Pimpinan Program Pascasarjana

Tari Cakrawartin dan Padus Pascasarjana

Kuliah Perdana

Pengabdian Kepada Masyarakat

Lokakarya Pascasarjana Unud

Reni Suasih : ” ANALISIS DETERMINAN KESEJAHTERAAN PETANI (STUDI KASUS DI SUBAK PULAGAN DESA TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR) “

Rabu, 28 September 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ni Nyoman Reni Suasih, S.IP., M.Si dari Program Doktor Ilmu Ekonomi dengan disertasinya yang berjudul ” ANALISIS DETERMINAN KESEJAHTERAAN PETANI (STUDI KASUS DI SUBAK PULAGAN DESA TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR) “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

img_3515Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Beras adalah komoditas pangan utama bagi penduduk lndonesia, sehingga petani seharusnya memiliki bargaining power dalam pembentukan harga beras. Namun yang terjadi selama ini petani cenderung hanya sebagai price taker. Pertanian (padi-sawah) sendiri merupakan way of life bagi masyarakat lndonesia, dan masyarakat Bali pada khususnya. Subak Pulagan sebagai salah satu komponen dari lanskap subak yang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) juga difasilitasi pemerintah menjadi lokasi klaster penanaman padi dengan metode System of Rice Intensification (SRI) dengan pola tanam jajar legowo, yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan memiliki produktivitas tinggi. Pertimbangannya adalah karena pencemaran lahan di Subak Pulagan sangat tinggi padahal Subak Pulagan harus dijaga karena merupakan WBD, serta untuk mewujudkan salah satu tujuan pembangunan pertanian, yaitu kesejahteraan petani. Dalam adopsi inovasi program pertanian yang difasilitasi pemerintah, petani di Bali tentu selalu mempertimbangkan kesesuaiannya dengan kearifan lokal, serta manfaat yang diberikan bagi petani, terlebih kesejahteraan petani di Subak Pulagan belum terwujud nyata.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) sistem distribusi padi pasca panen; (2) pengaruh implementasi kearifan lokal clan peran pemerintah terhadap adopsi inovasi; (3) pengarUh implementasi kearifan lokal, peran pemerintah, dan adopsi inovasi terhadap kesejahteraan petani; (4) apakah adopsi inovasi program pertanian memediasi hubungan antara implementasi kearifan lokal dan peran pemerintah terhadap kesejahteraan petani: dan (5) pengaruh kapasitas kelembagaan’ petani dalam memoderasi hubungan antara peran pemerintah dengan kesejahteraan petani.

Penelitian ini dilaksanakan secara survei di Subak Pulagan, Desa Tampaksiring Kabupaten Gianyar. Analisis data dilakukan dengan metode SEM-PLS, Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa sistem distribusi padi .pasca panen di Subak Pulagan terdiri dari tiga saluran distribusi tetapi berlangsung belum efisien, karena harga eceran beras ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap harga gabah di tingkat produsen, Implementasi kearifan lokal dan peran pemerintah secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi inovasi program pertanian di Subak Pulagan. Implementasi kearifan lokal secara langsung juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan petani, namun peran pemerintah berpengaruh tidak signifikan terhadap kesejahteraan petani di Subak Pulagan. Dengan dimediasi oleh adopsi inovasi, implementasi kearifan lokal berpengaruh signifikan secara tidak langsung terhadap kesejahteraan petani di Subak Pulagan. Adopsi inovasi dalam memediasi peran pemerintah terhadap kesejahteraan petani juga berpengaruh signifikan. Kapasitas kelembagaan petani memoderasi pengaruh peran pemerintah terhadap kesejahteraan petani, artinya secara persepsi, kapasitas kelembagaan petani di Subak Pulagan Desa Tampaksiring Kabupaten Gianyar memang memoderasi peran pemerintah terhadap kesejahteraan petani dengan sifat pure moderator. Subak Pulagan dapat bersinergi dengan pemerintah, swasta, maupun akademisi untuk mengembangkan pola distribusi yang lebih efisien, seperti memberikan kekhasan pada beras dari Subak Pulagan, serta pemberian brand. Kebijakan pemerintah yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan petani sebaiknya dilakukan melalui pelaksanaan inovasi-inovasi di bidang pertanian dengan memanfaatkan keberadaan lembaga subak sebagai lembaga petani. (pps.unud/IT)

