Pimpinan Program Pascasarjana

Tari Cakrawartin dan Padus Pascasarjana

Kuliah Perdana

Pengabdian Kepada Masyarakat

Lokakarya Pascasarjana Unud

Tjok Istri Ratna : ” WACANA FESYEN GLOBAL DAN PAKAIAN DI KOSMOPOLITAN KUTA “

Senin, 15 Agustus 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, S.Sn.,M.Si dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul WACANA FESYEN GLOBAL DAN PAKAIAN DI KOSMOPOLITAN KUTA “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_1527Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana wacana fesyen global dan pakaian menghegemoni, baik tataran pikiran bawah sadar atau ketidaksadaran kolektif maupun dalam bentuk aturan tertulis. Permasalahan yang dirumuskan pada penelitian ini adalah wacana pembentuk fesyen global dan pakaian ke tengah masyarakat Kosmopolitan Kuta, pengaruh wacana fesyen global dan pakaian terhadap desain produk fesyen global dan pakaian di Kosmopolitan Kuta, strategi masyarakat produsen, profesyen serta antifesyen di Kosmopolitan Kuta menghadapi wacana fesyen global dan pakaian.

Penelitian ini dijabarkan dengan interpretatif kualitatif dan dirancang sebagai penelitian kajian budaya dengan pendekatan desain fesyen posmodem. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori wacana, teori hegemoni, teori dekonstruksi, dan teori gaya hidup terkait dengan fesyen global dan pakaian. Pengumpulan data melalui observasi partisipatori, wawancara, dan studi kepustakaan. Model analisis interaktif digunakan dalam menyajikan data dan penyajian hasil analisis data disajikan secara informal dan formal.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap psikis hegemoni menuju laten dipicu oleh wacana globalisasi, wacana kapitalisme ekonomi global, dan wacana kosmopolitan. Wacana fesyen global dan pakaian di Kosmopolitan Kuta menghegemoni produsen ditunjukkan dengan siklus mode produksi yang mengalami degradasi tingkatan sebanyak empat kali turunan, yaitu tingkat I pembeli, tingkat II perwakilan pembeli, tingkat III agen, dan tingkat IV perwakilan agen. Pada masyarakat profesyen responsif ditunjukkan dengan cara memaknai fesyen global dan pakaian sebagai identitas komunal. Fesyen global dan pakaian yang mengangkat tekstil tradisional Bali, seperti seragam PKK, sekehe gong, teruna-teruni, banjar, dan darma wanita. Masyarakat antifesyen secara personal memandang fesyen global dan pakaian sebagai hal yang statis karena lebih tertarik pada fesyen baku atau pakaian tradisional.Keseluruhan wacana merupakan situasi Kosmopolitan Kuta yang disikapi balik dengan sikap negosiasi dan berdamai.Sikap mengambang sebagai bentuk pertahanan dalam kondisi fluktuatif ekstrem yang melahirkan sikap fisibelitas dan fleksibelitas terarah. Simpulan penelitian ini adalah Kosmopolitan Kuta sebagai etalase desain produk fesyen global dan pakaian di Indonesia, sebagai “lokalitas produk sampel kreatif’ memiliki gaya hidup sebagai warga dunia, memiliki sikap perilaku fluktuatif ekstrem, fisibelitas dan fleksibelitas terarah dalam menghadapi kapitalisme ekonomi global serta dalam menyerap budaya luar. Wacana fesyen global dan pakaian di Kosmopolitan Kuta dapat dijadikan reflektor untuk menentukan titik balik dan pertahanan hidup masyarakat. Rekomendasi penelitian berupa pengetahuan inovasi fesyen global dan pakaian berdasarkan identitas budaya Indonesia, khususnya budaya Bali sebagai bentuk hegemoni tandingan berbasis edukasi. Pengetahuan inovasi fesyen global dan pakaian berupa delapan tahapan dalam perancangan desain mode. (pps.unud/IT)

