Pimpinan Program Pascasarjana

Magister Kajian Pariwisata

Akreditasi Magister Ilmu Hukum

The Summer Class

Seminar Research Prodia

Temu Stakeholder Magister Ilmu Hukum

Temu Stakeholder Magister Ilmu Hukum

PS. Ilmu Lingkungan di Payangan

Kunjungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau di Unud

Visitasi terhadap Usulan Penyelenggaraan Program Doktor Ilmu Lingkungan(PDIL) Unud oleh Kemenristek Dikti

Tim Assessor Kemenristek Dikti diterima oleh Rektor dan Direktur dalam Visitasi PDIL Unud

Tim Assessor Kemenristek Dikti diterima oleh Rektor dan Direktur dalam Visitasi PDIL Unud

Rabu, 1/7/2015, Tim Asesor Dikti melakukan visitasi terhadap Usulan Penyelenggaraan Program Studi Ilmu Lingkungan jenjang S3 (Doktor) dari Universitas. Acara ini adalah bagian dari syarat pengeluaran izin program studi baru. Tim asesor yang hadir adalah Prof. Dr. Adang Suwandi Ahmad (ITB), Prof. Dr. Ir.  Syamsul Rizal, M.Eng (UNSIAH), Prof. Dr. Ir. Salengke, M.Sc (UNHAS) yang didampingi oleh dua orang staf Direktorat dan Kerjasama Ditjen Dikti. Selain itu hadir juga guru besar dan doktor yang merupakan calon dosen pengajar Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Udayana. Selengkapnya…..

Ratna Saraswati: ” POLIMORFISME GEN TRANSCRIPTION FACTOR 7-LlKE 2 BERASOSIASI DENGAN KADAR GLUCAGON LIKE PEPTIDE 1 DAN INSULIN “

Jumat, 3  Juli 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Dr. Made Ratna Saraswati, SpPD-KEMD, FANASIM, dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul ” POLIMORFISME GEN TRANSCRIPTION FACTOR 7-LlKE 2 BERASOSIASI DENGAN KADAR GLUCAGON LIKE PEPTIDE 1 DAN INSULIN “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa  Transcription factor Z-ltke 2 (TCF7L2) adalah gen kerentanan (susceptibility gene) dengan asosiasi terkuat terhadap diabetes tipe 2 (DMT2). Alel risiko dari TCF7L2 memberi predisposisi untuk terjadinya DMT 2 melalui akibat yang ditimbulkannya pada sel beta pankreas. Glucagon-like peptide 1 (GLPl) adalah hormon inkretin yang disekresikan sebagai respon terhadap makanan dan meningkatkan sekresi insulin. Di sel beta pankreas, GLPI terlibat pada sintesis’ insulin, diferensiasi dan proliferasi sel.

IMG_1747

Penyerahan Sertifikat kepada Promovenda Dr. Made Ratna Saraswati, SpPD-KEMD, FANASIM

