Monthly Archives: September 2015

I Ketut Putra Suarthana: ” DAMPAK PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA TERHADAP SOSIAL BUDAYA, LINGKUNGAN, DAN EKONOMI: KAJIAN KOMPARATIF PADA DESA WISATA BEDULU, BALI DAN PENTINGSARI, YOGYAKARTA “

Rabu, 30 September 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Drs. I Ketut Putra Suarthana, MM., dari Program Doktor Pariwisata dengan disertasinya yang berjudul DAMPAK PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA TERHADAP SOSIAL BUDAYA, LINGKUNGAN, DAN EKONOMI: KAJIAN KOMPARATIF PADA DESA WISATA BEDULU, BALI DAN PENTINGSARI, YOGYAKARTA “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_4241 Prof.Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., menyerahkan penghargaan kepada Promovendus Drs. I Ketut Putra Suarthana, MM., sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Salah satu kecendrungan dalam pengembangan pariwisata adalah pariwisata alam, tidak lagi hanya sebagai sektor ekonomi tetapi suatu fenomena baru sosial budaya yang menghasilkan pendapatan bagi masyarakat lokal. Hal ini perlu diartikan bahwa fokus kebijakan pariwisata adalah masyarakat bukan wisatawan. Pariwisata bukan hanya penghasil devisa, melainkan juga sebagai penggerak ekonomi pedesaan dan ekonomi masyarakat. Selama ini, masyarakat perdesaan kurang diberdayakan; justru peran mereka terpinggirkan dari kegiatan berbasis masyarakat; khususnya sosial budaya, lingkungan, dan ekonomi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wisata Bedulu, Gianyar, Bali dan Desa Wisata Pentingsari, Sleman, Yogyakarta dengan tujuan untuk mengkaji partisipasi masyarakat dan dampaknya terhadap sosial budaya, lingkungan, dan ekonomi. Lebih lanjut, dikaji secara komparatif, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan di desa wisata ini. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan mengadopsi paradigma interperatif. Paradigma ini mengharuskan peneliti mengerti cara berfikir dari aktor yang diteliti. Teknik penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dan focus group discussion bersama informan, kunci pada kedua desa wisata. Temuan penelitian ini adalah bahwa kedua desa wisata memberdayakan partisipasi masyarakat lokal dengan baik, sehingga masyarakat lokal memperoleh makna sosial budaya, lingkungan dan ekonomi. Secara komparatif, kedua desa wisata memiliki bentuk pengelolaan yang hampir sama dan berdampak positif bagi masyarakat lokal. Hasil penelitian diharapkan dapat memberi manfaat secara praktis dan dapat mengevaluasi dampak sosial budaya, lingkungan, dan ekonomi yang dirasakan masyarakat lokal. Secara teoritis, hasil penelitian menunjukkan penguatan terhadap teori partisipasi Pretty (1995), Arnstein (1971) dan Tosun (2006). Dalam mendukung pengelolaan desa wisata perlu dilakukan riset lebih lanjut agar partisipasi masyarakat dalam kegiatan desa wisata memberi makna sosial budaya, lingkungan, dan makna ekonomi secara lebih sempurna. (pps.unud/IT)

Ida Gemawati Monda: ” PERAMBAHAN KAWASAN HUTAN DI KECAMATAN KUBU KARANGASEM BALI “

Rabu, 16 September 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ir. Ida Gemawati Monda, M.Si, dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul PERAMBAHAN KAWASAN HUTAN DI KECAMATAN KUBU KARANGASEM BALI “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A.

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Fenomena perambahan merupakan masalah yang holistik dan mengakibatkan hutan tidak berfungsi secara optimal. Akibat dari perambahan yang pertama dirasakan adalah oleh masyarakat di sekitar kawasan hutan itu sendiri. Di pihak lain bahaya yang ditimbulkan bisa berupa kebakaran, longsor, dan berkurangnya iklim mikro dan tiadanya sumber air.

