Pimpinan Program Pascasarjana

Tari Cakrawartin dan Padus Pascasarjana

Kuliah Perdana

Pengabdian Kepada Masyarakat

Lokakarya Pascasarjana Unud

Kemristekdikti Lahirkan “BUDI”

Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia yang disingkat sebagai BUDI, yaitu program beasiswa baru dari Pemerintah Indonesia untuk melanjutkan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana, baik dalam negeri maupun luar negeri, yang selama ini dikelola Ditjen Sumberdaya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

BUDI diciptakan khusus untuk dosen tetap Indonesia dari Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta di bawah lingkup Kemenristekdikti. Dengan demikian diharapkan jumlah dosen tetap yang diampu oleh Kemristekdikti akan terus ditingkatkan kuantitas serta kualitasnya.

BUDI merupakan program bersama antara Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) dengan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) yang diharapkan menjadi milestone kegiatan lintas kementerian.

“Dengan mengkolaborasikan pengalaman panjang pengelolaan beasiswa yang telah dikuasai oleh Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti dengan keunggulan cash management yang dimiliki oleh LPDP, sinergi ini akan menguntungkan para penerima beasiswa karena diharapkan proses penerimaan uang beasiswa akan berjalan lebih lancar,” ujar M. Nasir (Menristekdikti) dalam sambutannya pada peluncuran BUDI di Puspiptek Serpong (02/05).

Pada kesempatan yang sama ditandatangani pula nota kesepahaman antara Dirjen SDID Ali Ghufron dengan Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo

BUDI terbuka untuk semua dosen tetap dari perguruan tinggi negeri/swasta yang telah memiliki NIDN/NIDK (Nomor Induk Dosen Nasional/Nomor Induk Dosen Khusus) dan persyaratan-persyaratan lain yang tertera pada www.budi.ristekdikti.go.id. Seleksi beasiswa secara sinergi akan dilakukan antara Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Pascasarjana, Ditjen SDID dan LPDP untuk pendidikan pascasarjana di dalam negeri.  Sedangkan untuk pendidikan pascasarjana di luar negeri seleksi dilakukan secara bersama oleh Ditjen SDID dengan LPDP.

BUDI menyalurkan dana beasiswa sesuai dengan standar LPDP, baik dalam hal besaran maupun mekanisme pencairan dananya. Beasiswa ini akan memantau perkembangan kemajuan studi penerima beasiswa dan kinerja perguruan tinggi penyelenggara pendidikan pascasarjana.

Kini seluruh dosen di Indonesia memiliki peluang lebih luas lagi untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensi. Diharapkan seluruh dosen dapat berkompetisi secara sehat dan mempergunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga memberi kontribusi tinggi bagi proses belajar dan mengajar yang berjalan lebih cemerlang. Dengan demikian diharapkan pula akan tercetak generasi anak didik berkualitas yang memiliki daya saing di dunia internasional, serta berkepribadian mulia. (Sumber: Kemenristek Dikti,2016)

Pius Bere : ” Reformulasi Sanksi Pidana Tambahan Pembayaran Uang Pengganti Dalam Undang Undang Tindak Pidana Korupsi “

Senin, 25 April 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Pius Bere, S.H.,M.Hum dari Program Doktor Ilmu Hukum dengan disertasinya yang berjudul Reformulasi Sanksi Pidana Tambahan Pembayaran Uang Pengganti Dalam Undang Undang Tindak Pidana Korupsi “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

IMG_8823

Promovendus foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Tindak pidana korupsi di lndonesia sudah terjadi secara massif, terstruktur dan meluas melibatkan berbagai elemen masyarakat mulai dari pihak legislatif, eksekutif dan yudikatif bahkan korupsi telah merambah pada sector swasta dan menimbulkan kerugian keuangan negara dan perekonomian negara, melanggar hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini difokuskan pada masalah “Reformulasi Sanksi Pidana Tambahan Pembayaran Uang Pengganti Dalam Undang Undang Tindak Pidana Korupsi” sebagai upaya pengembalian kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi. Ada norma hukum yang kabur dalam ketentuan Pasal 17 dan Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999, yang terlihat dari penggunan frasa “dapat” dalam rumusan norma pasal dimaksud, sehingga penerapan pidana tambahan “Pembayaran Uang Pengganti” sesuai ketentuan Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 sangat tergantung pada diskresi hakim.

