMG_4997 Promovendus foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Rektor, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Obesitas sentral (Ob-sen) berhubungan dengan kondisi resistensi insulin yang mengakibatkan hiperinsulinemia. Beberapa studi menunjukkan jika kejadian hiperplasia prostat lebih tinggi pada Ob-sen. Peran resistensi insulin, hubungannya terhadap TGF- 1 perlu dibuktikan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan jika Ob-sen dengan HOMA-TR, IGF-1, IL-6, hsCRP yang tinggi lebih berisiko mengalami hiperplasia prostat dan membuktikan lebih lanjut peran resistensi insulin dan IGF-1sebagai faktor risiko hiperplasia prostat.

Penelitian ini menggunakan rancangan case control dengan total sampel 80 orang, 40 orang laki-laki Ob-sen dengan hiperplasia prostat sebagai kasus dan 40 orang Ob-sen tanpa hiperplasia prostat sebagai kontrol dengan rerata usia 62 tahun. Analisis data dengan uji independent sampel t-test, chi square dan uji multivariate regresi logistik. Pemeriksaan IGF-l dengan metode Immulite 2000 IGF-1 dengan teknik chemiluminescent immunometri assay, Pemeriksaan IL-6 dengan tehnik sandwich enzyme immunoassay dengan Quantikine immunoassay kit buatan R&D system Inc USA, dan pemeriksaan hsCRP dengan tehnik immonometric assay.

Glukosa puasa (Z=-3,325, p=O,OOl), Insulin puasan (Z=-2,15, p=0,034), HO MA-IR (Z=-2,843, p=0,004), dan IGF-l (t=3,27, p=O,002) lebih tinggi dan bermakna pada kelompok kasus dibandingkan kontrol. hsCRP dan IL-6 tidak berbeda bermakna antar dua kelompok tersebut. Dari hasil uji bivariate chi-square didapatkan hanya komponen resistensi insulin (HOMA-IR) (OR=1,68, p=O,019) dan IGF-l (OR=2,14, p=O,OOl) yang memiliki hubungan dengan hiperplasia prostat pada Ob-sen dan bermakna secara statistik. Untuk melihat pengaruh secara simultan antara resistensi insulin dan IGF -1 sebagai faktor risiko terhadap hiperplasia prostat dilakukan uji multivariate regresi logistik. Dari hasil uji regresi logistik didapatkan jika resistensi insulinlHOMA- IR (OR:2,59 IK(O,88-7,02), p=O,043) dan IGF-1 (OR:4,76, IK (1,71-13,11), p=O,003) terbukti dan bermakna secara statistik meningkatkan risiko hiperplasia prostat pada Ob-sen. Dari hasil penelitian ini disimpulkan Ob-sen dengan HOMA- IR tinggi lebih berisiko terkena hiperplasia prostat dibandingkan dengan HOMA-IR rendah; Ob-sen sentral dengan kadar IGF-1 tinggi lebih berisiko terkena hiperplasia prostat dibandingkan dengan kadar IGF-l rendah; resistensi Insulin yang diukur dari nilai HOMA-IR dan kadar IGF-l yang tinggi berperan sebagai faktor risiko hiperplasia prostat pada obesitas sentral. (pps.unud/IT)

Rabu, 21 Oktober 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus dr. Wira Gotera, SpPD-KEMD., dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul RESISTENSI INSULIN MENINGKATKAN RISIKO HIPERPLASIA PROSTAT MELALUI PENINGKATAN INSULINE LIKE GROWTH FACTOR-I PADA PENDERITA OBESITAS ABDOMINAL “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Obesitas sentral (Ob-sen) berhubungan dengan kondisi resistensi insulin yang mengakibatkan hiperinsulinemia. Beberapa studi menunjukkan jika kejadian hiperplasia prostat lebih tinggi pada Ob-sen. Peran resistensi insulin, hubungannya terhadap TGF- 1 perlu dibuktikan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan jika Ob-sen dengan HOMA-TR, IGF-1, IL-6, hsCRP yang tinggi lebih berisiko mengalami hiperplasia prostat dan membuktikan lebih lanjut peran resistensi insulin dan IGF-1sebagai faktor risiko hiperplasia prostat.