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari varian isoform mRNA yang diekspresikan di darah tepi serta perbedaan respon peningkatan GLP 1 dan perbedaan sekresi insulin pada subyek dengan dan tanpa alel risiko diabetes varian SNP gen TCF7L2, dengan rancangan observasional potong lintang analitik dan dilaksanakan di Denpasar. Subyek diambil dari populasi penelitian Legian yang telah diperiksa varian SNPs gen TCF7L2, masing-masing sebanyak 28 orang dalam setiap kelompok, matching umur uan jenis kelamin, berusia antara 30-74 tahun, rasio laki:perempuan 36:20. Kelompok pembawa alel risiko adalah subyek dengan varian heterozygote utau mutan dari SNP rs12255372 (GT atau TT), rs7903146 (CT atau TT), dan rs 10885406 (AG atau GG). Sedangkan kelompok tanpa alel risiko diabetes adalah varian wild type dari SNP rs12255372 (GG), rs7903146 (cq, dan rsl0885406 (AA). Dari 56 subyek, sebanyak 7 subyek (12,50) dengan diabetes, 13 (23,20) dengan prediabetes, dan sisanya sebanyak 36 (64,28) normal. Varian SNP gen TCF7L2 ini mengekspresikan varian isoform mRNA di darah tepi yang berbeda. Respon peningkatan GLPl setelah pemberian glukosa oral pada subyek dengan alel risiko lebih tinggi dari subyek tanpa alel risiko varian SNP gen TCF7L2, masing-masing 0,34±0,80 dan [-0,04]±0,57ng/ml (beda rerata 0,38 IK95 0,01-D,76 p=0,041). Sekresi insulin yang dinilai berdasarkan homeostasis model assessment of percentage of β-cell function (HOMA-B) pada subyek dengan alel risiko lebih rendah dari subyek tanpa alel risiko varian SNP gen TCF7L2, masing-masing 71,64±24,72 dan 103,23±68,00 (beda rerata -31,59 IK95 [-60,24]-[-2,93] p=O,Oll). Subyek dengan alel risiko memiliki kemungkinan 2 kali mengalami respon . peningkatan GLPI yang tinggi (rasio prevalensi atau RP=2,00 IK95 1,15-3,46 p=0,007), dan kemungkinan 1,47 kali mengalami HOMA-B rendah (RP=1,47 IK95 1,06-2,05 p=O,O 11), dibanding subyek tanpa alel risiko diabetes varian SNP gen TCF7L2. Respon peningkatan GLPI setelah pemberian glukosa oral tidak terbukti berbeda di antara isoform mRNA gen TCF7L2 di darah tepi. Sekresi insulin yang, dinilai dari-respon peningkatan sekresi insulin setelah pemberian’ glukosa oral pada subyek dengan varian isofonn mRNA Grup- C-C lebih tinggi dari varian isoform mRNA ·yang bukan Grup-C-C, rerata masing-masing 84,63±41 dan 62,02±38,09ng/ml (beda rerata 22,61 IK95 0,41-44,80 p=0,046).

Penelitian ini., menunjukkan bahwa polimorfisme gen TCF7L2 berasosiasi dengan kadar , GLP1 dan insulin, yaitu subyek dengan alel risiko menunjukkan respon peningkatan GLP I yang lebih tinggi dan HOMA-B yang lebih rendah dibanding subyek tanpa alel risiko diabetes varian SNP gen TCF7L2. (pps.unud/IT)

Pulumun Peterus Ginting: ” Spiritualitas Upacara Gendang Kematian Etnik Karo Pada Era Globalisasi “

Jumat, 26  Juni 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Pulumun Peterus Ginting, S.Sn., M.Sn, dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul ” Spiritualitas Upacara Gendang Kematian Etnik Karo Pada Era Globalisasi “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A.

IMG_1608

Penyerahan Sertifikat kepada Promovendus Pulumun Peterus Ginting, S.Sn., M.Sn

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa  Etnik Karo memiliki berbagai jenis upacara dalam tradisinya. Upacara gendang kematian merupakan salah satu upacara yang sangat penting dan mengandung nilai-nilai luhur yang terdapat pada semua unsurnya. Upacara gendang kematian di kalangan etnik Karo telah mengalami banyak perubahan spiritualitas pada zaman globalisasi. Perubahan yang menuju ke arah sekularisasi ini sebagai akibat dari terjadinya persemaian unsur-unsur budaya global ke dalam upacara gendang kematian etnik Karo, seperti perubahan ensambel gendang lima sendalanen menjadi keyboard, yang kemudian melahirkan bentuk dan makna baru. Disertasi ini merupakan hasil kajian terhadap sebuah realitas budaya yang terjadi di kalangan etnik Karo pada era globalisasi, yaitu perubahan spiritualitas upacara gendang kematian pada masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengkaji, dan menjelaskan berbagai perubahan yang telah terjadi pada spiritualitas upacara gendang kematian pada etnik Karo.