Masalah yang dikaji yaitu (1) Mengapa diperlukan sanksi pidana tambahan pembayaran uang pengganti dalam undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi?; (2) Bagaimana formulasi/rumusan sanksi pidana tambahan pembayaran uang pengganti dalam undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi? dan (3) Bagaimana sebaiknya formulasi / rumusan sanksi pidana pembayaran uang pengganti dalam undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi perspektif ius constituendum? Penelitian ini termasuk tipe penelitian hukum normatif, yang mengandalkan sumber bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder . Metode pendekatan yang digunakannya itu pendekatan perundang-undangan, pendekatan komparatif, pendekatan sejarah dan pendekatan filosofis.Teknik analisis bahan hukum dilakukan melalui tahapan inventarisasi, sisternatisasi, interpretasi dan evaluasi terhadap bahan hukum.

Hasil penelitian membuktikan bahwa pengaturan sanksi pidana tambahan pembayaran uang pengganti dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi memiliki urgensitas sebagai upaya pengembalian kerugian keuangan negara. Rumusan norma sanksi pidana tambahan dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 bersifat fakultatif sehingga penerapannya tergantung pada diskresi hakim, yang berdampak sering terjadi disparitas pemidanaan yang menciderai rasa keadilan masyarakat. Penulis mengusulkan agar sanksi pidana tambahan pembayaran uang pengganti ditetapkan sebagai salah satu jenis pidana pokok dengan formulasi/rumusan norma “wajib” diterapkan terhadap pelaku tindak pidana korupsi sebagai sarana untuk mengembalikan kerugian negara. Selain itu, Jaksa wajib menyita harta benda terpidana ketika terpidana tidak membayar uang pengganti. Demikian juga jika terpidana tidak memiliki harta benda yang cukup untuk membayar uang pengganti, maka terpidana harus dihukum dengan pidana penjara minimal selama 5 (lima) tahun penjara untuk memberikan efek jera. (pps.unud/IT)

A.A. Istri Kesumadewi : ” EVALUASI KERUSAKAN TANAH BUDIDAYA SAYURAN DAN POTENSI BAKTERI PELARUT FOSFAT DALAM MENINGKATKAN HASIL BAWANG DAUN (ALLIUM PORUM, L.) DI DESA CANDIKUNING “

Jumat, 22 April 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ir. A.A. Istri Kesumadewi, M.Si dari Program Doktor Ilmu Pertanian dengan disertasinya yang berjudul EVALUASI KERUSAKAN TANAH BUDIDAYA SAYURAN DAN POTENSI BAKTERI PELARUT FOSFAT DALAM MENINGKATKAN HASIL BAWANG DAUN (ALLIUM PORUM, L.) DI DESA CANDIKUNING “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

IMG_8769

Promovenda foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Hubungan antara budidaya sayuran pada Andisol dataran tinggi dengan kerusakan tanah dan bakteri pelarut fosfat (BPF) merupakan issue penting. Oleh karena itu, sebuah penelitian telah dilakukan untuk mengetahui: (I) kerusakan tanah budidaya sayuran dan perbedaan indeks kerusakan tanah antar pola tanam sayuran, (2) perbedaan total populasi dan kemampuan in vitro BPF antar pola tanam dan jenis tanaman sayuran, (3) jenis BPF terbaik, dan (4) pengaruh BPF terbaik terhadap hasil tanaman bawang daun dan jumlah pupuk P yang dapat disubstitusi.

Penelitian dilakukan dalam empat tahap percobaan untuk mencapai tujuan diatas. Percobaan tersebut adalah (I) evaluasi kerusakan tanah budidaya sayuran pada pola tanam (monokultur selada, monokultur bawang daun dan strip intercroppingi, (2), penghitungan jumlah total populasi dan kemampuan BPF dari jenis penggunaan lahan dan tanaman tersebut, (3) seleksi dan identifikasi spesies isolat BPF terbaik, dan (4) pengujiannya pada tanaman bawang daun (Allium porum, L.) dengan media tanam tanah dari ketiga pola tanam sayuran di atas. Penelitian pertama dan kedua dilakukan dengan metode survey dilanjutkan dengan analisis laboratorium, sedangkan penelitian ketiga dan keempat dirancang dengan RAL 3 ulangan pada penelitian laboratorium dan rumah kaca.

