Promosi Doktor ” Dr. Sagung Chandra Yowani, S.Si,Apt.,M.Si. “

MUTASI GEN RPOB  ISOLATMYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS

MULTI DRUG RESISTANCE 885 DAN 836 SERTA KLONINGNYAPADA PLASMID PET-28A

Tuberkulosis pada manusia masih merupakan salah satu penyebab kematian di seluruh penjuru dunia. Meskipun telah diimplementasikan regimen kombinasi empat jenis obat, kejadian resistensi dan multidrug-resistant Mycobacterium tuberculosis (MDR-TB) terus meningkat. Dari beberapa hasil penelitian ditemukan bahwa hampir 90 % isolat yang resisten rifampisin, juga resisten terhadap isoniazid. Oleh karena itu, resistensi terhadap rifampisin dianggap sebagai marka yang mewakili (surrogate marker) kejadian MDR-TB. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengamplifikasi gen mutan rpoB dari MDR-TB dan merekombinasinya ke dalam vektor ekspresi.

Isolat yang digunakan pada penelitian ini adalah isolat 885 dan 836 yang telah diketahui resistensinya dari  koleksi Balai Besar Laboratorium Kesehatan Daerah Surabaya. Penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi bertingkat. Tahap pertama dilakukan amplifikasi  fragmen gen rpoB dengan metode PCR(Polymerase Chain Reaction) dilakukan pada  thermacycler Takara, dengan tahapan proses preheating pada 95°C selama 15 menit, diikuti amplifikasi awal sebanyak 45 siklus ( 1 menit pada 94°C, 1 menit pada 58°C,  1 menit pada 72°C) serta post ekstensi 5 menit pada 72°C. Tahap kedua, yaitu rekombinasi gen dilakukan dengan meligasi fragmen gen melalui situs restriksi pada sistem plamid pET 28-a, kemudian ditransformasi dengan metode heat shock ke dalam E.coli TOP10. Ekspresi protein RpoB dilakukan dalam kultur sel E.coli BL21. Untuk overekspresi protein, diinduksi dengan IPTG, kemudian pemurnian protein dilakukan dengan metode kromatografi kolom afinitas.

Hasil penelitian menunjukkan adanya mutasi pada kedua isolat.Pada isolat 885 terdapat perbedaan dari wild typesebagai berikutS594A, S626V,  dan T629A. Sedangkan pada isolat 836 terdapat beberapa perubahan yaitu C585L,S594A,D623P, dan Q624K, yang disebabkan oleh adanya insersi beberapa nukleotida. Hal ini menyebabkan  terjadinya pergeseran satu asam amino Aspartat (D) dari kodon 621 menjadi kodon ke 622.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi mutasi pada kedua isolat yang dianalisis dari hasil translasi sekuen nukleotida menjadi sekuen asam amino.Pada isolat 885, mutasi yang terjadi adalah missense mutationstransversi, sedangkan pada isolat 836 terjadi  pula frameshift mutation karena adanya insersi satu kodon.

Penelitian ini telah di uji melalui sidang terbuka ” Promosi Doktor ” Badan Perwakilan Pascasarjana Universitas Udayana yang dilaksanakan pada hari Jumat, 8 Juni 2012 yang dinyatakan lulus dan berhak memakai gelar ” DOKTOR ” dengan predikat CUM LAUDE. Dr. Sagung Chandra Yowani, S.Si, Apt.,M.Si adalah salah satu karyasiswa terbaik di Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran, masa studi yang ditempuh adalah 3 tahun 9 bulan. Doktor baru kita ini adalah Doktor yang ke 77 di PS. Ilmu Kedokteran, dan yang ke 238 di PPs. Universitas Udayana.