Pimpinan Program Pascasarjana

Magister Kajian Pariwisata

Akreditasi Magister Ilmu Hukum

The Summer Class

Seminar Research Prodia

Temu Stakeholder Magister Ilmu Hukum

Temu Stakeholder Magister Ilmu Hukum

PS. Ilmu Lingkungan di Payangan

Kunjungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau di Unud

Pengumuman Hasil Seleksi Program Pascasarjana, Dokter Spesialis dan Profesi 2015

P E N G U M U M A N
Nomor :  3155/UN14/PP.00.03/2015
TENTANG
HASIL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU
PROGRAM PROGRAM PROFESI DAN PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA
SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2015/2016

Rektor Universitas Udayana telah menetapkan hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Profesi dan Pascasarjana Universitas Udayana Semester Ganjil  Tahun Akademik 2015/2016, sebagai berikut:

  1. Daftar Nama Hasil Seleksi
  2. Informasi Jadwal Registrasi Mahasiswa Baru
  3. Daftar Biaya Masing-masing Prodi
  4. Panduan Pembayaran di Bank BNI

Seminar Hasil Penerima Beasiswa PKPI (Sandwich-like) Tahun 2014

Direktur PPs Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K) menerima Kasubdit Kualifikasi Dikti Bapak Ridwan bersama Tim Reviewer dalam seminar hasil penerima beasiswa PKPI 2014

Denpasar, 22 Mei 2015. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyelenggarakan kegiatan seminar hasil PKPI (Sandwhich-like) di Program Pascasarjana Universitas Udayana(Unud). Kegiatan ini di buka oleh Bapak Ridwan selaku Kasubdit Kualifikasi Ditjen Dikti didampingi oleh Prof. Made Sudiana Mahendera, Ph.D selaku Asisten Direktur II Program Pascasarjana. Sebelumnya tim dari Ditjen Dikti disambut oleh Direktur Prof. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K) beserta pimpinan di Program Pascasarjana Unud.

Bapak Ridwan membuka Seminar Hasil penerima beasiswa (PKPI) Sandwich-like

Menurut Bapak Ridwan, Beasiswa Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (Sandwich-like) ke Luar Negeri merupakan salah satu bentuk kontribusi dosen di tingkat internasional adalah melalui publikasi karya ilmiah dalam jurnal yang bertaraf internasional. Guna menghasilkan publikasi tersebut dipandang perlu untuk melakukan penguatan pascasarjana dalam negeri, dengan menerapkan model pencangkokan/magang ke beberapa pembimbing bertaraf internasional di Luar Negeri (sandwich-like).

Dalam seminar ini sebanyak lima orang mahasiswa S3 penerima beasiswa Sandwich-like tahun 2014 mempresentasikan hasil dari kegiatannya selama mengikuti program PKPI ini yaitu: Dyanasari (Australia), Sri Ratnawati (Italia), Rahmat Sewa Suraya (Belanda), Yohanes Kristianto (Jerman), dan Suroyo (Italia). Tim seminar hasil ini dinilai oleh dua orang Tim Reviewer Dikti yaitu Prof. Dr. C. Hanny Wijaya dan Dr. John I. Pariwono. Kegiatan seminar ini berlangsung dengan baik dan masing-masing peserta mengikuti dengan seksama sampai acara ini berakhir. (pps.unud/IT)

Mustaman: ” Ritual MONSEHE pada Etnik Culambacu di Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara”

foto

Promosi Doktor Mustaman,S.SOS.,M.Si dari Program Studi Kajian Budaya

Jumat, 22  Mei 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Mustaman,S.SOS.,M.Si, dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul “Ritual MONSEHE pada Etnik Culambacu di Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara”. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A.

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa  Pada era globalisasi perubahan dan eksistensi kebudayaan lokal merupakan fenomena yang sangat menarik untuk diteliti. Fenomena di atas menjadi menarik karena di satu sisi manusia pencipta budaya, tetapi di sisi lain manusia merupakan produk budaya. Keterkaitan yang erat dari kedua hal di atas memberikan bukti bahwa manusia tidak dapat hidup tanpa budaya, betapapun primitifnya, sebagaimana pada kehidupan etnik Culambacu. Kehidupan berbudaya merupakan ciri manusia yang akan terus hidup sepanjang zaman dan tidak dapat dimusnahkan. Atas dasar anggapan tersebut, maka ritual monsehe menjadi penting dikaji dengan fokus masalah (1) bagaimana bentuk ritual monsehe, (2) ideologi apa yang ada dibalik ritual monsehe, dan (3) apa makna yang terkandung dalam ritual monsehe. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sebagai landasan analisis, digunakan teori struktural fungsional, teori semiotik, dan teori hegemoni. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis di atas dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk ritual monsehe sebagai berikut : pertama ritual monsehe tolak bala (monsehe ini ‘a), ritual monsehe dalam penyelesaian konflik, ritual monsehe dalam perselingkuhan (umo ‘api), ritual monsehe pada upacara kematian, ritual monsehe dalam pengobatan. Dalam pelaksanaan ritual tersebut, masing-masing memiliki spesifikasi tersendiri dalam aspek waktu, tempat, aktor, bahasa, dan sarana yang digunakan. Isi pesan yang terkandung dalam perangkat simbolis pada ritual monsehe mengandung makna yang saling terkait. Kedua, ritual monsehe selain berfungsi untuk pengobatan dan pencegahan bencana juga mengandung beberapa ideologi di dalamnya, yang terbagi dalam dua bagian, yakni ideologi kosmologi dan ideologi religius. Ideologi kosmologi terkait dengan konsepsi etnik Culambacu tentang penciptaan alam semesta dan manusia, sedangkah ideologi religius terkait dengan hubungan antara manusia dan Tuhan. Ketiga totalitas ritual monsehe yang dipraktikkan etnik (‘ulambacu terakumulasi dalam bentuk simbol-simbol yang urat makna, yakni makna religius, makna keharmonisan, makna pendidikan, makna identitas, makna pengendalian sosial, dan makna solidaritas. Walaupun sarat makna dalam era globalisasi, eksistensi ritual monsehe belakangan ini mengalami kendala dan tekanan eksternal dengan kelompok Islam ekstrem atas nama ideologi lslam mainstream yang mendasarkan pada kebenaran tunggal dan menolak tradisi lokal ritual monsehe karena dianggap mengandung ajaran animisme yang bersifat syirik, musryik, dan sesat. Selain itu, pengetahuan dan teknologi, informasi dan modernitas yang melanda etnik Culambacu juga menjadi kendala. Kondisi yang demikian mengidentifikasi bahwa proses hegemoni dan dominasi ideologi lslam mainstream dan modernisasi terhadap tradisi lokal ritual monsehe etnik Culambacu di Sulawesi Tenggara menjadi semakin intensif. (pps.unud/IT)

Konferensi Nasional II “Karekteristik Hukum Perikatan Indonesia: Menuju Pembaharuan Hukum Perikatan Nasional”

Program Studi Magister (S2) Ilmu Hukum bersama-sama dengan Fakultas Hukum, Program Studi Magister Kenotariatan dan Program Studi Doktor Ilmu Hukum Univeristas Udayana bekerjasama dengan Asosiasi Pengajar Hukum Keperdataan (APHK) melaksanakan Konferensi Nasional II bertempat di Fakultas Hukum Universitas Udayana dengan tema “Karekteristik Hukum Perikatan Indonesia: Menuju Pembaharuan Hukum Perikatan Nasional”. Selengkapnya…

Studi Pemulihan Layanan Bagi Wisatawan Yang Berkunjung Ke Bali