Perpanjangan Studi Program Doktor angkatan tahun 2013 semester ke-7 tahap 2

Menindaklanjuti surat Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi  nomor 1500/D3/PG/2016, dengan ini dibuka kembali perpanjangan studi Program Doktor angkatan 2013 semester ke-7 tahap II. Persyaratan untuk mengajukan perpanjangan sebagaimana dimaksud diatas, sebagai berikut:

  1. Masih aktif studi dan melakukan penelitian;
  2. Telah lulus seminar/ujian proposal penelitian disertasi;
  3. Telah melakukan publikasi karya ilmiah dalam bentuk prosiding seminar;
  4. Mengunggah laporan kemajuan studi sebagaimana dimaksud pada diktum 2 dan 3 yang ditandatangani promotor dan kaprodi pada laman http://studi.dikti.go.id mulai 13 s.d. 21 September;
  5. Penetapan status oleh pascasarjana pada laman http://stdui.dikti.go.id paling lambat 23 September 2016.

1500-perpanjangan-studi-program-doktor-angk-2013-semester-7-tahap-2

Persetujuan Penetapan Dosen Penerima Bantuan Perpanjangan Studi Program Doktor (s3) Angkatan2013 Semester ke-7 Tahun Anggaran 2016

Bersama ini kami sampaikan hasil validasi Pascasarjana untuk data mahasiswa Program Doktor (S3) Angkatan Tahun 2013 yangmasih aktif studi dan melakukan penelitian serta tetap mengunggah laporan kemajuan studi, yang direkomendasikan sebagai penerima bantuan perpanjangan studi Program Doktor (S3) Angkatan 2013 Semester ke-7 Tahun Anggaran 2016.(itpps/budi)

1246-28_persetujuan-penetapan-dosen-penerima-bantuan-perpanjangan-studi-s3-2013-smt-7_unud

Pengumuman Hasil Seleksi BUDI DN (Dalam Negeri)

Selamat bagi dosen penerima Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dalam Negeri (BUDI DN) Tahun 2016.

Unduhan :

  1. Pengumuman Hasil Seleksi Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dalam Negeri (BUDI DN) Tahun 2016
  2. Dosen Penerima Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dalam Negeri (BUDI DN) bagi PTN Baru (Afirmasi BUDI DN) Tahun Anggaran 2016

Yohanes Kristianto : ” BAHASA HOSPITALITAS DALAM RANAH PARIWISATA: PRAKTIK MUKA “

Rabu, 31 Agustus 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Yohanes Kristianto, S.Pd.,M.Hum dari Program Doktor Linguistik dengan disertasinya yang berjudul BAHASA HOSPITALITAS DALAM RANAH PARIWISATA: PRAKTIK MUKA. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A.

IMG_2916Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap, menganalisis, dan menafsirkan realitas bahasa hospitalitas dalam ranah pariwisata dari perspektif dualitas. Asumsi yang mendasari adalah bahwa bahasa merupakan tindakan dalam praktik-praktik sosial. Hal ini ditunjukkan oleh praktik bahasa Inggris dalam interaksi layanan. Bahasa Inggris tampak seperti skema prinsip dalam interaksi layanan dan pada saat yang sama juga memberdayakan penyedia layanan untuk melakukan interaksi layanan. Untuk mengungkap dan menginterpretasikan praktik bahasa hospitalitas digunakan teori strukturasi . Teori etnografi komunikasi dan teori pragmatik tindak tutur dan kesantunan manusia percontoh (Model Person) digunakan untuk menganalisis peristiwa tutur dalam interaksi layanan. Berdasarkan prinsip strukturasi, fokus masalah penelitian ini mencakup tiga hal, yaitu (1) struktur bahasa hospitalitas, (2) sistem bahasa hospitalitas, dan (3) praktik muka. Masalah (1) dan (2) dianalisis dengan etnografi komunikasi. Masalah (3) dianalisis dengan teori tindak tutur dan teori kesantunan manusia percontoh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi. memolakan. dan menafsirkan praktik bahasa dalam ranah pariwisata, sehingga tidak menggunakan analisis statistik untuk menggeneralisasi hasil. Populasi tidak dalam jumlah besar, tetapi menggunakan sampel purposive untuk menentukan jumlah informan berdasarkan kriteria dan keterwakilan dalam ranah pariwisata.

