Tim Task Force ISO Program Pascasarjana Unud

Magister Kajian Pariwisata

Akreditasi Magister Ilmu Hukum

The Summer Class

Seminar Research Prodia

Temu Stakeholder Magister Ilmu Hukum

Temu Stakeholder Magister Ilmu Hukum

PS. Ilmu Lingkungan di Payangan

Kunjungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau di Unud

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2015

Universitas Udayana kembali membuka penerimaan mahasiswa/karyasiswa baru pada Program Doktor (S3), Magister (S2), PPDS (Sp-1), dan Profesi untuk semester Ganjil Tahun Akademik 2015/2016. Pendaftaran secara online mulai tanggal 2 Maret – 24 April 2015 melalui laman pendaftaran online : https://pendaftaran-pasca.unud.ac.id.

pasca_1 pasca_2

Sianny Herawaty: Leukosit Residu pada Konsentrat Trombosit dapat dikurangi dengan Filter Acrodose Plus System (Heamonetics)

Pascasarjana, Rabu, 25 Februari 2015. dr. Sianny Herawati, Sp.PK dalam disertasinya menyatakan, konsentrat trombosit adalah salah satu komponen darah yang penting peranannya dalam memperbaiki kondisi klinik pasien. Agar konsentrat trombosit yang dihasilkan dapat memberikan efek terapeutik yang diinginkan, maka selama proses preparasi maupun selama penyimpanan, kualitas dan viabilitas konsentrat trombosit harus dapat dipertahankan dengan baik. Salah satu usaha untuk mempertahankan viabilitas trombosit tersebut adalah dengan melakukan preparasi konsentrat trombosit dengan Prestorage Leukoreduced Filtration (PLF). PLF merupakan prosedur untuk mengurangi jumlah leukosit residu yang terdapat pada konsentrat trombosit sebelum dilakukan penyimpanan dengan menggunakan metode filtrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek PLF pada konsentrat trombosit yang disimpan selama 1,3 dan 5 hari terhadap kadar sHLA-I, ekspresi CD62P/P-selectin, dan nilai dMPV.

Lanjutnya, penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan menggunakan rancangan post-test only control group design, terhadap 34 konsentrat trombosit yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eklusi yang dikelompokkan menjadi kelompok perlakuan (mendapat perlakuan PLF) dan kelompok kontrol. Sampel penelitian diambil dari konsentrat trombosit yang dipreparasi dengan metode Platelet Rich Plasma (PRP) di Unit Donor Darah (UDD) PMI Provinsi Bali/RSUP Sanglah, kemudian dilakukan pemeriksaan kadar sHLA-I, ekspresi CD62P/P-selectin dan nilai dMPV pada penyimpanan hari ke-1,3 dan 5. Dilakukan uji T-independen untuk melihat perbedaan kadar sHLA-I, ekspresi CD62P/P-selectin dan nilai dMPV pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, dan uji repeated measure one way anova untuk melihat perbedaan kadar sHLA-I, ekspresi CD62P/P-selectin dan nilai dMPV selama penyimpanan hari ke-1, 3, dan 5 baik pada kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol.

Dari 17 konsentrat trombosit kelompok perlakuan dan 17 konsentrat trombosit kelompok kontrol didapatkan bahwa kadar sHLA-I dan ekspresi CD62P/P-selectin kelompok perlakuan lebih rendah daripada kelompok kontrol baik pada penyimpanan hari-ke-1, 3, dan 5 (p<0.05). Tidak ditemukan perbedaan nilai dMPV kelompok perlakuan dan kelompok kontrol pada konsentrat trombosit yang disimpan pada hari ke-1 dan hari ke-5, namun ditemukan nilai dMPV kelompok perlakuan yang lebih tinggi daripada kelompok kontrol pada penyimpanan konsentrat trombosit hari ke-3. Sebagai kesimpulan PLF menurunkan kadar sHLA-I dan ekspresi CD62P/P-selectin pada konsentrat trombosit donor yang disimpan selama 1, 3, dan 5 hari.