Penelitian ini menggunakan rancangan case control dengan total sampel 80 orang, 40 orang laki-laki Ob-sen dengan hiperplasia prostat sebagai kasus dan 40 orang Ob-sen tanpa hiperplasia prostat sebagai kontrol dengan rerata usia 62 tahun. Analisis data dengan uji independent sampel t-test, chi square dan uji multivariate regresi logistik. Pemeriksaan IGF-l dengan metode Immulite 2000 IGF-1 dengan teknik chemiluminescent immunometri assay, Pemeriksaan IL-6 dengan tehnik sandwich enzyme immunoassay dengan Quantikine immunoassay kit buatan R&D system Inc USA, dan pemeriksaan hsCRP dengan tehnik immonometric assay.

Glukosa puasa (Z=-3,325, p=O,OOl), Insulin puasan (Z=-2,15, p=0,034), HO MA-IR (Z=-2,843, p=0,004), dan IGF-l (t=3,27, p=O,002) lebih tinggi dan bermakna pada kelompok kasus dibandingkan kontrol. hsCRP dan IL-6 tidak berbeda bermakna antar dua kelompok tersebut. Dari hasil uji bivariate chi-square didapatkan hanya komponen resistensi insulin (HOMA-IR) (OR=1,68, p=O,019) dan IGF-l (OR=2,14, p=O,OOl) yang memiliki hubungan dengan hiperplasia prostat pada Ob-sen dan bermakna secara statistik. Untuk melihat pengaruh secara simultan antara resistensi insulin dan IGF -1 sebagai faktor risiko terhadap hiperplasia prostat dilakukan uji multivariate regresi logistik. Dari hasil uji regresi logistik didapatkan jika resistensi insulinlHOMA- IR (OR:2,59 IK(O,88-7,02), p=O,043) dan IGF-1 (OR:4,76, IK (1,71-13,11), p=O,003) terbukti dan bermakna secara statistik meningkatkan risiko hiperplasia prostat pada Ob-sen. Dari hasil penelitian ini disimpulkan Ob-sen dengan HOMA- IR tinggi lebih berisiko terkena hiperplasia prostat dibandingkan dengan HOMA-IR rendah; Ob-sen sentral dengan kadar IGF-1 tinggi lebih berisiko terkena hiperplasia prostat dibandingkan dengan kadar IGF-l rendah; resistensi Insulin yang diukur dari nilai HOMA-IR dan kadar IGF-l yang tinggi berperan sebagai faktor risiko hiperplasia prostat pada obesitas sentral. (pps.unud/IT)


buy prozac online nz fluoxetine 20 mg what is it used for buy fluoxetine canada prozac online cheap buy prozac online safe buy fluoxetine online australia
Buy valtrex online. valtrex online without prescription. Valtrex specifically when
generic for advair diskus 250 50 price advair diskus 250 50 order fluticasone

LANTIK 8 ESELON III DAN 271 ESELON IV, KEMRISTEKDIKTI SELESAIKAN RESTRUKTURISASI

Jakarta – Delapan pejabat eselon III dan 279 pejabat eselon IV resmi dilantik  Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti),  Ainun Na’im di Auditorium BPPT Lantai 3 Kemristekdikti, Thamrin (15/10). Pelantikan ini menyelesaikan program restrukturisasi dan integrasi Ristek dan Dikti dalam satu Kementerian, yaitu Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, yang mana pada periode sebelumnya, Mei – September, Kemristekdikti telah mengangkat seluruh pejabat eselon I dan II  dan sebagian eselon III.

Hal ini merupakan  prestasi bagi personalia Kemenristekdikti yang telah berhasil mengawal integrasi ini dengan lancar dan baik. “Dengan telah berhasilnya menata ulang 430 pejabat eselon I sampai dengan IV, maka Kemristekdikti telah berhasil menyelesaikan restrukturisasi dan integrasi.” ungkap Sekjen Ainun.

“Kemristekdikti pun mengapresiasi semua pegawai dan pejabat baik di Kemristek maupun di Ditjen Dikti, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas kerjasama yang baik. Demikian pula Kementerian PAN dan RB atas dukungannya.” Ainun Na’im menjelaskan.