 Selain itu, perilaku bahasa secara umum adalah homogen. Data dikumpulkan dengan observasi (simak), catat, dan rekam. Data yang dipilih adalah bahasa Inggris karena bahasa Inggris sebagai bahasa asing utama dalam ranah pariwisata. Temuan penelitian ini adalah: (I) struktur bahasa hospitalitas, mencakup:(a) struktur signifikasi berupa latar peristiwa tutur interaksi layanan, (b) struktur dominasi, yaitu peserta (pelaku pariwisata dan wisatawan), dan (c) struktur legitimasi, yaitu pembenaran berupa tujuan tutur interaksi layanan, (2) sistem bahasa hospitalitas dalam bentuk (a) skema interpretasi berupa urutan tindakan dan cara melakukan tindakan, (b) skema fasilitas berupa sarana tutur, dan (c) skema norma dalam bentuk norma interpretasi dan norma interaksi, (3) praktik muka mencakup: (a) praktik komunikasi dalam bentuk tindakan, yaitu tindak tutur ekspresif, direktif, representatif, dan komisif, (b) praktik kekuasaan dalam bentuk tindak pengancaman muka, (c) praktik sanksi berupa tindak penyelamatan muka. Secara empiris, praktik muka diwujudkan dalam entitas keinginan untuk bebas (muka negatif) dan menerima (muka positif). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan (1) struktur bahasa hospitalitas dapat digunakan oleh pelaku pariwisata untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja berbahasa, (3) sistem bahasa hospitalitas dapat digunakan oleh pelaku pariwisata untuk memahami modalitas bahasa, dan (3) praktik muka dapat digunakan sebagai strategi praktik pariwisata bagi masyarakat lokal, pemerintah, dan investor. (pps.unud/IT)

Jacob Matheos Ratu : ” INTERVENSI ERGONOMI TOTAL BERBASIS NILAI KEARIFAN LOKAL LADI TUA MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN DAN KEHIDUPAN KERJA SERTA PRODUKTIVITAS PENY ADAP LONTAR DI KOTA KUPANG “

Selasa, 30 Agustus 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Jacob Matheos Ratu dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul INTERVENSI ERGONOMI TOTAL BERBASIS NILAI KEARIFAN LOKAL LADI TUA MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN DAN KEHIDUPAN KERJA SERTA PRODUKTIVITAS PENY ADAP LONTAR DI KOTA KUPANG “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

IMG_2873Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Penyadapan nira lontar adalah salah satu pekerjaan yang telah dilakukan secara turun temurun dalam kehidupan masyarakat suku Rote yang penyelenggaraannya dilandasi oleh spirit nilai kearifan lokal ladi tua. Nilai kearifan lokal ini mempengaruhi pekerjaan menyadap terutama pada aktivitas mengambil, membawa dan memanfaatkan nira. Dalam pelaksanannya, aktivitas tersebut belum mengacu pada prinsip- prinsip ergonomi sehingga menimbulkan dampak negatif bagi pekerja. Intervensi ergonomi berbasis nilai kearifan lokal ladi tua dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan, kehidupan kerja dan produktivitas penyadap lontar.

Penelitian ini adalah penelitian ekperimental dengan rancangan sama subjek (treatment by subject design). Sampel penelitian berjumlah 11 orang, ditentukan menggunakan teknik multi stage random sampling dari populasi penyadap lontar di Kota Kupang. Pengamatan terhadap variabel kualitas kesehatan, kualitas kehidupan kerja dan produktivitas pada sampel penelitian dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Data yang diperoleh diuji normalitasnya dengan uji Shapiro-Wilk. Data berdistribusi normal dianalisis dengan uji beda uji t perpasangan dan data tidak berdistribusi normal diuji dengan uji Wilcoxon Sign Rank dengan taraf signifikansi 5%.

Hasil penelitian menunjukkan intervensi ergonomi berbasis kearifan lokal ladi tua melalui perbaikan pijakan, ikat pinggang dan penambahan asupan gizi meningkatkan: (1) kualitas kesehatan penyadap lontar dilihat dari penurunan penggunaan energi otot sebesar 32,92%, penurunan kelelahan sebesar 7,7% dan penurunan keluhan muskuloskeletal sebesar 17,13%, (2) kualitas kehidupan kerja penyadap lontar sebesar 26,27%, (3) produktivitas kerja penyadap lontar sebesar 6,67%.