Ary Widiastini : ” PEDAGANG ACUNG SEBAGAI BASIS EKONOMI KELUARGA DI DESA BATUR TENGAH, KAWASAN PARIWISATA KINTAMANI, BALI “

Jumat, 12 Agustus 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ni Made Ary Widiastini, S.ST.Par.,M.Par dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul PEDAGANG ACUNG SEBAGAI BASIS EKONOMI KELUARGA DI DESA BATUR TENGAH, KAWASAN PARIWISATA KINTAMANI, BALI “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_1481

Prof.Dr. I Wayan Ardika, M.A menyerahkan penghargaan kepada Promovenda Ni Made Ary Widiastini, S.ST.Par.,M.Par sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Pedagang acung merupakan salah satu jenis pekerjaan yang ditekuni oleh masyarakat minim modal di daerah-daerah kepariwisataan di Bali, termasuk pada kawasan pariwisata popular Kintamani, Kabupaten Bangli khususnya di Desa Batur Tengah yang lebih dikenal sebagai Penelokan. Keberadaan mereka tidak saja dianggap buruk oleh pelaku bisnis pariwisata, namun juga dianggap sebagai faktor utama yang menghambat perkembangan pariwisata di Kintamani, bahkan mereka mendapat stigma sebagai patologi sosial. Hal ini tentu menarik untuk dicermati mengingat pedagang acung tetaplah sebuah pekerjaan yang halal, yang merupakan salah satu bentuk pekerjaan di sektor informal di dalam industri pariwisata Bali. Memahami fenomena pedagang acung di Desa Batur Tengah, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan sektor informal pedagang acung dimanfaatkan sebagai basis ekonomi keluarga, bentuk praktik pedagang acung sebagai basis ekonomi keluarga, dan perebutan ruang makna pedagang acung pada kawasan pariwisata Kintamani serta kaitannya dengan entitas perempuan.Teknik observasi, wawancara dan studi pustaka digunakan dalam metode penelitian ini. Data dianalisis secara eklektik dengan menggunakan teori praktik sosial, teori dekonstruksi, teori feminisme dan teori pendukung lainnya yang terkait dengan penelitian yang dilakukan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dipilihnya pedagang acung sebagai pekerjaan oleh masyarakat di Desa Batur Tengah karena adanya keterbatasan modal yang dimiliki oleh mereka, baik modal ekonomi, pendidikan, keterampilan, dan terbatasnya waktu kerja karena memiliki beban hidup lainnya khususnya mereka yang telah berkeluarga. Di dalam praktiknya, pedagang acung melakukan interaksi dengan berbagai pihak yang terlibat di dalam kepariwisataan Kintamani yang tentunya terjadi perebutan modal karena masing-masing pihak memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Sebagai kawasan pariwisata yang telah dikenal hingga ke luar negeri bahkan ditetapkan sebagai Global Geopark Kintamani, menyebabkan daerah tersebut diperebutkan secara ekonomi, sosial-budaya, politik maupun lingkungan. Makna ekonomi diperebutkan untuk pemenuhan kebutuhan material; makna sosial-budaya diperebutkan untuk menguatkan jaringan sosialnya dan status; makna politik diperebutkan untuk kekuasaan; sementara makna lingkungan diperebutkan untuk meraih keuntungan ekonomi dan kepercayaan penguasa. Melalui penelitian ini ditemukan paradigma baru tentang pedagang acung sebagai salah satu bentuk kewirausahaan di bidang pariwisata yang direspon oleh masyarakat sebagai industri yang multipeluang. Selain itu perkembangan pariwisata di kawasan Kintamani sangat tergantung dengan tokoh elit masyarakat yang non struktural. Pada praktiknya masyarakat sangat patuh terhadap tokoh elit masyarakat yang dianggap sebagai patron. Untuk itu, pemerintah daerah selain memberikan ruang gerak bagi pedagang acung juga harus mampu bersinergi dengan tokoh masyarakat yang memiliki kekuatan dan kekuasaan. (pps.unud/IT)