Selama proses restrukturisasi berlangsung, proses layanan publik tetap berjalan  sebagaimana mestinya, termasuk layanan stategik baik di bidang pendidikan tinggi maupun di bidang riset dan teknologi. Peran pejabat Administrator dan Pengawas menurut UU No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara adalah sangat penting dalam mewujudkan visi dan misi Kementerian dalam hal ini Kemristekdikti. Pejabat administator bertanggung jawab memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan. Sedangkan pejabat Pengawas bertanggung jawab mengendalikan pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan pejabat pelaksana. Pengawas harus menunjukkan integritas  yang tinggi dalam melaksanakan pengawasan agar dapat memberikan pengendalian dini terhadap pelaksanaan kegiatan di Kemristekdikti sehingga menjadi lebih efektif, efisien, dan akuntabel.

Mekanisme pengangkatan eselon I dan II  Kemristekdikti telah dilakukan sesuai Undang-Undang No.5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yaitu  melalui seleksi terbuka, dengan syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan pelatihan, rekam jejak jabatan dan integritas, serta persyaratan lain yang dibutuhkan.  Sementara untuk pengangkatan eselon III dan IV dilakukan seleksi secara internal dengan melihat kesesuaian jabatan dan latar belakang pendidikan serta kompetensi.

Tahap berikutnya, Kemristekdikti selain mempercepat pelaksanaan kegiatan dan anggaran 2015 adalah meneruskan proses reformasi birokrasi yang bersih. Para pejabat yang dilantik harus segera memenuhi persyaratan formal maupun substantif, seperti mematuhi pelaporan harta kekayaan pejabat negara, mentaati peraturan terkait gratifikasi dan pengembangan zona integritas. (EKSY)

Sumber: http://dikti.go.id/


Can i buy fluoxetine. Online Fluoxetine fluoxetine buy on line . Donde comprar fluoxetine fluoxetine co-fluoxetine where can i get. Fluoxetine cheapest priceВ generic fucidin
buy valtrex Mastercard Overnight 500 mg Valtrex Use Drug Abuse Cheapest
cost of zyban in canada cheap bupropion

Pengumuman Hasil Penetapan Dosen Penerima Perpanjangan BPP-DN Angkatan 2011

Bersama ini kami sampaikan hasil validasi Pascasarjana untuk data mahasiswa Program Doktor (S3) Angkatan Tahun 2011 yang masih aktif studi dan melakukan penelitian serta tetap mengunggah laporan kemajuan studi, yang direkomendasikan sebagai penerima bantuan perpanjangan studi Program Doktor (S3) Angkatan 2011 Semester ke-8 Tahun Anggaran 2015.

1467.26 Persetujuan Penetapan Dosen Penerima Perpanjangan S3 Angk 2011 TA 2015_UNUD

I Wayan Mudana: ” TRANSFORMASI SENI LUKIS WAYANG KAMASAN PADA ERA POSTMODERN DI KLUNGKUNG BALI “

Senin, 19 Oktober 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Drs. I Wayan Mudana, M.Par., dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul TRANSFORMASI SENI LUKIS WAYANG KAMASAN PADA ERA POSTMODERN DI KLUNGKUNG BALI. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