IMG_3846 Prof.Dr. Ing. Ir. I Made Merta, D.A.A., menyerahkan penghargaan kepada Promovenda Ir. Ida Gemawati Monda, M.Si., sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana terjadinya perambahan kawasan hutan di Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali; bagaimana tindakan pemerintah terhadap masalah perambahan kawasan hutan di Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali; bagaimana dampak dan makna perambahan kawasan hutan di Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali. Penelitian ini menggunakan teori diskursus Kekuasaan dan pengetahuan dari Foucault, teori hegemoni dari Antonio Gramci, dan teori tindakan komunikasi dari Jurgen Habermas. Untuk menganalisis fenomena yang terjadi berdasarkan data kualitatif dan kuantitatif yang bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam, dan observasi. Data sekunder diperoleh dari penelusuran dokumen dan pustaka yang relevan. Di samping itu, untuk analisis data dibantu dengan analisis PRA (Participatory Rapid Appraisal), secara deskriptif, dan interpretatif. Penelitian ini mengambil lokasi di wilayah kawasan hutan di RPH Kubu, Kecamatan Kubu,Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, tepatnya di Resor Pengelolaan HutanIRPH Kubu. Teknik penentuan inforrnan dilakukan secara purposive.

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan dapat dikemukakan bahwa terjadinya perambahan kawasan hutan di Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali disebabkan oleh beberapa hal, pertama, adanya keterbatasan internal (sejarah perambahan hutan; pandangan masyarakat tentang kawasan hutan. adanya akses jalan menuju kawasan hutan, terbatasnya air dan budaya pemanfaatan air, budaya pemanfaatan lahan; keterbatasan informasi bidang kehutanan; tidak adanya penjagaan di sekitar kawasan hutan) dan eksternal bidang kehutanan (keterbatasan pengetahuan di bidang pertanian peraturan pemerintah yang kurang tegas; perubahan iklim, kondisi awig-awig yang beragam). Kedua, tindakan pemerintah terhadap masalah perambahan kawasan hutan di Kecamatan Kubu, Karangasem Bali. pernerintah sudah melakukan pembinaan terhadap pelaku perambahan melalui penyuluhan, pembinaan langsung dan praktik pembuatan stok makanan ternak, serta membangun dua embung, yaitu di hulu Dusun Batu Dawa Kaja dan di hulu Dusun Bantas serta penyambungan pipa dari Waduk Telaga Waja. Ketiga, aktivitas perambahan mempunyai dampak erosi tanah, kebakaran hutan, dan dampak politis. Dalam melakukan aktivitas perambah mempunyai makna ekonomi dan kemiskinan, makna sosial, dan makna resistensi. Dari hal tersebut terdapat empat temuan hasil penelitian. Pertama, perambah yang berasal dari masyarakat di sekitar kawasan hutan di Resor Pengelolaan Hutan/ RPH Kubu dari proses awal sampai saat dilakukan penelitian, masih tetap melakukan perambahan meskipun secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan. Budaya merambah sudah dilakukan secara turun-temurun. Semakin dekat dengan kawasan hutan semakin banyak ternak dipeliharanya, kurang lebih empat ekor sapi dan tidak didukung dengan pengadaan pakannya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan perambah dan pendampingan. Kedua, pemerintah sudah melakukan upaya tindakan untuk menangani masalah perambahan di RPH Kubu, tetapi belum memprioritaskan pemecahannya secara holistik bersama-sama untuk dikomunikasikan dan digarap secara serius dan cepat. Ketiga, terdapat pandangan yang berbeda antara perambah di RPH Kubu dan kebijakan pemerintah. Keempat, ditemukan potensi di dalam kawasan hutan dan di luar kawasan, jika dikaitkan dengan Desa Tulamben sebagai kawasan pariwisata (Lampiran XVI.a Perda Prov Bali No 16 Tahun 2009 tentang RTRW) yang dapat dikembangkan untuk menunjang memecahkan permasalahan perambahan. Seperti jasa lingkungan (wisata alam, wisata spiritual), fasilitasi izin dan diversifikasi arak, pengembangan budidaya tanaman lontar dan deversivikasi hasil pertanian (fasilitasi standardisasi kacang tanah, buah semu jambu mete, buah mangga), fasilitasi adu ayam menjadi arena pertunjukan yang menguntungkan Simpulan penelitian adalah sebagai berikut, pertama, kurangnya pengetahuan dan pendampingan untuk membantu perambah dari kebiasaan melakukan perambahan di RPH Kubu. Kedua, pemerintah belum optimal menangani masalah perambahan di RPH Kubu. Ketiga, terdapat pandangan berbeda antara masyarakat di sekitar kawasan hutan dan kebijakan pemerintah. Keempat terdapat potensi didalam kawasan hutan, di luar kawasan hutan yang dapat menunjang pemecahan masalah perambahan. Untuk itu diperlukan kebijakan pemerintah untuk menjadikan masalah perambahan sebagai masalah prioritas dalam  pembangunan. Tujuannya supaya hutan dapat berfungsi optimal dan perambah khususnya serta masyarakat di sekitar kawasan hutan dapat berdaya dan berkecukupan serta berbudaya. (pps.unud/IT)