Ni Wayan Ekawati : ” ECOPRENEURSHIP DAN INOVASI HIJAU UNTUK MENGUATKAN KEUNGGULAN BERSAING DAN SUKSES PRODUK BARU SPA DI BALI “

Rabu, 10 Agustus 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ni Wayan Ekawati.,SE.,MM dari Program Doktor Ilmu Manajemen dengan disertasinya yang berjudul ECOPRENEURSHIP DAN INOVASI HIJAU UNTUK MENGUATKAN KEUNGGULAN BERSAING DAN SUKSES PRODUK BARU SPA DI BALI “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_1386Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh antara ecopreneurship dan inovasi hijau terhadap keunggulan bersaing untuk mencapai sukses produk baru pada produsen produk Spa di Bali. Selain itu juga memprediksi peran keunggulan bersaing sebagai mediasi hubungan antara ecopreneurship terhadap sukses produk baru dan peran keunggulan bersaing memediasi hubungan antara inovasi hijau terhadap sukses produk baru.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hubungan-hubungan tersebut serta peran mediasinya. Populasinya adalah seluruh produsen produk Spa di Bali, dengan individu sebagai unit analisis yang terdiri atas pemilik dan para manajer berjumlah 44 sebagai sampel. Analisis data menggunakan analisis

Parsial Least Square (PLS versi 3). Hasil studi menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara ecopreneurshtp terhadap keunggulan bersaing dan sukses produk baru, inovasi hijau tidak berpengaruh signifikan terhadap keunggulan bersaing, namun inovasi hijau berpengaruh signifikan terhadap sukses produk baru. Keunggulan bersaing berpengaruh signifikan terhadap sukses produk baru. Keunggulan bersaing sebagai variabel mediasi berperan ganda yaitu berperan sebagai mediasi sebagian hubungan antara ecopreneurship terhadap sukses produk baru, juga keunggulan bersaing berperan tidak memediasi hubungan antara inovasi hijau terhadap sukses produk baru. Terdapat novelty pada penelitian ini yaitu melakukan pengembangan model sebelumnya dengan menambah variabel baru yaitu variabel ecopreneurship. (pps.unud/IT)

Gede Suhartana : ” KEYBOARD AKSARA BALI SMART BERBASIS ERGONOMI MENINGKATKAN KUALITAS LUARAN PROSES PELATIHAN PENGETIKAN NASKAH BALI MAHASISWA JURUSAN ILMU KOMPUTER FMIPA UNIVERSITAS UDAYANA “

Selasa, 9 Agustus 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus I Ketut Gede Suhartana, S.Kom., M.Kom dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul KEYBOARD AKSARA BALI SMART BERBASIS ERGONOMI MENINGKATKAN KUALITAS LUARAN PROSES PELATIHAN PENGETIKAN NASKAH BALI MAHASISWA JURUSAN ILMU KOMPUTER FMIPA UNIVERSITAS UDAYANA “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_1293Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Komputer sebagai alat bantu manusia telah banyak digunakan untuk mempermudah aktivitas manusia. Sebagai contoh adalah pada pengetikan naskah dengan aksara Bali. Keyboard yang  tersedia sekarang ini tidak ada yang khusus digunakan untuk pengetikan naskah Bali. Pada penelitian pendahuluan ditemukan bahwa pengetikan naskah dengan aksara Bali menimbulkan beban kerja, beban otot lengan bawah dan tangan, beban kognitif (kecepatan, ketelitian, dan konstansi), kelelahan dan penilaian hasil belajar  kognitif Oleh karena itu pendekatan ergonomi melalui pendekatan  SHIP dan TTG untuk menciptakan desain alat yang ENASE untuk meningkatkan kualitas luaran proses pelatihan pengetikan naskah Bali yang dinilai dari menurunnya beban kerja, beban otot lengan bawah dan tangan, beban kognitif (kecepatan, ketelitian, dan konstansi), kelelahan dan meningkatnya hasil belajar kognitif