Pembahasan terhadap realitas budaya yang terjadi pada etnik Karo pada era globalisasi ini difokuskan pada tiga permasalahan, yaitu (1) bagaimanakah wujud spiritualitas upacara gendang kematian etnik Karo pada era globalisasi; (2) faktor-faktor apakah yang memengaruhi spiritualitas upacara gendang kematian etnik Karo pada era globalisasi; dan (3) Bagaimanakah makna dan strategi pewarisan spiritualitas upacara gendang kematian etnik Karo pada era globalisasi. Penelitian ini dirancang sebagai sebuah penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian budaya yang bersifat kritis, interdisipliner, dan mulitimensional. Ketiga permasalahan tersebut dibedah menggunakan teori dekonstruksi, teori etnomusikologi, teori komodifikasi, dan teori semiotik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan kepustakaan. Metode analisis yang digunakan deskriptif  kualitatif dan interpretatif.

Disertasi ini menawarkan tiga hal sebagai simpulan. Pertama, wujud spiritualitas upacara gendang kematian etnik Karo adalah degradasi ke arah sekularisasi terhadap nilai-nilai spiritualitas upacara gendang kematian etnik Karo. Kedua, faktor-faktor yang memengaruhi spiritualitas pada upacara gendang kematian etnik Karo mencakup internal (masyarakat pendukung, kreativitas seniman) dan ekstemal (kristenisasi, industri budaya, media elektronik). Ketiga, makna spiritualitas upacara gendang kematian etnik Karo meliputi spiritualitas pramodem, modem, postmodem, perubahan sosial budaya dan strategi pewarisan yang meliputi keluarga, masyarakat, pemerintah dan revitalisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa perjumpaan dan interaksi antara budaya lokal dan budaya global di kalangan etnik Karo telah meminggirkan nilai-nilai budaya lokal dan mendapatkan nilai baru. Akibatnya, upacara gendang kematian di kalangan etnik Karo mengalami degradasi ke arah sekularisasi. (pps.unud/IT)

Single Sign On (SSO) di Unud

Bukit Jimbaran, Sosialisasi IMISSU (Integrated Management Information System Of Unud) dilaksanakan hari Kamis, (25/06/2015) di Lt.III Ruang Bangsa Gedung Rektorat Universitas Udayana pada pukul 09.00 WITA. Acara ini resmi dibuka oleh Bapak Prof.Dr.drh. I Made Damriyasa, MS (Pembantu Rektor Bidang Akademik/PR I) dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa tujuan dari sosialisasi ini berfokus kepada SIMAK (Sistem Informasi Manajemen Akademik) agar lebih efektif dan efisien dimana data mahasiswa masih banyak yang perlu diperbaiki. Maka dari itu Bapak Prof.Dr.dr.Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD (Rektor Universitas Udayana) membentuk USDI (Unit Sumber Daya Informasi) untuk membangun IMISSU dimana visi dari IMISSU ini adalah “Bersatu Membangun Universitas Udayana”. Pembentukan IMISSU ini juga berfungsi agar Dosen tidak repot menyusun beban kerja dosen. Dan target tanggal 2 Juli 2015 ini sistem IMISSU dapat dioperasikan. Selengkapnya….

Seminar dan Workoshop Indeksasi Jurnal

DOAJ

Foto: Kegiatan Seminar dan Workshop Indeksasi Jurnal

Selasa, 23 Juni 2015. Program Pascasarjana Universitas Udayana (PPs Unud) mengadakan seminar indeksasi jurnal terakreditasi Dikti, dan workshop pendaftaran Google Scholar serta Directory of Open Access Journal (DOAJ). Kegitan ini dibuka secara resmi oleh Direktur PPs Unud Prof. Dr. dr. A. A. Raka Sudewi, Sp.S(K)., serta mengahadirkan Prof. Dr. Ir. IB. Putra Manuaba, M.Phill (Pembicara), Yorris Adi Maretta (Associate Editor DOAJ) serta Prof. Dr. Made Budiarsa, MA (Moderator). Seluruh peserta dan Kaprodi di lingkungan PPs Unud turut hadir dan dengan antusias mengkuti kegiatan ini.