Hasil Penetapan BPP-DN Tahap II 2015

Bersama ini kami sampaikan daftar mahasiswa Program Magister (S2) dan Doktor (S3), yang ditetapkan sebagai Dosen Penerima Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun Anggaran 2015 (seperti dalam lampiran surat ini), dengan jangka waktu pemberian BPP-DN ditetapkan sebagai berikut:

  1. Program Magister (S2) Semester Gasal 201512016 selama 24 bulan (Sept’15 – Agust’17)
  2. Program Doktor (S3) Semester Gasal 2015/2016 selama 36 bulan (Sept’15 – Agust’18)

1405.24.Persetujuan Penetapan Dosen Penerima BPPDN Gel 2 T.A.2015_UNUD

I Made Darma Oka: ” PEREMPUAN BALI DALAM INDUSTRI PARIWISATA KAPAL PESIAR “

Rabu, 16  September 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus I Made Darma Oka, SST.Par., S.Sos., M.Par., dari Program Doktor Pariwisata dengan disertasinya yang berjudul ” PEREMPUAN BALI DALAM INDUSTRI PARIWISATA KAPAL PESIAR “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

IMG_3782 Promovendus foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa  Bali sebagai daerah tujuan pariwisata internasional telah mampu menyerap banyak tenaga kerja dalam bidang pariwisata. Kenyataan ini mendorong tenaga kerja Bali untuk berkecimpung dalarn bidang pariwisata. Sebagai produsen tenaga kerja pariwisata, Bali telah berhasil meningkatkan pemberangkatan tenaga kerja ke kapal pesiar. Keterlibatan perempuan Bali untuk bekerja dalam industri pariwisata kapal pesiar dalam empat tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. Keterlibatan perempuan Bali di kapal pesiar tersebut dapat memberikan implikasi terhadap diri dan lingkungan kehidupannya.