Simpulan penelitian ini adalah intervensi ergonomi total berbasis kearifan lokalladi tua dapat meningkatkan kualitas kesehatan, kualitas kehidupan kerja dan produktivitas penyadap lontar. (pps.unud/IT)

Tjok Istri Ratna : ” WACANA FESYEN GLOBAL DAN PAKAIAN DI KOSMOPOLITAN KUTA “

Senin, 15 Agustus 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, S.Sn.,M.Si dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul WACANA FESYEN GLOBAL DAN PAKAIAN DI KOSMOPOLITAN KUTA “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_1527Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana wacana fesyen global dan pakaian menghegemoni, baik tataran pikiran bawah sadar atau ketidaksadaran kolektif maupun dalam bentuk aturan tertulis. Permasalahan yang dirumuskan pada penelitian ini adalah wacana pembentuk fesyen global dan pakaian ke tengah masyarakat Kosmopolitan Kuta, pengaruh wacana fesyen global dan pakaian terhadap desain produk fesyen global dan pakaian di Kosmopolitan Kuta, strategi masyarakat produsen, profesyen serta antifesyen di Kosmopolitan Kuta menghadapi wacana fesyen global dan pakaian.

Penelitian ini dijabarkan dengan interpretatif kualitatif dan dirancang sebagai penelitian kajian budaya dengan pendekatan desain fesyen posmodem. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori wacana, teori hegemoni, teori dekonstruksi, dan teori gaya hidup terkait dengan fesyen global dan pakaian. Pengumpulan data melalui observasi partisipatori, wawancara, dan studi kepustakaan. Model analisis interaktif digunakan dalam menyajikan data dan penyajian hasil analisis data disajikan secara informal dan formal.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap psikis hegemoni menuju laten dipicu oleh wacana globalisasi, wacana kapitalisme ekonomi global, dan wacana kosmopolitan. Wacana fesyen global dan pakaian di Kosmopolitan Kuta menghegemoni produsen ditunjukkan dengan siklus mode produksi yang mengalami degradasi tingkatan sebanyak empat kali turunan, yaitu tingkat I pembeli, tingkat II perwakilan pembeli, tingkat III agen, dan tingkat IV perwakilan agen. Pada masyarakat profesyen responsif ditunjukkan dengan cara memaknai fesyen global dan pakaian sebagai identitas komunal. Fesyen global dan pakaian yang mengangkat tekstil tradisional Bali, seperti seragam PKK, sekehe gong, teruna-teruni, banjar, dan darma wanita. Masyarakat antifesyen secara personal memandang fesyen global dan pakaian sebagai hal yang statis karena lebih tertarik pada fesyen baku atau pakaian tradisional.Keseluruhan wacana merupakan situasi Kosmopolitan Kuta yang disikapi balik dengan sikap negosiasi dan berdamai.Sikap mengambang sebagai bentuk pertahanan dalam kondisi fluktuatif ekstrem yang melahirkan sikap fisibelitas dan fleksibelitas terarah. Simpulan penelitian ini adalah Kosmopolitan Kuta sebagai etalase desain produk fesyen global dan pakaian di Indonesia, sebagai “lokalitas produk sampel kreatif’ memiliki gaya hidup sebagai warga dunia, memiliki sikap perilaku fluktuatif ekstrem, fisibelitas dan fleksibelitas terarah dalam menghadapi kapitalisme ekonomi global serta dalam menyerap budaya luar. Wacana fesyen global dan pakaian di Kosmopolitan Kuta dapat dijadikan reflektor untuk menentukan titik balik dan pertahanan hidup masyarakat. Rekomendasi penelitian berupa pengetahuan inovasi fesyen global dan pakaian berdasarkan identitas budaya Indonesia, khususnya budaya Bali sebagai bentuk hegemoni tandingan berbasis edukasi. Pengetahuan inovasi fesyen global dan pakaian berupa delapan tahapan dalam perancangan desain mode. (pps.unud/IT)

Ary Widiastini : ” PEDAGANG ACUNG SEBAGAI BASIS EKONOMI KELUARGA DI DESA BATUR TENGAH, KAWASAN PARIWISATA KINTAMANI, BALI “

Jumat, 12 Agustus 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ni Made Ary Widiastini, S.ST.Par.,M.Par dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul PEDAGANG ACUNG SEBAGAI BASIS EKONOMI KELUARGA DI DESA BATUR TENGAH, KAWASAN PARIWISATA KINTAMANI, BALI “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_1481