Sesuai dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), Program Pascasarjana merupakan salah satu jenjang pendidikan tinggi secara formal yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Dosen perguruan tinggi dituntut untuk meningkatkan kualitas dan kompetensinya, sehingga dalam transfer-knowledge, mahasiswa peserta didik dapat memperoleh dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih baik. Dalam pendidikan program pascasarjana, seorang kandidat harus dapat menyelesaikan pendidikannya sesuai dengan batas waktu maksimal yang telah ditetapkan. Selain itu, Kemenristek Dikti secara strategis telah mencanangkan bahwa dosen yang memenuhi kualifikasi S2/S3 harus ditingkatkan dari tahun ke tahun; jumlah publikasi artikel ilmiah pada jurnal yang terakreditasi dan penulisan buku ajar meningkat; dan ada peningkatan jumlah perolehan paten. Tentunya hal tersebut dapat dicapai hanya dengan modal  kerja keras dari semua dosen perguruan tinggi, konsisten dan mempunyai komitmen yang tinggi. Salah satu kegiatan untuk mendukung hal tersebut, PPs Unud menyelenggarakan seminar workshop ini, tegas Direktur.

Kegiatan ini diharapkan agar semua pengelola jurnal ilmiah yang ada di program studi di lingkungan PPs Unud mampu mengelola dengan baik sehingga hasil-hasil karya ilmiah mahasiswa dapat terpublikasikan dan terindek oleh jurnal nasional maupun internasional. Google Scholar dan DOAJ adalah salah satu alternatif penyedia layanan yang dapat  membantu dalam pengelolaan database elektronik jurnal yang secara sederhana dan luas baik itu berupa tesis, disertasi, jurnal, serta repository online, imbuhnya.

Peserta kegiatan sangat antusias dan dengan seksama mengikuti seminar dan workshop ini sampai selesai. Mereka mengharapkan agar kegiatan ini tidak hanya sebatas seminar dan workshop sehari saja, diharapakan dapat berlanjut secara periodik dan konsisten.

Setelah dilakukan workshop kurang lebih 20 jurnal program studi telah berhasil didaftarkan di Google Scholar dari 35 program studi yang ada. Selanjutnya  jurnal-jurnal tersebut akan didaftarkan ke DOAJ sehingga lebih akan terindeksasi di jurnal-jurnal internasional terakreditasi. (pps)

PELEPASAN KARYASISWA PROGRAM DOUBLE DEGREE INDONESIA-FRANCIS PROGRAM MAGISTER KAJIAN PARIWISATA PROGRAM PASCASARJANA OLEH REKTOR UNIVERSITAS UDAYANA

Hari ini Senin, 16 Agustus 2010 pada pukul 08.30 wita bertempat di Ruang Sidang BPPS Program Pascasarjana Universitas Udayana, telah berlangsung acara akedemik yaitu Pelepasan Karyasiswa Peserta Double Degree Indonesia –Francis, Program Magister, Program Studi Kajian Pariwisata, Program Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar. Acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Udayana, Direktur Pascasarjana Universitas Udayana, Asisten Direktur I Program Pascasarjana Universitas Udayana, Ketua Program Studi Magister Kajian Pariwisata beserta Sekretaris Program Studi, serta dua belas (12) orang karyasiswa peserta Program Double Degree Indonesia – Francis yang akan dilepas untuk melanjutkan studi di Negara Perancis selama satu (1) tahun. Dimana tujuh (7) orang karyasiswaakan melanjutkan studinya di ESTHUA Angers Universite, dan lima (5) orang karyasiswa melanjutkan studinya di IREST Universite Paris 1 Pantheon – Sorbonne.