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian true experiment dengan rancangan randomized pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang terdiri dari 23 orang pada kelompok kontrol bekerja dengan menggunakan keyboard QWERTY dan 23 orang pada kelompok eksperimen yang bekerja dengan keyboard aksara Bali smart berbasis ergonomi. Penelitiaan dilakukan selama 5 hari dari pukul 08.30 wita s.d. 14.00 wita. Data variabel yang diuji pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dibandingkan dengan menggunakan teknik analisis independent-samples t-test dengan tingkat kemaknaan p=0,05.

Hasil analisis uji beda penggunaan keyboard aksara Bali smart berbasis ergonomi diperoleh peningkatan kualitas luaran proses dilihat dari penurunan denyut nadi sebesar 11,48%, penurunan beban otot lengan bawah dan tangan sebesar 50,02%, penurunan beban kognitif ditinjau dari kecepatan sebesar 5,80%, penurunan beban kognitif ditinjau dari ketelitian sebesar 76,45%, penurunan beban kognitif ditinjau dari konstansi sebesar 4,17%, penurunan kelelahan sebesar 18,36% dan peningkatan hasil belajar kognitif sebesar 23,56%.

Pada penelitian ini penggunaan keyboard aksara Bali smart berbasis ergonomi dapat meningkatkan kualitas luaran proses pelatihan pengetikan naskah Bali mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Universitas Udayana. (pps.unud/IT)

Dewi Indira Laksmi : ” PERANAN LEPTIN DALAM MENGINDUKSI ESTRUS PADA SAPI BALI YANG MENGALAMI ANESTRUS POSTPARTUM “

Senin, 8 Agustus 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Drh. Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi, M.Biomed dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul PERANAN LEPTIN DALAM MENGINDUKSI ESTRUS PADA SAPI BALI YANG MENGALAMI ANESTRUS POSTPARTUM. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_1259

Promovenda foto bersama Pimpinan Sidang, Kopromotor dan Tim Penguji serta Rektor Unud setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Leptin adalah sinyal metabolik yang berperan dalam mengatur reproduksi melalui poros hipotalamus-hipofisis- ovarium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh leptin terhadap peningkatkan kadar hormon leptin endogen, FSH, LH, estrogen dan perkembangan folikel ovarium pada sapi bali yang mengalami. anestrus postpartum

Sapi bali yang mengalami anestrus postpartum dibagi menjadi tiga kelompok masing-masing terdiri atas sembilan ekor sapi. Ketiga kelompok tersebut adalah kelompok 1 (kontrol) diinjeksi dengan saline, kelompok 2 (perlakuan I) dan kelompok 3 (perlakuan II) diinjeksi dengan rekombinan oleptin 100 µg/ekor dan 200 µg/ekor. Injeksi dilakukan dua kali dengan selang waktu 12 jam. Sampel darah diambil melalui vena jugularis dengan interval 12 jam sebelum dimulainya perlakuan untuk mendapatkan serum, selanjutnya setiap 12 jam sampai tanda-tanda munculnya estrus. Sampel serum diuji dengan ELISA untuk menentukan kadar leptin endogen, FSH, LH, dan estrogen. Diameter folikel diukur menggunakan ultrasonografi sebelum perlakuan dan selama munculnya. tanda-tanda estrus.