IMG_4951 Promovendus foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Seni Lukis Wayang Kamasan (SLWK) merupakan karya seni tradisi yang tumbuh dan berkembang sangat subur di Desa Kamasan Klungkung Bali, memiliki identitas sangat khas dan unik digunakan sebagai pelengkap sarana ritual agama Hindu. Proses pengerjaannya sangat terikat oleh pakem, norma, dengan ketentuan-ketentuan yang bersifat mengikat dan baku, dikerjakan secara kolektif dan komunal. Bahan dan peralatan yang digunakan diambil dari alam serta diolah dengan teknik tradisi. Secara visual SLWK mengandung estetika sangat artistik didalamnya terkandung nilai-nilai filsafat yang bersifat simbolik sering digunakan sebagai pencerahan dan bayangan dalam kehidupan manusia di dunia maupun di akhirat. Pada era modern SLWK dikomersialkan sebagai profesi dijadikan sandaran untuk menghidupi keluarga. Semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Desa Kamasan pada era postmodem, disertai dengan permintaan terhadap produk souvenir maka SLWK dikomodifikasi menjadi produk penunjang pariwisata. Fairclough mengatakan, komodifikasi merupakan ciri dari postmodern yang diasumsikan kapitalisme yang memiliki kemampuan mengubah obyek, kualitas dan tanda menjadi komoditas untuk didistribusikan ke pasar (Barker, 2005: 517). Wacana yang berkembang SLWK di Klungkung, Bali pada era postmodern sudah mengalami transformasi yang berimplikasi perubahan. Giddens (2005: 49) dalam “Refleksivitas Modernitas” mengatakan; tradisi tidak sepenuhnya statis, tradisi tidak terlalu melawan perubahan. Sedangkan Kayam (1989: 1) menyatakan; transformasi merupakan suatu proses pengalihan total dari suatu bentuk ke sosok bentuk yang baru yang mapan melalui suatu tahapan yang memerlukan waktu lama. Transformasi mesti dipahami lewat suatu ideal type masyarakat yang sengaja diciptakan sebagai suatu model dan paradigma kapitalisme. Max Weber menyimpulkan transformasi masyarakat Eropa menjadi masyarakat kapitalis karena didalam tubuh budaya masyarakat Eropa, sudah terkandung “bumbu-bumbu” (ingredients), budaya yang akan melahirkan semangat kapitalis (Sachari, 2002: 68). Ciri-ciri transformasi menurut Tabrani (2006: 260) merupakan manifestasi pribadi korperatif (gabungan kritis, fleksibel, dan bebas). Bila kelayakan estetis belum berani melewati batas- batas, maka transformasi justru berani melakukannya demi terciptanya sesuatu yang baru, yang bukan hanya iseng, baru atau layak tetapi mencapai sesuatu yang integral dan jujur (truth). Transformasi tidak lagi tunduk pada norma, atau situasi dan kondisi, mengintegrasikan beberapa norma sesuai dengan fleksibelitas dan kebebasan yang mendukung.Secara umum penelitian 101 untuk mengkaji, membongkar dan memahami transformasi SLWK di Klungkung, Bali dalam persfektif Kajian Budaya antara kelompok elite mengusung tradisi lama sehingga menimbulkan transformasi yang berimplikasi perubahan. Tujuan khusus penelitian ini, adalah (1) mengkaji, memahami, dan menjelaskan latar belakang transformasi SLWK, (2) Mengkaji, memahami, dan menjelaskan bentuk transformasi SLWK pada era postmodern, (3) mengkaji, memahami dan menjelaskan implikasi dari transformasi SLWK pada era postmodern di Klungkung, Bali. (pps.unud/IT)

Ida Bagus Gede Darmayasa: ” POTENSI Trichoderma asperellum TKD DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Aspergillus flavus FNCC6109 SEBAGAI UPAYA MENGURANGI CEMARAN AFLA TOKSIN B1 PADA PAKAN KONSENTRAT “

Senin, 11 Oktober 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Drs. Ida Bagus Gede Darmayasa, M.Si., dari Program Doktor Ilmu Peternakan dengan disertasinya yang berjudul POTENSI Trichoderma asperellum TKD DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Aspergillus flavus FNCC6109 SEBAGAI UPAYA MENGURANGI CEMARAN AFLA TOKSIN B1 PADA PAKAN KONSENTRAT ”. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