Acara diawali dengan Laporan dari Ketua Program Studi Magister Kajian Pariwisata, yang memaparkan bagaimana terbentuknya Program Double Degree Indonesia – Francis, berapa persentase / kuota yang diperoleh oleh Universitas Udayana untuk dapat menerima mahasiswa Program Double Degree, serta sekaligus memperkenalkan masing – masing karyasiswanya. Dilanjutkan dengan pengarahan singkat dari Rektor kepada karyasiswa yang akan dilepas, dan pelepasan secara resmi ke dua belas (12) orang karyasiswa Peserta Program Double Degree Indocesia – Francis oleh Rektor Universitas Udayana. Ke dua belas  (12) karyasiswa itu adalah :

  1. M. Fauzan Noor, SE.Par ( Politeknik Negeri Padang )  ke ESTHUA Angers Universite
  2. Dra. I Made Rai Erawati ( Politeknik Negeri Bali )  ke ESTHUA Angers Universite
  3. Drs. I Ketut Budarma ( Politeknik Negeri Bali )  ke ESTHUA Angers Universite
  4. Ira resmayasari, SS ( Direktorat Program Diploma IPB ) ke ESTHUA Angers Universite
  5. Kania Sofiantina Rahayu, S.I.Kom ( Direktorat Program Diploma IPB ) ke ESTHUA Angers Universite
  6. Bedi Mulyana, S.Hut ( Direktorat Program Diploma IPB ) ke ESTHUA Angers Universite
  7. Rini Ekasari, SS ( Politeknik Negeri Padang ) ke ESTHUA Angers Universite
  8. Hikmah Trisnawati, S.Ant ( Politeknik Terpikat Padang ) ke IREST University of Paris 1, Pantheon Sorbonne
  9. Deni Endriani, SS ( Politeknik Negeri Padang ) ke IREST University of Paris 1, Pantheon Sorbonne
  10. Ranti Komala Dewi, SS ( Politeknik Negeri Padang ) ke IREST University of Paris 1, Pantheon Sorbonne
  11. Rossi Evita, SE ( Politeknik Terpikat Sambas ) ke IREST University of Paris 1, Pantheon Sorbonne
  12. Fajriyatul Hajjah, SE ( Politeknik Terpikat Sambas ) ke IREST University of Paris 1, Pantheon Sorbonne

Acara ditutup pada pukul 09.30 wita dengan memberikan ucapan selamat jalan dan selamat belajar kepada para karyasiswa yang dilepas, serta foto bersama Rektor, Direktur, Asisten Direktur I, Ketua Program Studi dan Sektertaris Program Studi Magister Kajian Pariwisata, Program Pascasarjana Universitas Udayana.