IMG_8772

Pemberian ucapan selamat kepada keluarga promovenda

Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya sayuran di Desa Candikuning memperbaiki sifat kimia tanah, namun menurunkan kadar air kapasitas lapang, dan berdampak negatif terhadap beberapa sifat biologi tanah. Budidaya sayuran tidak menyebabkan kerusakan tanah yang dicirikan oleh indeks positif kerusakan tanah sebesar 33,60% (monokultur selada); 32,07% (strip intercropping); dan 25,16% (monokultur bawang daun). Tanah pada pola tanam strip intercropping dan rhizosfer tanaman wortel memiliki total populasi BPF tertinggi, yaitu berturut-turut sebesar 19,91×106 dan 16,49x 106 CFU g-1 tanah. Isolat BPF terbaik 98,81% identik dengan Enterobaeter asburiae dan mampu menyubstitusi 50% (155,5 kg ha-1) kebutuhan pupuk P tanpa menurunkan hasil tanaman bawang daun pada tanah monokultur bawang daun dan strip intercropping. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah (1) budidaya sayuran memperbaiki sifat kimia tanah namun berdampak negatif terhadap sifat fisika dan biologi tanah, (2) pola tanam strip intercropping dan budidaya wortel terbaik dalam menjaga populasi BPF, (3) isolat BPF indegenus terbaik tergolong E. asburiae, dan (4) isolat tersebut menghemat penggunaan pupuk’ SP36 sebesar 50% dari dosis pupuk (155,5 kg SP36 ha-1) untuk tanaman bawang daun pada tanah monokultur bawang daun dan strip intercropping. (pps.unud/IT)

I NYOMAN SUKERNA : ” TRANSFORMASI TRADISI BARONG NGELAWANG DI KAWASAN PARIWISATA UBUD, GIANYAR, BALI “

Senin, 11 Maret 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul TRANSFORMASI TRADISI BARONG NGELAWANG DI KAWASAN PARIWISATA UBUD, GIANYAR, BALI “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A.

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Masyarakat Bali terkenal dengan keunikan berbagai tradisi keagamaan dan budayanya. Salah satu tradisi yang masih berlangsung sampai sekarang adalah pementasan barong mengelilingi desa (ngelawang). Aktivitas yang dilakukan pada setiap Hari Raya Galungan dan Kuningan serta Sasih Kanem, bertujuan untuk menetralisir kekuatan dan pengaruh negatif (sebagai penolak bala) secara ritual. Globalisasi membawa nilai-nilai baru menyentuh semua sendi-sendi kehidupan, salah satu di antaranya adalah terjadi transformasi dalam tradisi barong ngelawang. Penelitian ini bertujuan untuk membahas pola transformasi, ideologi, dan pemaknaan masyarakat terhadap tradisi barong ngelawang di kawasan pariwisata Ubud Gianyar Bali.

Penelitian yang dirancang sebagai penelitian kualitatif dengan pendekatan dari berbagai aspek ini, melihat tradisi barong ngelawang sebagai sebuah teks untuk dipahami konteksnya, mengapa, dan bagaimana semua itu dilakukan. Sebagai alat analisis dalam rangka mencari jawaban atas berbagai pertanyaan yang dirumuskan dalam penelitian ini digunakan empat teori, yaitu teori praktik sosial, teori ideologi, teori dekonstruksi, dan teori semiotika. Pengumpulan data dalam penelitian ini didapat melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Penelitian dengan mengaplikasikan metode deskriptif interpretatif ini, hasil kajiannya menunjukkan sebagai berikut. (1) Pola transformasi dalam tradisi barong ngelawang di Ubud selain dari sakral ke sekuler, juga terdapat pola transformasi dari sekuler ke sakral. Pola transformasi barong ngelawang juga terjadi dalam aktivitas ngelawang utamanya yang terkait dengan dimensi ruang dan waktu; (2) Ideologi yang mendasari dalamaktivitas barong ngelawang sakral maupun sekuler di Ubud terdapat dominasi landasan ideologi yang berbeda-beda. Kegiatan barong ngelawang sakral, landasan ideologi yang kuat adalah ideologi religi. Dalam aktivitas barong ngelawang sekuler didominasi oleh ideologi pasar; dan (3) Nilai-nilai yang dapat diungkap sehubungan dengan pemaknaan terhadap aktivitas barong ngelawang di Ubud dalam konteks ideologis adalah makna agama dan makna kesenian. Dalam konteks struktur sosial, makna stratifikasi sosial, makna pembagian kerja, dan makna pendidikan. Makna ekonomi dalam konteks infrastruktur . Ada dua temuan dalam penelitian ini, yiatu (1) Pola transformasi tradisi barong ngelawang di Ubud selain dari sakral ke sekuler juga ada yang dari sekuler ke sakral. Sesuai dengan teori modernisasi yang secara umum menganggap hal yang sakral cenderung menjadi sekuler atau terjadi desakralisasi. Pola transformasi barong ngelawang di Ubud menunjukkan fenomena yang terjadi tidak seperti itu. (2) Barong ngelawang di Ubud telah mengalami transformasi dari sekala yang kecil ke sekala yang lebih luas. Pada awalnya barong ngelawang berdimensi religiusitas dan berkesenian, lalu menuju dimensi sosial khususnya identitas. Oleh karena itu, jumlah barong di Ubud menjadi semakin bertambah secara kuantitas. (pps.unud/IT)