IMG_4904 Prof.Ir.I Gst. Lanang Oka, M.Agr.Sc.,Ph.D., menyerahkan penghargaan kepada Promovendus Drs. Ida Bagus Gede Darmayasa, M.Si., sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Aspergillus flavus merupakan salah satu jamur yang sering mengkontaminasi pakan konsentrat. Jamur ini mampu menghasilkan aflatoksin B1 yang berbahaya bagi ternak dan manusia Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat dan potensi filtrat Tricltoderma sp, TKD dalam usaha mengurangi cemaran aflatoksin B1 yang dihasilkan oleh Aspergillus flavus FNCC6109. Identifikasi Trichoderma sp. TKD dilakukan secara makroskopis, mikroskopis dan molekuler menggunakan daerah internal transcribed spacer (ITS 5 F :5′–GGAAGTAAAAGTCGTAACAAGG-3′ dan lTS 4 R :5′– TCCTCCGCTTATTGATATGC-3′). Daya hambat dan potensi filtrat Trichoderma sp. TKD terhadap A. flavus FNCC61 09 secara in vitro dilakukan dengan menggunakan metode dual culture dan sumur difusi. Sedangkan uji in vivo, dilakukan pada model pakan konsentrat yang ditambahkan filtrat Trichoderma sp. TKD dengan konsentrasi 3g/100g; 6g/100g dan 9g/100g. Dalam uji in vivo parameter yang diukur adalah populasi A. flavus FNCC6109 menggunakan plating method dan kandungan aflatoksin BJ dilakukan dengan teknik ELISA (Enzyme Linked lmmuno Sorbent Assay). Jenis metabolit sekunder pada filtrat dianalisis dengan GCMS (Gas Chromatography Mass Spectrometry QP2010 ultra Shimadzui). Toksisitas filtrat Trichoderma sp. TKD diujikan pada mencit (Mus muskulus Lstrain Balb/c) dengan mengamati fungsi hati melalui pengukuran SGOT, SGPT dan kreatinin menggunakan reagent Fluitest GOT ASA T starter, reagent Fluitesi GPT ASA T starter, reagent Fluitest creatinine yang dianalisis dengan AMS (Analyzer Medical System BOECO Germany ), serta biopsi hati dan ginjal menggunakan pewarnaan HE.

Hasil penelitian menunjukkan Trichoderma sp, TKD yang diisolasi dari rbizosfer jagung (Zea mays) teridentifikasi sebagai Trichoderma asperellum dan memiliki potensi menghambat pertumbuhan A. f1avus FNCC6109 sebesar 98,849±1,100. Teridentifikasi 10 jenis metabolit sekunder yang ada pada fraksi IV filtrat T. asperellum TKD yaitu: dl- Mevalonic acid lactone; 3-Hexadecene,(Z)-(CAS); Tetradecane; Phenol, 3,5- bis(J .l-dimethylethyl); Dodecanoicanoic acid, methyl ester(CAS)methyl laurate; 3-Eicosene(E)-(CAS), Hexadecane; 2-Undecene, 3-methyl-,{Z}-; 3- Eicosine.tli)- dan Hexadecanoic acid, methyl ester (CAS)methyl palmitate. Tidak terjadi toksisitas akut pada mencit yang diberikan konsentrasi 9/100g  filtrat T. asperellum TKD. Kadar SGOT, SGPT dan kreatinin plasma mencit pada perlakuan masing-masing 168,10 U/L; 73,40 U/L dan 0,18 mg/dL sedangkan pada kontrol masing-masing 135,20 U/L; 94,30 U/L dan 0,16 mg/dL. Penambahan konsentrasi filtrat 9g/100g pada model pakan konsentrat yang disimpan selama 30 hari, mampu menurunkan 74,75 populasi A. jlavus FNCC6109 dan menurunkan78,39″1o kadar aflatoksin B1. Filtrat T. asperellum TKD pada konsentrasi ini sangat baik diaplikasikan pada bahan penyusun maupun pakan konsentrat karena mampu menurunkan kadar aflatoksin B1 dan tidak berbahaya bagi temak. (pps.unud/IT)

Informasi Wisuda

I Ketut Sudartana: ” PENJAHITAN FASCIA ABDOMINALIS DENGAN BENANG POLYPROFILENE MENURUNKAN TERJADINYA ADHESI INTRA ABDOMEN PASCA LAPAROTOMI DENGAN MENURUNKAN INFILTRASI NETROFIL, MAKROFAG DAN LIMFOSIT SERTA MENINGKATKAN MMP•l PADA TIKUS WISTAR “

Jumat, 9 Oktober 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus dr. I Ketut Sudartana, SpB-KBD, dari Program Doktor Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul PENJAHITAN FASCIA ABDOMINALIS DENGAN BENANG POLYPROFILENE MENURUNKAN TERJADINYA ADHESI INTRA ABDOMEN PASCA LAPAROTOMI DENGAN MENURUNKAN INFILTRASI NETROFIL, MAKROFAG DAN LIMFOSIT SERTA MENINGKATKAN MMP·l PADA TIKUS WISTAR “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A.