I Nyoman Tingkat: ” REPRESENTASI CITRA GURU DALAM CERPEN DAN NOVEL KARYA PENGARANG BALI “

Rabu, 24  Juni 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus I Nyoman Tingkat, SS.,M.Hum, dari Program Doktor Linguistik dengan disertasinya yang berjudul ” REPRESENTASI CITRA GURU DALAM CERPEN DAN NOVEL KARYA PENGARANG BALI “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa  Kompleksitas persoalan guru tidak hanya menjadi sumber  inspirasi bagi pengarang Sastra Indonesia Modern (SIM), tetapi juga menjadi daya tarik bagi pengarang Sastra Bali Modern (SBM), sejak zaman kolonial hingga kini. Pengarang Bali yang menulis SIM tentang persoalan guru dalam konteks budaya Bali adalah Putu Wijaya dan Gde Aryantha Soethama. Pengarang Bali yang menulis SBM tentang kompleksitas persoalan guru adalah Gde Srawana, Djelantik Santha, Bawa Samar Gantang, I Nyoman Manda, Agung Wiyat. S Ardhi, I Made Sugianto. Para pengarang itu menampilkan persoalan guru menghadapi perkembangan pariwisata yang makin menggila, perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, di samping berjuang mengukuhkan tradisi, adat, budaya, dan agama agar tetap ajeg di tengah arus perubahan zaman. Bertalian dengan wacana guru yang makin marak itu, penelitian ini mengangkat topik guru dalam karya pengarang Bali, dengan sejumlah alasan. Pertama, wacana tentang guru muncul secara berulang dalam karya cerpen dan novel pengarang Bali sejak zaman kolonial sampai reformasi. Kedua, penelitian tentang tokoh guru dalam novel dan cerpen karya pengarang Bali itu, sampai saat ini belum ditemukan . penelitian secara bersama-sama. Selama ini, kajian tentang karya pengarang Bali masih bersifat sektoral, terbatas pada satu pengarang dan nyaris belum ada yang meneliti tokoh gurunya. Ketiga, sejumlah pengarang Bali cukup intens menempatkan sosok guru dengan segala problematikanya, yang tidak mungkin terlepas dari kevakuman sosial dan dinamika zaman. Mereka tidak cukup dengan menulis satu cerpen tentang guru tetapi juga menulis novel dan esai tentang guru seperti dilakukan Aryantha dan Putu Wijaya.

IMG_1550

Penyerahan Sertifikat kepada Promovendus I Nyoman Tingkat, SS.,M.Hum

Keempat, tokoh guru dalam  cerpen dan novel karya pengarang Bali itu ditulis oleh pengarang yang berbeda latar belakang kepengarangannya, SIM dan SBM. Perbedaan pengarang juga tampak dari latar belakang profesi guru dan nonguru. Kelima, kompleksitas persoalan yang dihadapi guru juga penting untuk melihat cara pengarang memanfaatkan isu yang berkembang di masyarakat Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya terkait dengan profesi guru yang belakangan ini sarat dengan beban psikologis, sosiobudaya, dan kultural akademik yang dari tahun ke tahun dirasakan makin berat. Beban-beban itu tidak saja berkaitan langsung dengan profesi guru, tetapi juga berbenturan dengan beban adat dan budaya yang sulit dipisahkan dari tradisi ritual agama Hindu di Bali. Keenam, para pengarang Bali yang karyanya diteliti ini telah mendapat pengakuan publik sastra atas capaian mereka sebagai pengarang yang dibuktikan dengan penghargaan bertaraf nasional dan regional yang telah diterima masing-masing pengarang. Putu Wijaya pada 1980 menerima hadiah Sastra ASEAN, Aryantha menerima penghargaan Khatulistiwa Literary Award 2006, sedangkan Djelantik Santha, Nyoman Manda, Agung Wiyat S Ardhi telah menerima penghargaan Rancage atas karya-karya dan dedikasinya dalam SBM.

Secara spesifik tujuan penelitian ini adalah (1) mengungkapkan bentuk citra guru yang direpresentasikan dalam cerpen dan novel karya pengarang Bali; (2) mengungkapkan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan citra guru dalam cerpen dan novel berdasarkan persepsi pengarang Bali; dan (3) mengungkapkan makna perilaku tokoh guru dalam cerpen dan novel karya pengarang Bali sesuai dengan konteks zamannya. (pps.unud/IT)

Pengumuman Migrasi SIMAK

Diumumkan kepada seluruh civitas akademika UNUD, sehubungan dengan akan adanya proses migrasi server SIMAK, sehingga SIMAK tidak akan bisa diakses hingga migrasi server selesai dilakukan yaitu pada hari Selasa, 23 Juni 2015  yang dimana dalam proses masuk ke SIMAK yang baru  melalui tahapan sebagai berikut:

  1. Mengakses website unud (www.unud.ac.id) —-> menu IMISSU (Sistem Informasi Terintegrasi).
  2. Di halaman IMISSU pada input username menggunakan gabungan userid dan username SIMAK yang terdahulu, kemudian kolom password menggunakan password sama dengan password SIMAK yang terdahulu.