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang keberadaan perempuan Bali yang bekerja dalam industri pariwisata kapal pesiar. Lebih khusus penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberadaan perempuan Bali yang bekerja dalam industri pariwisata kapal pesiar dilihat dari aspek kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi, mengkaji faktor-faktor yang memotivasi perempuan Bali untuk bekerja di industri pariwisata kapal pesiar, dan mengkaji implikasi ekonomi, sosial, dan budaya perempuan Bali yang bekerja dalam industri pariwisata kapal pesiar terhadap lingkungan kehidupannya. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan kualitatif, melalui pendekatan ekonomi, sosial, dan budaya. Responden ditentukan sebanyak 200 orang dengan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta focus group discussion (FGD) untuk menjawab permasalahan yang diteliti. Data kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi perempuan Bali dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT, faktor-faktor yang memotivasi perempuan Bali untuk bekerja di kapal pesiar dianalisis dengan analisis faktor, serta implikasi ekonomi, sosial, dan budaya perempuan Bali yang bekerja dalam industri pariwisata kapal pesiar terhadap lingkungan kehidupannya digunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keberadaan perempuan Bali dalam industri pariwisata kapal pesiar dominan sebagai tenaga pelaksana. Perempuan Bali di kapal pesiar memiliki kekuataan dalam hal sikap ramah, murah senyum, jujur, patuh, tanggung jawab dan keterampilan kerja tinggi. Kelemahannya meliputi motivasi yang rendah untuk menduduki posisi, kemampuan bahasa Inggris lebih rendah serta rasa percaya diri yang kurang. Peluang kerjanya sangat tinggi, mendapat prioritas tinggi, dan minat perempuan yang masih minim untuk bekerja di kapal pesiar. Ancaman yang dihadapi yaitu perhatian pemerintah masih kurang, pihak agen cenderung kurang melayani, dan memberikan perlakuan yang tidak adil terhadap calon pekerja kapal pesiar; (2) faktor-faktor yang memotivasi perempuan Bali untuk bekerja di kapal pesiar yaitu faktor ekonomi, faktor sosial, dan faktor budaya; (3) implikasi perempuan Bali yang bekerja di kapal pesiar terhadap lingkungan kehidupannya dibedakan rnenjadi tiga, yaitu implikasi ekonomi, sosial, dan budaya. (a) Implikasi ekonomi yaitu perempuan Bali mampu membantu keluarga untuk meningkatkan pendapatan keluarga. (b) Implikasi sosial, yaitu perempuan Bali mampu meningkatkan status sosial diri dan keluarga. Implikasi budaya yaitu perempuan Bali mampu melestarikan budaya yang dimiliki. (pps.unud/IT)

Penerimaan Semester Genap

Info1 Info2

Anak Agung Ketut Darmadi: ” PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNIBLUME) UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARlUM PADA TANAMAN TOMAT “

IMG_3716 Prof.Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc., menyerahkan penghargaan kepada Promovendus Drs. Anak Agung Ketut Darmadi, M.Si sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Senin, 14 September 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Drs. Anak Agung Ketut Darmadi, M.Si, dari Program Doktor Ilmu Pertanian dengan disertasinya yang berjudul ” PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNIBLUME) UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARlUM PADA TANAMAN TOMAT “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Penyakit layu Fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysforum f.sp. lycopersici merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman tomat. Kehilangan hasil yang diakibatkan oleh penyakit ini bisa mencapai 10-15. Pengendalian penyakit layu Fusarium pada tanaman tomat yang dilakukan oleh petani sebagian besar masih bertumpu pada penggunaan fungisida kimia sintetis, tetapi penggunaan fungisida kimia sintetis secara terus menerus bisa menimbulkan dampak negatif baik terhadap lingkungan maupun terhadap kesehatan manusia. Penggunaan ekstrak tumbuhan merupakan salah satu cara alternatif yang dianggap bersifat ramah lingkungan dan aman bagi petani dan konsumen. Penelitian ini dilakukan dalam upaya untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun kayu manis (Cinnamomum burmanni Blume) dalam menghambat pertumbuhan jamur F. oxysforum f.sp. lycopersici dan mengendalikan penyakit layu Fusarium pada tanaman tomat.