Hasil penelitian menunjukkan kisaran kadar hormon leptin endogen, FSH, LH dan estrogen sebelum perlakuan untuk kelompok kontrol, perlakuan 1 dan perlakuan 2 berturut- turut adalah 4,62-5,20 ng/ml; 10,94-12 mIU/ml; 4,16-5,19 ng/ml; dan 50,36-56,27 ng/L. Sementara, setelah perlakuan rata-rata kadar hormon leptin endogen adalah: 8.69 ± 0.20 ng/ml untuk dosis 100 µg dan 8.45 ± 0.14 ng/ml untuk dosis 200 µg; FSH: 13,0 ± 0,48 mIU/ml (dosis 100 µg) dan 13,47 ±: 1,05 mIU/ml (dosis 200 µg); LH: 8.15 ± 0.14 ng/rnl (dosis 100 µg) dan 7.96 ± 0,08 ng/ml (dosis 200 µg); estrogen: 80,7 ± 0,58 ng/L (dosis 100 µg) dan 80,8 ± 1,62 ng/L (dosis 200 µg)· Diameter folikel ovarium untuk kelompok 1, kelompok 2 dan kelompok 3 sebelum perlakuan adalah 5,10 ± 0,41 mm; 5.21 ± 0.36 mm dan 5,00 ± 0,31 mm. Sedangkan pada akhir perlakuan diameter folikel ovarium untuk kelompok 1, kelompok 2 dan kelompok 3 adalah 4,92 ± 0,40 mm; 8.37 ± 0.43 mm dan 8.45 ± 0,38 mm. Munculnya tanda-tanda estrus untuk kelompok 2 dan kelompok 3 adalah 57,33 ±5,29 dan 49,33 ± 4,00 jam dari sejak diberikan perlakuan.. (pps.unud/IT)

Ni Wayan Sitiari : ” Peran Orientasi Kewirausahaan dalam Memediasi Pengaruh Nilai-nilai Budaya Lokal Bali terhadap Kinerja Organisasi. Studi pada Koperasi non KUD di Bali “

Jumat, 5 Agustus 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ni Wayan Sitiari, SE.,MM dari Program Doktor Manajemen dengan disertasinya yang berjudul Peran Orientasi Kewirausahaan dalam Memediasi Pengaruh Nilai-nilai Budaya Lokal Bali terhadap Kinerja Organisasi. Studi pada Koperasi non KUD di Bali “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A.

IMG_1213Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Studi ini memiliki tiga tujuan utama yaitu (1) mengeksplorasi nilai-nilai budaya lokal Bali yang terdiri atas jengah, taksu, dan menyama braya; (2) menguji ketiga dimensi jengah, taksu, dan menyania braya menjadi sebagai sebuah konstruk nilai-nilai budaya lokal yang valid dan reliabel; dan (3) menjelaskan hubungan konstruk nilai-nilai budaya lokal itu dengan orientasi kewirausahaan dan kinerja organisasi kemudian menjelaskan peran orientasi kewirausahaan dalam memcdiasi pengaruh nilai-nilai budaya terhadap kinerja koperasi di bali.

Tujuan pertarna dicapai dengan melakukan pendekatan kualitatif, sedangkan tujuan kedua dan ketiga dicapai dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kualitatif mengacu pada penelitian Templeton (2002) dan Dewi (2013), (Rahyuda, 2015). Pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis SEM alternatif PLS 3. Pendekatan kualitatif mengglmakan informan ahli yang memahami tentang budaya Bali, sedangkan pendekatan kuantitatif mengunakan 95 responden manajer koperasi di Bali. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan budaya jengah, taksu, clan menyania braya valid dan reliabel mengandung nilai-nilai yang mencerminkan budaya lokal Bali. Hasil pendekatan kuantitatif menunjukkan sebagai berikut: (I) Pengaruh nilai-nilai budaya lokal positif dan signifikan terhadap orientasi kewirausahaan. (2) Pengaruh nilai-nilai budaya lokal terhadap kinerja organisasi positif dan signifikan . (3) Pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kinerja organisasi positif dan signi Iikan. (4) Orienrasi kewirausahaan memediasi pengaruh nilai-ni lui budaya terhadap kinerja organisasi.  (pps.unud/IT)

Ayu Gemuh Rasa Astiti : ” SISTEM PEMASARAN PEDET SAPI BALI DI BALI “

Rabu, 3 Agustus 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ir. Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti, MP dari Program Doktor Ilmu Peternakan dengan disertasinya yang berjudul SISTEM PEMASARAN PEDET SAPI BALI DI BALI “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A.