Petunjuk lengkap tentang SIMAK terintegrasi akan diinformasikan saat pelatihan SIMAK yang diadakan pada tanggal 25-26 Juni 2015.

Kami mohon permakluman atas ketidaknyaman ini dan terimakasih atas kerjasamanya.

I Ketut Suweca: ” PENGARUH FAKTOR SUMBER DAYA, PEMBERDAYAAN, STRATEGI BERSAING, DAN KONDISI FISIK PASAR TERHADAP KEBERDAYAAN PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DI BALI “

Senin, 22  Juni 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Drs. I Ketut Suweca, M.Si, dari Program Doktor Ilmu Ekonomi dengan disertasinya yang berjudul ” PENGARUH FAKTOR SUMBER DAYA, PEMBERDAYAAN, STRATEGI BERSAING, DAN KONDISI FISIK PASAR TERHADAP KEBERDAYAAN PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DI BALI “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A..

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa  Pasar bermula dari keinginan sejumlah orang untuk memenuhi kebutuhannya. Pada mulanya transaksi dilakukan dengan sistem barter, yakni dengan cara tukar-menukar barang yang dimiliki dengan barang yang dikehendaki. Dalam perkembangannya, transaksi dilakukan dengan mata uang sebagai alat tukar dan penilai suatu barang sehingga terciptalah pasar tradisional.

IMG_1423

Penyerahan Sertifikat kepada Promovendus Drs. I Ketut Suweca, M.Si

Gambaran pasar tradisional tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakat Bali, bahkan telah menjadi bagian dari budaya. Kini, pasar tradisional harus bersaing dengan pasar modern yang memiliki beberapa kelebihan, di antaranya dikelola oleh pemodal besar dalam bentuk hypermarket, supermarket, dan minimarket. Pasar modern menghapus pola tawar-menawar. Pembeli dengan mudah mengetahui harga dengan melihat label harga yang tertera pada barcode sedangkan pelayanan dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Pasar modern menyediakan bahan makanan, barang yang dapat bertahan lama, dengan berbagai pilihan. Perkembangan pasar modern cenderung menguntungkan konsumen karena persediaan yang beragam dan pelayanan yang lebih baik. Bagaimanapun juga, perkembangan pasar modern berdampak terhadap keberadaan pasar tradisional. Oleh karena itu, perlu revitalisasi pasar tradisional melalui penelusuran mendalam terhadap faktor-faktor yang berpengaruh dalam menjaga eksistensi pasar tradisional.

Adapun tujuan penelitian yang mengungkap fenomena yang dihadapi pasar tradisional di Bali ini adalah sebagai berikut:

1)         Untuk mengetahui pengaruh variabel sumberdaya pedagang terhadap pemberdayaan pedagang pasar tradisional.

2)         Untuk mengetahui pengaruh variabel sumber daya pedagang terhadap kondisi fisik pasar tradisional.

3)         Untuk mengetahui pengaruh variabel sumberdaya pedagang terhadap strategi bersaing pedagang pasar tradisional.

4)         Untuk mengetahui pengaruh variabel pemberdayaan pedagang terhadap kondisi fisik pedagang pasar tradisional.

5)         Untuk mengetahui pengaruh variabel pemberdayaan terhadap strategi bersaing pedagang pasar tradisional.

6)         Untuk mengetahui pengaruh variabel kondisi fisik pasar terhadap strategi bersaing pedagang pasar tradisional.

7)         Untuk mengetahui pengaruh variabel kondisi fisik pasar terhadap keberdayaan pedagang pasar tradisional.

8)         Untuk mengetahui pengaruh variabel strategi bersaing terhadap keberdayaan pedagang pasar tradisional.

9)         Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung sumber daya pedagang terhadap kondisi fisik pasar tradisional melalui pemberdayaan.

10)     Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung sumber daya pedagang terhadap strategi bersaing pedagang melalui kondisi fisik pasar.