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Adhesi intraabdomen setelah operasi menyebabkan timbulnya beberapa hal seperti kesakitan, infertilitas dan nyeri perut. Adhesi intraabdomen setelah laparotomi menyebabkan angka kesakitan yang cukup tinggi. Pada beberapa studi terbaru dilaporkan pasien yang menjalani operasi laparotomi datang kembali ke rumah sakit dengan berbagai komplikasi. Adhesi intraabdomen juga menyebabkan waktu operasi yang lebih lama dan peningkatan angka komplikasi intraoperatif.

IMG_4860 Promovendus foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa fascia abdominalis pasca laparotomi yang dijahit dengan benang polyprofilene lebih sedikit menimbulkan adhesi intraabdomen dan adanya sel radang dari pada fascia abdominalis yang dijahit dengan benang polyglicolic acid. Juga bertujuan untuk membuktikan MMP-l pada fascia abdominalis pasca laparotomi yang dijahit dengan benang polyprofilene lebih tinggi daripada yang dijahit dengan benang polyglicolic acid.lngin dibuktikan juga bahwa TGF- β dan TNF- α pada fascia abdominalis pasca laparotomi yang dijahit dengan benang polyprofilene lebih rendah daripada yang dijahit dengan benangpolyglicolic acid. Rancangan penelitian ini adalah Randomized Post Test Only Control Group Design,Tiga puluh enam ekor tikus Wistar, dewasa, jantan dengan berat badan 200-250 g ditempatkan dalam kandang terpisah dan dalam kondisi yang terkontrol dan diberikan makan minum bebas. Semua hewan coba diberikan anestesi ketamin secara intramuskuler dengan dosis 50 mg/kgbb. Dilakukan inc isi pada dinding abdomen tengah lapis demi lapis sampai ditemukan peritoneum, peritoneum diincisi secara tajam dibuat luka lurus (sesuai dengan sumbu tubuh), panjang 2 cm. Kelompok perlakuan, fascia dijahit dengan memakai benang Polyprojilene 4-0, atraumatic, jumlah jahitan 4 buah dan jarak antar jahitan Y2 cm, sedangkan pada kelompok kontrol, fascia dijahit dengan benang polyglicolic acid 4-0 atraumatic. Peritoneum pada kedua kelompok tidak dijahit, kemudian lapisan abdomen dijahit lapis demi lapis dan luka ditutup dengan verban. Setelah hari ke-14 dan hari ke-30 pasca operasi dilakukan relaparotomi untuk melihat adanya adhesi intraabdomen dan pengambilan jaringan fascia abdominalis untuk mengetahui adanya infiltrasi netrofil, makrofag, limfosit serta kadar MMP-l, TGF-β, dan TNF-α Hasil penelitian menunjukkan kejadian adhesi pada perlakuan benang polyprojilene lebih rendah dibandingkan dengan kontrol. Resiko kejadiaan adhesi hari ke-14 pada penjahitan dengan benang polyglicolic acid adalah dua kali lebih banyak dibandingkan penjahitan dengan benang polyprojilene. Pada pengamatan hari ke-30 pada penjahitan dengan benang polyglicolic acid lebih tinggi kejadian adhesi daripada penjahitan dengan benang polyprojilene dan resiko kejadian adhesi lebih beresiko enam kali dan berbeda secara bermakna (p<0,05).Terjadinya infiltrasi netrofil, makrofag dan limfosit pada fascia abdominalis yang dijahit dengan benang polyprojilene lebih rendah dan berbeda secara bermakna (p<0,05) dari pada fascia abdominalis yang dijahit dengan benang polyglicolic acid. Rataan kadar MMP-l pada pengamatan hari ke-14 dan ke-30 menunjukkan tidak adanya perbedaan yang bermakna diantara kedua kelompok, hal ini ditunjukkan dengan nilai p>0,05. Rataan kadar TGF-β dan TNF-α pada hari ke-14 dan hari ke-30 setelah diuji dengan statistik menunjukkan tidak adanya perbedaan yang bermakna hal ini dapat dilihat dari nilai (p>0,05). Disimpulkan pemakaian benang polyprojilene mengurangi kejadian adhesi dan munculnya sel netrofil, makrofag dan limfosit tapi meningkatkan kadar MMP-l pasca operasi laparotomi pada tikus Wistars. (pps.unud/IT)