Prof.Dr. I Wayan Ardika, M.A menyerahkan penghargaan kepada Promovenda Ni Made Ary Widiastini, S.ST.Par.,M.Par sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Pedagang acung merupakan salah satu jenis pekerjaan yang ditekuni oleh masyarakat minim modal di daerah-daerah kepariwisataan di Bali, termasuk pada kawasan pariwisata popular Kintamani, Kabupaten Bangli khususnya di Desa Batur Tengah yang lebih dikenal sebagai Penelokan. Keberadaan mereka tidak saja dianggap buruk oleh pelaku bisnis pariwisata, namun juga dianggap sebagai faktor utama yang menghambat perkembangan pariwisata di Kintamani, bahkan mereka mendapat stigma sebagai patologi sosial. Hal ini tentu menarik untuk dicermati mengingat pedagang acung tetaplah sebuah pekerjaan yang halal, yang merupakan salah satu bentuk pekerjaan di sektor informal di dalam industri pariwisata Bali. Memahami fenomena pedagang acung di Desa Batur Tengah, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan sektor informal pedagang acung dimanfaatkan sebagai basis ekonomi keluarga, bentuk praktik pedagang acung sebagai basis ekonomi keluarga, dan perebutan ruang makna pedagang acung pada kawasan pariwisata Kintamani serta kaitannya dengan entitas perempuan.Teknik observasi, wawancara dan studi pustaka digunakan dalam metode penelitian ini. Data dianalisis secara eklektik dengan menggunakan teori praktik sosial, teori dekonstruksi, teori feminisme dan teori pendukung lainnya yang terkait dengan penelitian yang dilakukan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dipilihnya pedagang acung sebagai pekerjaan oleh masyarakat di Desa Batur Tengah karena adanya keterbatasan modal yang dimiliki oleh mereka, baik modal ekonomi, pendidikan, keterampilan, dan terbatasnya waktu kerja karena memiliki beban hidup lainnya khususnya mereka yang telah berkeluarga. Di dalam praktiknya, pedagang acung melakukan interaksi dengan berbagai pihak yang terlibat di dalam kepariwisataan Kintamani yang tentunya terjadi perebutan modal karena masing-masing pihak memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Sebagai kawasan pariwisata yang telah dikenal hingga ke luar negeri bahkan ditetapkan sebagai Global Geopark Kintamani, menyebabkan daerah tersebut diperebutkan secara ekonomi, sosial-budaya, politik maupun lingkungan. Makna ekonomi diperebutkan untuk pemenuhan kebutuhan material; makna sosial-budaya diperebutkan untuk menguatkan jaringan sosialnya dan status; makna politik diperebutkan untuk kekuasaan; sementara makna lingkungan diperebutkan untuk meraih keuntungan ekonomi dan kepercayaan penguasa. Melalui penelitian ini ditemukan paradigma baru tentang pedagang acung sebagai salah satu bentuk kewirausahaan di bidang pariwisata yang direspon oleh masyarakat sebagai industri yang multipeluang. Selain itu perkembangan pariwisata di kawasan Kintamani sangat tergantung dengan tokoh elit masyarakat yang non struktural. Pada praktiknya masyarakat sangat patuh terhadap tokoh elit masyarakat yang dianggap sebagai patron. Untuk itu, pemerintah daerah selain memberikan ruang gerak bagi pedagang acung juga harus mampu bersinergi dengan tokoh masyarakat yang memiliki kekuatan dan kekuasaan. (pps.unud/IT)

Ni Wayan Ekawati : ” ECOPRENEURSHIP DAN INOVASI HIJAU UNTUK MENGUATKAN KEUNGGULAN BERSAING DAN SUKSES PRODUK BARU SPA DI BALI “

Rabu, 10 Agustus 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ni Wayan Ekawati.,SE.,MM dari Program Doktor Ilmu Manajemen dengan disertasinya yang berjudul ECOPRENEURSHIP DAN INOVASI HIJAU UNTUK MENGUATKAN KEUNGGULAN BERSAING DAN SUKSES PRODUK BARU SPA DI BALI “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_1386Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh antara ecopreneurship dan inovasi hijau terhadap keunggulan bersaing untuk mencapai sukses produk baru pada produsen produk Spa di Bali. Selain itu juga memprediksi peran keunggulan bersaing sebagai mediasi hubungan antara ecopreneurship terhadap sukses produk baru dan peran keunggulan bersaing memediasi hubungan antara inovasi hijau terhadap sukses produk baru.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hubungan-hubungan tersebut serta peran mediasinya. Populasinya adalah seluruh produsen produk Spa di Bali, dengan individu sebagai unit analisis yang terdiri atas pemilik dan para manajer berjumlah 44 sebagai sampel. Analisis data menggunakan analisis