Disertasi ini diuji dalam sidang terbuka Badan Perwakilan Pascasarjana (BPPs) pada acara Promosi Doktor atas nama Promovenda dr. Sianny Herawaty, Sp.PK, dari Program Doktor Ilmu Kedokteran Program Pascasarjana Universitas Udayana dengan disertasi yang berjudul ” Prestorage Leukoreduced Filtration Menurunkan Soluble Human Leukocyte Antigen I (sHLA-I), CD62P/P-Selectin dan meningkatkan Delta Mean Platelet Volume (dMPV) pada Konsentrat Trombosit Donor yang Disimpan Selama 1, 3, dan 5 Hari”. Sidang  dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K) dan dihadiri oleh Prof. Dr. dr. A.A.G Sudewa Djelantik, Sp.PK(K)., Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, M.Si., Dr. dr. Ketut Suega, Sp.PD-KHOM selaku Promotor, Kopromotor I, dan Kopromotor II. Setelah Promovenda mengikuti dengan seksma jalannya penyanggahan, mempertimbangkan hasil ujian tertutup tanggal 27 Januari 2015 serta mempertimbangkan ketentuan-ketentuan yang berlaku telah terpenuhi, maka sidang menyatakan yang bersangkutan lulus pendidikan doktor serta berhak memakai gelar Doktor. (pps.unud/budi)

Tradisi Lisan Didek pada Masyarakat Selayar di Sulawesi Selatan

Salah satu kekayaan budaya milik masyarakat Selayar yang masih bertahan hidup sampai saat ini adalah didek. Didek adalah tradisi lisan yang berbentuk nyanyian berbalasan yang berada di ambang kepunahan. Kondisi ini disebabkan oleh sistem pewarisan yang tidak berjalan dengan baik. Akibatnya, wilayah penyebarannya semakin menyempit dan penutur/pemainnya semakin berkurang. Selain itu, akibat dominasi perkembangan teknologi dalam merebut perhatian an simpati masyarakat terutama generasi muda. Akibatnya, didek sudah mulai kehilangan pemain dan penontonnya. Kepunahan didek terkait dengan banyak hal termasuk hilangnya dokumen budaya, pedoman hidup, ajaran moral, dan lain-lain. Generasi muda selayar tidak akan mengenal lagi ajaran moral dan pedoman hidup yang terkandung didalam didek.

Kesopanan dalam bertutur dan bersikap adalah ajaran moral yang ditonjolkan dalam teks didek. Demikian juga prinsip sipakatau dan sipakaingak, siri dan pacce yang menjadi ciri pribadi masyarakat Selayar juga ditemukan dalam teks didek. Selain itu, kekhasan didek terletak pada penggunaan puitika bahasa yang mengutamakan unsur estetika. Kata-kata dirangkai dengan gaya tersendiri melalui pilihan alasan pentingnya dilakukan penelitian tradisi lisan didek di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Tradisi lisan didek tersebut telah diteliti dan ditulis dalam disertasi oleh Dra. Dafirah, M.Hum. Karyasiswa Program Doktor Linguistik, Program Pascasarjana Universitas Udayana angkatan 2009 ini adalah staf pengajar di Universitas Hasanuddin Sulawesi Selatan.

Menurut Dafirah, penelitian ini bertujuan untuk melestarikan dan mendokumentasikan didek sebagai warisan leluhur yang tidak ternilai harganya. Upaya pendokumentasian sekaligus upaya inventarisasi didek. Penelitian ini juga dimaksudkan sebagai media sosialisasi untuk memperkenalkan kembali tradisi lisan milik masyarakat yang berada di ambang kepunahan. Sosialisasi diharapkan dapat mengembalikan kejayaan didek pada masa lalu dan dapat kembali dipertunjukkan di seluruh wilayah Kepulauan Selayar. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengungkap fakta relasi antara tradisi lisan dengan bahasa yang digunakannya. Sebagaimana diketahui bahwa bahasa yang digunakan dalam didek dikemas melalui penggunaan bahasa yang bernuansa estetik dan penggunaan gaya bahasa. Penelitian ini merupakan penelitian humaniora dan menerapkan paradigma kualitatif. Wilayah yang dijadikan sebagai lokasi penelitian adalah: Kecamatan Bontomanai, Kecamatan Bontomatenne, Kecamatan Buki, dan Kecamatan Benteng. Pemilihan keempat kecamatan tersebut berdasarkan pertimbangan: (1) di Kecamatan Buki terdapat Dusun Tenro yang diberi gelar tanah adat dan secara rutin melakukan ritual addinging-dinging, (2) di Kecamatan Bontomatenne terdapat sebuah sanggar seni tradisi yang membina didek, (3) di Kecamatan Bontomanai khususnya Desa Polebunging Dusun Baturapaq, Desa Jambuiya Dusun Batupannyu, Desa Mare-mare Dusun Sambayya, peneliti menemukan mantan pemain didek, dan (4) di Benteng sebagai ibu kota kabupaten Kepulauan Selayar masih peneliti temukan jejak mantan pemain didek.