I GEDE YUDARTA : ” REPRODUKSI SENI KEKEBYARAN DI KOTA MATARAM NUSA TENGGARA BARAT “

Jumat, 8 Maret 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus I Gede Yudarta, S.SKar., M.Si dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul REPRODUKSI SENI KEKEBYARAN DI KOTA MATARAM NUSA TENGGARA BARAT “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A.

IMG_8661

Promovendus foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Seni kakebyaran merupakan seni pertunjukan beridentitas budaya Bali yang sangat populer tidak saja di Bali, namun sudah meluas menembus ke wilayah propinsi, negara- negara di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, penyebaran seni kakebyaran terjadi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh penguasa di Kota Mataram lewat jargon “Maju, Religius dan Berbudaya”, menegaskan orientasi pembangunan di Kota Mataram mempergunakan pendekatan nilai-nilai keagamaan yaitu Islam dan mengurangi simbol agama dan budaya lain. Situasi seperti itu, menjadi tantangan bagi masyarakat etnik Bali untuk mengembangkan seni, tradisi dan budaya khususnya pengembangan seni kakebyaran.

IMG_8662

Pemberian ucapan selamat kepada keluarga promovendus

Fenomena ini menjadi ranah studi budaya yang sangat menarik diteliti secara lebih mendalam. Terdapat tiga permasalahan terkait dengan fenomena tersebut yaitu: 1) bentuk dan fungsi reproduksi seni kakebyaran, 2) mengapa terjadi reproduksi seni kakebyaran serta 3) bagaimanakah dampak dan makna reproduksi seni kakebyaran terhadap masyarakat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Penelitian dilaksanakan dengan mempergunakan metode kualitatif sesuai dengan kaidah penelitian ilmiah dan paradigma kajian budaya. Untuk menganalisis permasalahan tersebut dipergunakan tiga teori diantaranya teori reproduksi budaya, teori identitas dan teori semiotika. Ketiga teori tersebut dipergunakan secara eklektis untuk membahas substansi pokok bahasan. Hasil analisis pembahasan dari rumusan permasalahan dideskripsikan sebagai berikut: pertama, bentuk reproduksi seni kakebyaran terdiri dari musikalitas, bentuk dan instrumen, tata penyajian, serta fungsi. Kedua, beberapa aspek penyebab terjadinya reproduksi seni kakebyaran, seperti: budaya, komunikasi budaya dan ekonomi. ketiga, dampak dan makna reproduksi seni kakebyaran yaitu: spiritual, sosio-kultural, dampak ekonomis, makna astetikiartistik,makna edukatif dan makna kultural. (pps.unud/IT)

Penerimaan Mahasiswa Baru Program Pendidikan Dokter Spesialis ( Program Studi Baru ) melalui Seleksi Program Profesi dan Pascasarjana Semester Ganjil Tahun 2016

prodibaru

Informasi Pendaftaran Wisuda UNUD Periode 117 Tahun 2016

wisuda

Agus Darma Yoga Pratama : ” ALIH BAHASA FILM JAMES BOND 007: KAJIAN LINGUISTIK DALAM TERJEMAHAN INGGRIS-INDONESIA “

Rabu, 30 Maret 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Agus Darma Yoga Pratama, S.S., M.Hum dari Program Doktor Linguistik dengan disertasinya yang berjudul ALIH BAHASA FILM JAMES BOND 007: KAJIAN LINGUISTIK DALAM TERJEMAHAN INGGRIS-INDONESIA. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A.

IMG_8548

Promovendus foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji serta Rektor Universitas Warmadewa setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Penelitian ini menjelaskan penyampaian makna dari penggabungan empat komposisi semiotik, yaitu dialog, musik, teks alih bahasa, dan gambar yang mencakup makna secara verbal (tersurat) dan nonverbal (tersirat) dalam penerjemahan film. Analisis aspek legibilitas, aspek keterbacaan atau kehematan, pengeditan teks target, dan bahasa nonverbal menunjukkan kualitas dari penerjemahan film sekaligus dapat menjelaskan bagaimana penyampaian makna dari empat komposisi semiotik dalam sebuah film.