Parsial Least Square (PLS versi 3). Hasil studi menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara ecopreneurshtp terhadap keunggulan bersaing dan sukses produk baru, inovasi hijau tidak berpengaruh signifikan terhadap keunggulan bersaing, namun inovasi hijau berpengaruh signifikan terhadap sukses produk baru. Keunggulan bersaing berpengaruh signifikan terhadap sukses produk baru. Keunggulan bersaing sebagai variabel mediasi berperan ganda yaitu berperan sebagai mediasi sebagian hubungan antara ecopreneurship terhadap sukses produk baru, juga keunggulan bersaing berperan tidak memediasi hubungan antara inovasi hijau terhadap sukses produk baru. Terdapat novelty pada penelitian ini yaitu melakukan pengembangan model sebelumnya dengan menambah variabel baru yaitu variabel ecopreneurship. (pps.unud/IT)

Gede Suhartana : ” KEYBOARD AKSARA BALI SMART BERBASIS ERGONOMI MENINGKATKAN KUALITAS LUARAN PROSES PELATIHAN PENGETIKAN NASKAH BALI MAHASISWA JURUSAN ILMU KOMPUTER FMIPA UNIVERSITAS UDAYANA “

Selasa, 9 Agustus 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus I Ketut Gede Suhartana, S.Kom., M.Kom dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul KEYBOARD AKSARA BALI SMART BERBASIS ERGONOMI MENINGKATKAN KUALITAS LUARAN PROSES PELATIHAN PENGETIKAN NASKAH BALI MAHASISWA JURUSAN ILMU KOMPUTER FMIPA UNIVERSITAS UDAYANA “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_1293Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Komputer sebagai alat bantu manusia telah banyak digunakan untuk mempermudah aktivitas manusia. Sebagai contoh adalah pada pengetikan naskah dengan aksara Bali. Keyboard yang  tersedia sekarang ini tidak ada yang khusus digunakan untuk pengetikan naskah Bali. Pada penelitian pendahuluan ditemukan bahwa pengetikan naskah dengan aksara Bali menimbulkan beban kerja, beban otot lengan bawah dan tangan, beban kognitif (kecepatan, ketelitian, dan konstansi), kelelahan dan penilaian hasil belajar  kognitif Oleh karena itu pendekatan ergonomi melalui pendekatan  SHIP dan TTG untuk menciptakan desain alat yang ENASE untuk meningkatkan kualitas luaran proses pelatihan pengetikan naskah Bali yang dinilai dari menurunnya beban kerja, beban otot lengan bawah dan tangan, beban kognitif (kecepatan, ketelitian, dan konstansi), kelelahan dan meningkatnya hasil belajar kognitif

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian true experiment dengan rancangan randomized pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang terdiri dari 23 orang pada kelompok kontrol bekerja dengan menggunakan keyboard QWERTY dan 23 orang pada kelompok eksperimen yang bekerja dengan keyboard aksara Bali smart berbasis ergonomi. Penelitiaan dilakukan selama 5 hari dari pukul 08.30 wita s.d. 14.00 wita. Data variabel yang diuji pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dibandingkan dengan menggunakan teknik analisis independent-samples t-test dengan tingkat kemaknaan p=0,05.

Hasil analisis uji beda penggunaan keyboard aksara Bali smart berbasis ergonomi diperoleh peningkatan kualitas luaran proses dilihat dari penurunan denyut nadi sebesar 11,48%, penurunan beban otot lengan bawah dan tangan sebesar 50,02%, penurunan beban kognitif ditinjau dari kecepatan sebesar 5,80%, penurunan beban kognitif ditinjau dari ketelitian sebesar 76,45%, penurunan beban kognitif ditinjau dari konstansi sebesar 4,17%, penurunan kelelahan sebesar 18,36% dan peningkatan hasil belajar kognitif sebesar 23,56%.

Pada penelitian ini penggunaan keyboard aksara Bali smart berbasis ergonomi dapat meningkatkan kualitas luaran proses pelatihan pengetikan naskah Bali mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Universitas Udayana. (pps.unud/IT)