Dalam penyelasaian disertasi ini telah melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan. Banyak kendala dan masalah yang dihadapi dalam penyelesaian disertasi ini. Namun, berkat kegigighan dan bantuan dari semua pihak akhirnya disertasinya ini dapat diselesaikan dengan baik. Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, MS., Prof. Dr. Suarka, M.Hum., dan Dr. Pudentia, MPSS., selaku Promotor, Kopromotor I, dan Kopromotor II. Kolaborasi beliau bertiga telah banyak membuka cakrawala berpikir sejak penyususan proposal sampai penyelesaian disertasi ini, imbuh Dafirah.

Disertasi ini telah diuji pada acara sidang terbuka dalam acara Promosi Doktor Linguistink Program Pascasarjana Universitas Udayana pada hari Senin, 23 Februari 2015 di Aula Gedung Pasca Lt.3 Kampus Sudirman Denpasar. Setelah mengikuti proses sidang dengan berbagai penyanggahan oleh tim penguji dan mempertimbangkan hasil ujian tertutup serta masa studinya, maka sidang yang dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K) menyatakan Dra. Dafirah, M.Hum lulus pendidikan doktor dan berhak memakai gelar Doktor dengan disertasi “Tradisi Lisan Didek pada Masyarakat Selayar di Sulawesi Selatan”.(pps.unud/budi)

Biji Gayam Baik Untuk Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Jumat 20 Februari 2015. Program Pascasarjana melaksanakan sidang terbuka dalam acara promosi doktor atas nama Promovendus Drs. I Made Sukadana, M.Si dari Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasi yang berjudul “Ekstrak Biji Gayam (Inocarfus fagiferus Fosb) Mencegah Aterosklerosis Melalui Peningkatan Ekspresi SOD-2, SOD-3 Serta Menurunkan Ekspresi ICAM-1 Endotel Aorta, Kadar MDA, dan Kolesterol Total Tikus Wistar dengan Diet Tinggi Kolsterol”. Pria kelahiran 4 Mei 1968 ini adalah staf pengajar Jurusan Kimia FMIPA Udayana dan tercatat sebagai karyasiswa sejak tahun 2011 silam. Selama penelitian dan penulisan disertasi, Promovendus di promotori oleh Prof. Dr. Ir. IB. Putra Manuaba, M.Phil., Kopromotor I Prof. Dr. dr. I Wayan Wita, Sp.JP(K)., serta Kopromotor II Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, M.Si. Sidang yang dipimpin oleh Prof. Dr.dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K) berlangsung sekitar dua jam Dengan mempertimbangkan masa studi dan hasil ujian tertutup serta hasil dari proses penyanggahan-penyanggahan sidang menyatakan Promovendus lulus pendidikan program doktor dan berhak memakai gelar Doktor.

Dalam disertasinya Promovendus menyatakan,  Biji gayam (Inacarpus fegiferus Fosb) secara empiris dapat mencegah penyakit stres oksidatif salah satunya adalah aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ekstrak etanol biji gayam (Inocarpus fagiferus Fosb) untuk mencegah aterosklerosis melalui peningkatan eksprsi SOD-2, SOD-3 dan penurunan ekspresi ICAM-1 endotel aorta, kadar MDA dan kolesterol total plasma darah tikus Wistar yang diberi pakan tinggi kolesterol selama 16  minggu.

Penelitian eksperimen sesungguhnya ini menggunakan rancangan randomized only control group design. Jumlah sampel 25 ekor tikus Wistar, dirandomisasi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kelompok P0 (kontrol negatif), kelompok P1 (kontrol positif, pakan diet tinggi kolesterol), kelompok P2 (diet tinggi kolesterol dan ekstrk etanol dosis 50 mg/kg bb), kelompok P3 (diet tinggi kolesterol dan ekstrk etanol dosis 100 mg/kg bb), dan kelompok P4 (diet tinggi kolesterol dan ekstrak etanol dosis 150 mg/kg bb). Setelah 16 minggu perlakuan, darah tikus coba dilakukan analisis MDA dan kolesterol total plasma. Semua tikus kemudian dibedah untuk mendapatkan aorta yang akan dianalisis imunohistokimia untuk mendapatkan data ekspresi SOD-2, SOD-3 dan ICAM-1. Data dianalisis menggunakan Anova untuk mendapatkan perbedaan tiap variable dari masing-masing perlakuan terhadap kontrol positif secara statistik dengan tingkat kemaknaan α=0,05.

Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji gayam (Inocarpus fagiferus Fosb) dosis 100-150 mg/kg bb meningkatkan ekspresi SOD-2 positif sel endotel aorta. Ekstark etanol biji gayam dosis 50-150 mg/kg bb meningkatkan ekspresi SOD-3 positif sel endotel aorta, menurunkan ekspresi ICAM-1 positif sel endotel aorta, dan kadar MDA secara bermakna (p<0.05), serta dosis 50 kg/mg bb menurunkan kadar kolesterol total secara bermakna terhadap kontrol positif (p<0.05). Ekspresi ICAM-1 merupakan marker tahap awal terjadinya aterosklerosis dengan demikian ekstrak etanol biji gayam disimpulkan dapat mencegah aterosklerosis melalui mekanisme free radical scavenger dan SOD inducer, oleh karena kandungan senyawa antioksidan asam linoleat, etil linoleat, homopteroarpin, dan empat senyawa baru yang belum terindentifikasi. (pps.unud/budi)

Program Doktor Ilmu Teknik Kini Hadir di Pascasarjana UNUD

Dalam era globalisasi dimana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat, maka dengan sumber daya manusia harus ditingkatkan. Peningkatan sumber daya manusia dapat dicapai melalui jalur pendidikan formal baik diperguruan tinggi maupun lembaga pendidikan lainnya. Perguruan tinggi diharapkan menjadi pusat penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan tinggi serta pemeliharaan, pembinaan, dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat ilmiah yang penuh cita-cita luhur, masyarakat berpendidikan yang gemar belajar dan mengabdi kepada masyarakat, serta melaksanakan penelitian yang menghasilkan manfaat yang meningkatkan mutu kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Universitas Udayana (Unud) sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang berkembang sangat pesat di Kawasan Timur Indonesia, serta masuk dalam 25 promoting universities in Indonesia, sudah sewajarnya ikut mewujudkan peningkatan sumber daya manusia di kawasan ini. Sehubungan dengan hal tersebut, Universitas Udayana terus berusaha meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan dari jenjang Diploma dan Sarjana serta mengembangkan program Magister dalam beberapa bidang ilmu serta beberapa program Doktor.

Dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 472/E/0/2014, tanggal 8 oktober 2014 tentang Ijin Penyelenggaraan Program Studi Doktor Ilmu Teknik (PDIT) Program Pascasarjana Universitas Udayana, maka secara resmi sudah dapat menerima calon karyasiswa baru pada tahun akademik 2015/2016 sejak awal bulan Maret tahun ini. Pendaftaran  dilakukan melalui sistem online terintergrasi di Program Pascasarjana Unud. Sampai saat ini Program Pascasarjana Universitas Udayana telah memiliki 10 Program Studi Doktor.

PDIT Program Pascasarjana Universitas Udayana memiliki lima pemusatan keilmuan, yaitu (1) Pemusatan Ilmu Teknik Mesin, (2) Pemusatan Ilmu Teknik Informatika, (3) Pemusatan Ilmu Teknik Elektro, (4) Pemusatan Ilmu Teknik Sipil, (5) Pemusatan Ilmu Arsitektur. Pemusatan keilmuan itu dikembangkan mengingat perkembangannya sangatlah pesat sejalan dengan kebutuhan teknologi. Khususnya perkembangan teknologi permesinan seperti teknologi transportasi, industri, power plant maupun manajemen industri dan manajemen energi yang sidnifikan dan pasti terus berlanjut di tahun-tahun mendatang mengikuti kebutuhan masyarakat maupun kebutuhan akan pengembangan keilmuan itu sendiri.