11)     Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung sumber daya pedagang terhadap keberdayaan pedagang melalui pemberdayaan, kondisi fisik pasar, dan strategi pedagang.

12)     Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung pemberdayaan pedagang terhadap strategi bersaing pedagang melalui kondisi fisik pasar.

13)     Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung pemberdayaan pedagang terhadap keberdayaan pedagang melalui kondisi fisik pasar dan strategi bersaing pedagang.

(pps.unud/IT)

Ni Wayan Sri Ariyani: ” PERAN MEDIASI CUSTOMER RELATIONSHIP MARKETING DALAM MENINGKATKAN KINERJA BISNIS BERBASIS BUDAYA ORGANISASI DAN SUMBER DAYA TEKNOLOGI INFORMASI: STUDI PADA INDUSTRI KOMPUTER DI INDONESIA “

Jumat, 19  Juni 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ir. Ni Wayan Sri Ariyani, MM., dari Program Doktor Manajemen dengan disertasinya yang berjudul ” PERAN MEDIASI CUSTOMER RELATIONSHIP MARKETING DALAM MENINGKATKAN KINERJA BISNIS BERBASIS BUDAYA ORGANISASI DAN SUMBER DAYA TEKNOLOGI INFORMASI: STUDI PADA INDUSTRI KOMPUTER DI INDONESIA “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

IMG_1373

Penyerahan Sertifikat kepada Promovenda Ir. Ni Wayan Sri Ariyani, MM.

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa  Ketatnya persaingan bisnis telah mengubah perilaku konsumen dan lingkungan bisnis dalam segala bidang usaha. Kondisi tersebut menimbulkan pergeseran paradigma dalam dunia pemasaran, yakni dari transactional marketing ke relationship marketing. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan pengaruh budaya organisasi terhadap CRM pada industri komputer di Indonesia; (2) menjelaskan pengaruh sumber daya TI terhadap CRM pada industri komputer di lndonesia; (3) menjelaskan pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja bisnis pada industri komputer di Indonesia; (4) menjelaskan pengaruh sumber daya TI terhadap kinerja bisnis pada industri komputer di Indonesia; (5) menjelaskan pengaruh CRM terhadap kinerja bisnis pada industri komputer di Indonesia; (6) memprediksi peran mediasi CRM berbasis budaya organisasi terhadap kinerja bisnis pada industri komputer di Indonesia; (7) memprediksi peran mediasi CRM berbasis sumber daya TI terhadap kinerja bisnis pada industri komputer di Indonesia; (8) menemukan peran mediasi CRM berbasis budaya organisasi dan sumber daya TI dalam meningkatkan kinerja bisnis pada industri komputer di Indonesia.

Penelitian ini menggunakan metode desain campuran. Tahap pertama adalah desain kuantitatif untuk menguji peran mediasi CRM dalam meningkatkan kinerja bisnis berbasis budaya organisasi dan sumber daya TI dengan menggunakan 357 responden. Tahap kedua adalah desain kualitatif untuk mengetahui secara mendalam variabel yang tidak signifikan terhadap kinerja bisnis dengan menggunakan 22 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) budaya organisasi berpengaruh positif, tetapi tidak signifikan terhadap CRM; (2) sumber daya TI berpengaruh positif dan signifikan terhadap CRM; (3) budaya organisasi berpengaruh positif, tetapi tidak signifikan terhadap kinerja bisnis; (4) sumber daya TI berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis; (5) CRM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis; (6) peran mediasi CRM berbasis budaya organisasi tidak mampu memengaruhi secara signifikan kinerja bisnis; (7) peran mediasi CRM berbasis sumber daya TI mampu memengaruhi secara signifikan kinerja bisnis; (8) dalam meningkatkan kinerja bisnis pada industri komputer di Indonesia diperlukan peran mediasi CRM agar budaya organisasi dan sumber daya TI yang dibawa oleh principal atau distributor melalui reseller bisa diterima oleh konsumen. (pps.unud/IT)