IMG_1145Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Pemasaran pedet sapi bali umur 6 – 8 bulan sering dilakukan oleh peternak di Bali padahal penjualan pedet akan mernberikan pendapatan yang lebih rendah dibandingkan dengan menjualnya setelah dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motifasi peternak dalam memelihara sapi bali induk dan menjual sapinya yang masih muda (pedet), kelayakan teknis pemeliharaan sapi bali, sistem pemasaran pedet serta kaitannya terhadap pendapatan peternak. Pendekatan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan secara purposive sampling di dua kabupaten di pulau Bali yang memiliki populasi sapi Bali induk terbanyak yaitu kabupaten Badung dan Buleleng. Responden sebanyak 90 orang diambil secara quota simple random sampling berdasarkan peternak yang memelihara induk sapi bali lebih dari tiga tahun dan sudah pernah menjual pedet sedangkan 10 responden belantik ditentukan berdasarkan snowball sampling. Kuesioner terstruktur dan tertutup dilengkapi pertanyaan terbuka digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data, kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif meliputi karakteristik responden, saluran dan fungsi-fungsi pemasaran dianalisis secara deskriptif. Data kuantitatif meliputi pendapatan peternak, marjin dan biaya pemasaran serta farmer’s share dianalisis untuk mengukur efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif peternak memelihara sapi Bali induk adalah untuk menghasilkan pedet yang bisa dijual sewaktu-waktu saat kebutuhan dana mendesak seperti kebutuhan sekolah anaknya, upacara, perbaikan rumah, keterbatasan pakan, dan keterbatasan kandang.

Sistem pemasaran pedet sapi bali dijumpai ada empat saluran pemasaran yaitu: saluran pemasaran I (peternak langsung ke peternak lain 12,22), saluran pemasaran II ( Peternak – Pasar Hewan – belantik – peternak lain 7,78 ). Saluran pemasaran III (Peternak – Belantik – Pasar Hewan – peternak lain 74,44 ) dan saluran pemasaran lV (peternak kelompok peternak – peternak lain di pasar hewan 5,56). Pendapatan peternak tertinggi dijumpai pada saluran IV yaitu sebesar Rp 6.842.500,-/ekor pedet jantan dan Rp 3.717.500,-/ekor pedet betina. Simpulan penelitian ini adalah 1) Motif peternak memelihara sapi bali induk untuk menghasilkan pedet yang sewaktu-waktu bisa dijual saat membutuhkan dana disamping pemanfaatan limbah pertanian, memanfaatkan waktu luang dan meningkatkan pendapatan keluarga. 2) Secara teknis, pemeliharaan sapi bali induk di Bali adalah layak, dilihat dari panca usaha yang telah dilaksanakan menyangkut pemilihan bibit, penyediaan kandang dan pakan, penanggulangan penyakit dan manajeman reproduksinya. 3) Sistem pemasaran pedet sapi bali saat ini ada empat saluran pemasaran yaitu: peternak – peternak lain (saluran I); Peternak – pasar hewan – belantik – peternak lain (saluran II); Peternak – Belantik – Pasar Hewan – Peternak Lain (Saluran III) dan Peternak – Kelompok – Pasar Hewan – Peternak Lain (Saluran IV). 4)Saluran pemasaran melalui kelompok ke peternak lain (saluran pemasaran pedet IV) memberikan pendapatan peternak yang tertinggi, sedangkan saluran pemasaran yang paling efisien dan farmer ‘s share tertinggi ditunjukkan oleh saluran pemasaran pedet I yaitu peternak langsung menjual pedetnya ke peternak lain. (pps.unud/IT)

Wayan Sudiadnyana : ” IMPLEMENTASI MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT “DARMA SEBATIK” MENINGKATKAN KEBERHASILAN PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KECAMATAN KEDIRI TABANAN “