Untuk memperlancar proses kegiatan oprasional PDIT tersebut, Rektor Unud Prof.Dr.dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD menerbitkan Surat Keputusan Rektor Nomor 07/UN14/KP/2014 tanggal 15 Januari 2015 dan menetapkan tentang pengangkatan pelaksana tugas (Plt) Ir. I Nyoman Budiarsa, MT.,PhD sebagai Ketua Program Studi Doktor Ilmu Teknik.Untuk informasi dapat menghubungi Sekretariat PDIT di Gedung Pascasarjana Lt.2 atau dapat menghubungi telepon/fax (0361)223797-(0361)247962, email: pascasarjana@unud.ac.id. (pps.unud/budi)

Salinan SK Mendikbud

POLIMORFISME GEN VASCULAR ENDOTHELIAL GROWTH FACTOR REGIO PROMOTER C(-634)G SEBAGAI FAKTOR RISIKO DIABETIC RETINOPATHY PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II ORANG BALI

Rabu, 18 Februari 2015. Direktur Program Pascasarjana Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)., memimpin sidang terbuka dalam acara Promosi Doktor atas nama Promovenda : dr. A.A. Mas Putrawati Triningrat, Sp.M. Wanita kelahiran Badung, 17 Oktober 1975 ini adalah dosen di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Udayana (Unud) yang saat ini juga sebagai Sekretaris Bagian Ilmu Kesehatan Mata FK Unud di RSUP Sanglah. Promovenda tercatat sebagai karyasiswa di Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran sejak tahun 2010 silam.

Dalam disertasinya yang berjudul “Polimorfisme Gen Vascular Endothelial Growth Factor Regio Promoter C(-634)G Sebagai Faktor Risiko Diabetic Retinopathy Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Orang Bali” dinyatakan bahwa Diabetic retinopathy (DR) merupakan salah satu komplikasi pada penderita diabetes mellitus (DM) berupa kelainan mikrovaskular retina yang disebabkan oleh hiperglikemia dalam jangka waktu lama. Kelainan ini merupakan salah satu penyebab kebutaan yang terjadi diseluruh dunia. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui polimorfisme gen vascular endothelial growth factor (VEGF) regio promoter c(-634)g sebagai faktor risiko DR pada penderita DM Tipe 2 (DMT2) orang Bali.

Penelitian ini menggunakan dua rancangan yaitu cross sectional analitik untuk mencari angka proporsi polimorfisme gen VEGF pada penderita DMT2 orang Bali dan penelitian case control untuk mengetahui polimorfisme gen VEGF C(-634)G sebagai faktro risiko DR. Kasus dan kontrol diambil dari sampel penelitian cross-sectional analitik. Kasus adalah penderita DMT2 dengan komplikasi DR, sedangkan penderita DMT2 tanpa komplikasi DR sebagai kontrol. Teknik yang dipakai untuk evaluasi polimorfisme adalah dengan cara sekuensing dan untuk mengukur kadar VEGF dengan cara ELISA.

Penelitian cross sectional (hospital base) mendapatkan angka DR cukup tinggi 57 orang (58,7%) dari 97 sampel penelitian. Penelitian ini menemukan adanya variasi genetik pada gen VEGF C(-634)G, dengan genotype tersering adalah CG (51,5%) dan Minor allele frequencies (MAF) untuk allele C adalah 0,34 dan allele G adalah 0,66. Penelitian case control mendapatkan polimorfisme C(-634)G sebagai faktor risiko terjadinya DR 1,815 kali (OR=1,815 CI 95%=1,077-3,057, p=0,025). Kadar VEGF yang tinggi bermakna sebagai faktor risiko DR. (OR=3,75, CI 95% 1,34-10,2 p=0,008). Rerata kadar VEGF pada genotype CG, CC dan GG, tidak ditemukan perbedaan yang bermakna (p=0,245). Analisis regresi logistic menunjukkan, variabel yang paling berpengaruh sebagi faktor risiko DR adalah kadar VEGF (p=0,008), polimorfisme gen VEGF C(-634)G (p=0,036) dan tekanan darah diastolik (p=0,038).

Penelitian ini menunjukkan hasil yang bermakna antara polimorfisme gen VEGF C(-634)G dan kadar VEGF yang tinggi sebagai faktor risiko DR, sehingga hasil ini dapat dipakai sebagai bahan rujukan dalam penanganan penderita DR orang Bali. Pemantauan yang lebih ketat untuk pasien yang berisiko sangat dibutuhkan, sehingga kebutaan dapat dihambat atau dicegah.