IMG_8554

Pemberian ucapan selamat kepada keluarga promovendus

Dengan dukungan teori penerjemahan film (teori utama) dan teori lainnya, yaitu sintaksis serta semiotik melalui metode deskriptif kualitatif, penelitian ini merumuskan temuan (1) adanya jumlah karakter yang pendek (kurang dari 35) dan jumlah karakter yang panjang (lebih dari 40) dan durasi yang tidak berdasarkan jumlah karakter, tetapi bergantung pada konteks dari dialog aktor dan aktris tersebut; (2) kesesuaian teks alih bahasa dengan gambar dipengaruhi oleh kronologi atau urutan cerita pada film; (3) strategi penerjemahan peminjaman adalah startegi yang tepat digunakan untuk istilah atau terminologi yang tidak dapat diterjemahkan secara singkat pada bahasa sasaran, misalnya istilah ilmiah, teknologi, dan istilah poker; (4) penerjemahan bahasa tabu dilakukan pada fungsi penyampaian kekesalan atau kemarahan dengan penggunaan bahasa umpatan pada bahasa sasaran, sedangkan bahasa tabu untuk menekankan informasi tidak perlu diterjemahkan; (5) penyederhanaan aspek sintaksis dapat mendukung aspek kehematan dengan penghapusan (kata hubung, gapping, ekspresi atau seruan, dan repetisi) serta perubahan struktur (kalimat aktif ke pasif, kalimat negatif ke positif, perubahan kalimat kompleks, dan terjemahan sesuai modus kalimat); (6) kohesi dalam penerjemahan film dengan penggunaan referensi, subtitusi, elipsis, konjungsi, dan leksikal, sedangkan koherensi ditemukan adanya penggabungan makna audio-visual, yaitu teks alih bahasa dengan gambar untuk penyampaian makna secara implisit; dan (7) bahasa nonverbal yang berupa aspek gambar dari para aktor dan aktris dapat berfungsi untuk menambah makna dan juga untuk memperkuat makna pada teks alih bahasa. (pps.unud/IT)

Kerjasama Program Pascasarjana Universitas Udayana dengan The University of North Carolina Greensboro, USA

IMG_8505

IMG_8506

Pendaftaran Beasiswa Peningkatan Kualitas Publikasi (PKPI Sandwich-Like Tahun 2016)

Salah satu bentuk kontribusi dosen di tingkat internasional adalah publikasi karya ilmiah pada jurnal yang bertaraf internasional. Untuk menghasilkan publikasi tersebut dapat dilakukan melalui pencangkokan/magang dosen ke beberapa pembimbing bertaraf internasional di luar negeri. Sehubungan dengan hal tersebut, Ditjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi kembali menawarkan Program Beasiswa Peningkatan Publikasi Intemasional (PKPI)/Sandwich-like tahun 2016 bagi mahasiswa S3 di lingkungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada Sekolah/Program Pascasarjana Perguruan Tinggi penyelenggaran BPP-DN.
Adapun persyaratan umum yang harus dipenuhi sebagai calon penerima beasiswa PKPI adalah sebagai
berikut :

  1. Calon adalah dosen tetap pada salah satu PTN maupun PTS di lingkungan Kemristekdikti yang sudah memiliki NIDN;
  2. Calon harus terdaftar sebagai mahasiswa aktif S3 pada Sekolah/Program Pascasarjana penyelenggara BPP-DN;
  3. Calon telah dinyatakan lulus ujian proposal penelitian dengan Promotor yang sudah bersifat tetap;
  4. Calon harus mempunyai data awal yang dapat digunakan untuk penulisan artikel (manuskrip) di jurnal intemasional bereputasi;
  5. Masa studi calon tidak melebihi 8 (delapan) semester dari program S3 yang telah ditempuh;
  6. Calon telah memiliki surat penerimaan (letter of acceptance (LoA), letter of invitation) yang menyatakan bahwa Perguruan Tinggi/lnstitusi Riset Luar Negeri yang dituju siap menerima karyasiswa yang bersangkutan, atau minimal ada surat penerimaan (LoA) dari calon pembimbing/mentor dengan bidang ilmu yang sejenis dengan calon. Sangat diprioritaskan LoA ditulis dalam bahasa Inggris dan bersifat tanpa syarat (unconditonal);
  7. Calon telah memiliki sertifikat bukti kemampuan bahasa Inggris setara TOEFL ITP minimal 500
    atau IELTS minimal

Bagi calon yang berminat dan memenuhi syarat sebagaimana dimaksud di atas, kami mohon segera mendaftar secara online ke laman http://beasiswa.dikti.go.id/pkpi, yang sudah bisa diakses mulai tanggal 01 April s.d 17 April 2016

 

.