Senin, 1 Agustus 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Drs. I Wayan Sudiadnyana, SKM.,MPH dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul IMPLEMENTASI MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT “DARMA SEBATIK” MENINGKATKAN KEBERHASILAN PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KECAMATAN KEDIRI TABANAN “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

IMG_1076

Promovendus foto bersama Pimpinan Sidang, Kopromotor dan Tim Penguji serta Rektor Unud setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD perlu ditingkatkan melalui strategi pemberdayaan masyarakat. Model pemberdayaan masyarakat “Darma Sebatik” (Sadar Bersama Serentak Membasmi Jentik) merupakan suatu strategi pemberdayaan masyarakat berbasis desa pakraman sebagai salah satu kearifan lokal masyarakat Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas model pemberdayaan masyarakat “Darma Sebatik” dalam meningkatkan keberhasilan pencegahan penyakit DBD. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Non-equivalent Pretest-Postest Control Group yaitu melakukan suatu intervensi program kesehatan berupa implementasi model pemberdayaan masyarakat “Darma Sebatik” pada sekelompok masyarakat sebagai eksperimen dan dibandingkan hasilnya dengan kelompok lain sebagai kontrol. Variabel yang diukur sebagai hasil penelitian adalah jumlah rumah positifjentik, jumlah rumah positif nyamuk dan jumlah kasus DBD. Analisis data utama menggunakan uji statistik non parametrik yaitu Chi-Square. Penelitian dilakukan di wilayah Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan.

                Implementasi model pemberdayaan masyarakat “Darma Sebatik” dapat menurunkan jumlah rumah positif jentik dan jumlah rumah positif nyamuk Aedes sp., sedangkan untuk menurunkan jumlah kasus DBD tidak terbukti secara statistik. Penurunan indeks jentik (HJ) sesudah intervensi mencapai 56,2%, dan penurunan indeks nyamuk (RR) mencapai 42,5%. Keterlibatan masyarakat dalam model pemberdayaan masyarakat “Darma Sebatik” melalui kegiatan sosialisasi dan advokasi, penyuluhan, temu wicara, pelatihan pecaiang, PSN serentak dan PSN mandiri dapat meningkatkan keberhasilan pencegahan penyakit DBD. Walaupun penurunan indeks jentik belum mencapai indikator aman dari risiko penularan penyakit DBD, hal ini mengisyaratkan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan. (pps.unud/IT)

Perpanjangan Beasiswa Doktor angkatan 2013

Dalam peningkatan layanan bagi dosen tetap pada perguruan tinggi di lingkungan Kemenristek dan Dikti penerima Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN), Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) menyediakan perpanjangan beasiswa bagi mahasiswa program S3 (Doktor) angkatan tahun 2013 semster ke-7 dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. Masih aktif studi dan melakukan penelitian;
  2. Telah lulus seminar/ujian proposal penelitian disertasi;
  3. Telah melakukan publikasi karya ilmiah dalam bentuk prosiding seminar;
  4. Mengunggah laporan kemajuan studi sebagaimana dimaksud pada diktum 2 dan 3 yang ditandatangani promotor dan kaprodi pada laman http://studi.dikti.go.id mulai tanggal 1 s.d. 17 Agustus 2016.

825-Perpanjangan studi program doktor thn 2013 semester 7

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru Program Profesi dan Pascasarjana Tahap 2 Semester Ganjil Tahun 2016

Rektor Universitas Udayana telah menetapkan hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Profesi dan Pascasarjana Universitas Udayana Semester Ganjil Tahap II Tahun Akademik 2016/2017, sesuai rincian berikut ini :

1. Pengumuman Jadwal Pembayaran dan Registrasi dapat dilihat [ DISINI ]

2. Daftar Nama Peserta yang dinyatakan Lolos dapat dilihat [ DISINI ]

3. Biaya Pendidikan masing-masing Program Studi dapat dilihat [ DISINI ]

4. Petunjuk Pembayaran SPC di Bank BNI dapat dilihat [ DISINI ]