Daun kayu manis diekstrasi melalui metode maserasi menggunakan aseton sebagai pelarut. Struktur miselia jamur yang diberi perlakuan ekstrak daun kayu manis diamati menggunakan scanning electron microseope (SEM). isolasi senyawa aktif dilakukan dengan kromatografi kolom, selanjutnya identifikasi senyawa aktif dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa (KG-SM). Pengujian efektivitas formula ekstrak daun kayu manis terhadap penyakit layu Fusarium dilakukan di rumah kaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kayu manis efektif menghambat pertumbuhan jamur dengan minimum inhibitory concentration (MIC) sebesar 1  (b/v). Perlakuan ekstrak dengan konsentrasi antara I sampai 2 secara nyata (P<O,05) menghambat pertumbuhan koloni jamur, biomassa jamur dan pembentukan spora jamur. Ekstrak daun kayu manis menyebabkan kerusakan berupa pengkerutan miselia jamur F. oxysforum f.sp. lycopersici sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan jamur ini. Ditemukan 8 senyawa di dalam fraksi aktif ekstrak daun kayu manis yaitu Azulene, Propanoic acid, Phenol (4-(l,1,3,3-tetramethylbutyl)-, methyl ester, ChoJest-8(14)-en-I5-one, Phenol (2,2′ -methylenebis[ 6-(1, l-dimethylethy)- 4- ethyl); Naphthalene, dan Cannabispiran. Perlakuan formula ekstrak daun kayu manis dengan konsentrasi 2 secara nyata (P<O,05) mengurangi kejadian penyakit layu Fusarium pada tanaman tomat dengan daya hambat sebesar 80,95 dan dapat menghindari kehilangan hasil buah tomat per tanaman sebesar 63 dibandingkan dengan kontrol. (pps.unud/IT)

Perpanjangan Beasiswa Program Doktor Angkatan tahun 2012 (semester 7)

Dalam rangka peningkatan layanan bagi dosen tetap pada perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi penerima Beasiswa Pendidikan pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN), Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti menyediakan fasilitas perpanjangan BPP-DN bagi mahasiswa program Doktor (S3) angkatan tahun 2012 semester ke-7. Persyaratan untuk mengajukan perpanjangan sebagaimana dimaksud di atas dapat diunduh di :1409. Perpanjangan studi S3 angkatan 2012 smt. 7

Ni Luh Putu Agustini Karta: ” MANAJEMEN DAN PENCITRAAN DESTINASI KINTAMANI MENUJU PARJWISATA BERKELANJUTAN “

Jumat, 4 September 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ni Luh Putu Agustini Karta, SST.,SE.,MM, dari Program Doktor Pariwisata dengan disertasinya yang berjudul “MANAJEMEN DAN PENCITRAAN DESTINASI KINTAMANI MENUJU PARJWISATA BERKELANJUTAN “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_3369 Promovenda foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Destinasi Kintamani telah menjadi cikal bakal perkembangan pariwisata di Bali.  Beberapa tahun terakhir brand Destinasi Kintamani semakin tidak popular. Penelitian ini bertujuan menjelaskan perubahan paradigma dan peran manajemen Destinasi Kintamani dalam membentuk kualitas layanan, citra, kepuasan, dan loyalitas wisatawan yang secara terintegrasi mempengaruhi keberlanjutan pariwisata. Aspek manajemen berperan sebagai penyedia jasa layanan terdiri atas stakeholder. Penelitian pada aspek manajemen (sisi supply) telah dilaksanakan pada tahap I secara kualitatif melalui depth interview. Pada tahap II, dilakukan penelitian secara kuantitatif pada aspek kualitas layanan, citra, kepuasan dan loyalitas wisatawan ke Kintamani menggunakan SEM (Structural Equation Modeling). Penyebaran angket secara accidental sampling dilakukan kepada 250 wisatawan yang berkunjung ke Destinasi Kintamani. Selanjutnya pada tahap III, memverifikasi hubungan kualits layanan, citra, kepuasan, dan loyalitas dengan keberlanjutan pariwisata di Kintamani melalui Focus Group Discussion (FGD).

Temuan riset ini adalah peran dan paradigma stakeholder dalam manajemen destinasi sangat berpengaruh terhadap kualitas layanan yang diberikan di Kintamani. Aspek kualitas layanan, citra, kepuasan secara signifikan mempengaruhi loyalitas wisatawan yang berkunjung ke Kintamani. Keempat aspek tersebut dan secara langsung menentukan keberlanjutan pariwisata di Kintamani. Kebaruan riset ini adalah “baik aspek supply maupun demand, manajemen destinasi, kualitas layanan, pencitraan, dan kepuasan wisatawan mempengaruhi loyalitas wisatawan, serta secara terintegrasi mempengaruhi keberlanjutan pariwisata Destinasi Kintamani”. Riset ini menguatkan penelitian Manente (2008); Parasuraman et al. (1985, dan Jamrozy (2007). Hasil riset ini menyadarkan seluruh stakeholder bahwa manajemen destinasi, dan citra destinasi dominan mempengaruhi keberlanjutan pariwisata Destinasi Kintamai. Dengan demikian, aspek tersebut akan menjadi fokus stakeholder dalam mempertahankan dan mengembangkan pariwisata Destinasi Kintamani. Mempertimbangkan Destinasi Kintamani sebagai Daerah Tujuan Wisata Khusus (DTWK) dengan berbagai kendala dan keterbatasannya, maka riset pada aspek-aspek lain yang secara kritis dianggap mempengaruhi kelangsungan pariwisata Kintamani perlu dilakukan lebih lanjut. (pps.unud/IT)

Kuliah Perdana Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Unud

DSC00007 Rektor Unud membuka secara resmi Kuliah Perdana bagi mahasiswa baru PPs Unud 2015

Program Pascasarjana Universitas Udayana (PPs Unud) menggelar acara kuliah perdana program magister dan doktor  bagi mahasiswa baru angkatan 2015 pada Selasa (1/9) di Kampus Sudirman Denpasar. Kuliah perdana ini diselenggarakan di tiga lokasi secara serentak (Aula Pascasarjana, Gedung FK, dan di Aula Lab Agrokomplek) dengan menggunakan fasilitas teleconfrence Unud dan secara resmi dibuka oleh Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD., yang sekaligus sebagai pembicara dalam acara tersebut. Sebanyak 767 mahasiswa dari program magister dan 197 mahasiswa dari program doktor mengikuti kuliah perdana tersebut.

Dalam kuliah perdana tersebut disampaikan beberapa topik pembahasan, yaitu tujuan, strategi dan sasaran pendidikan, visi dan misi serta struktur organisasi, kewajiban mahasiswa, pengenalan sistem aplikasi akademik berbasis IT, dll.

Rektor Unud mengatakan, kuliah perdana merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun bagi mahasiswa baru yang bertujuan untuk memperkenalkan civitas akademika dan bagaimana proses belajar di Pascasarjana. Harapannya, mahasiswa PPs Unud dapat berpikir lebih tajam, mampu menganalisa dan memberi solusi terhadap masalah-masalah yang ada sesuai bidang keahliannya masing-masing, baik dalam bidang research maupun bidang ilmu pengetahuan lainnya. Kedepan, lulusan dari PPs Unud diharapkan mampu bersaing dan berkompetisi dengan dunia luar sehingga dapat mengangkat nama Indonesia di dunia internasional,” imbuhnya.

DSC00004 Direktur PPs Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K) memberi sambutan dalam acara Kuliah Perdana PPs Unud 2015

Direktur PPs Unud, Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K) mengatakan sistem pembelajran di program pascasarjana lebih banyak porsi  untuk melakukan penelitian (reasearch), mengingat kurikulum yang diterapkan adalah by research. Lebih banyak waktu untuk penelitian, mulai dari persiapan penelitian, proposal, dan juga mengikuti kuliah yang menunjang penelitiannya, serta mengikuti seminar dan publikasi karya ilmiah,” jelasnya. Kurikulum program magister ditempuh selama 4 semester sedangkan program doktor ditempuh selama 6 semester. (it.pps)