Pimpinan Program Pascasarjana

Tari Cakrawartin dan Padus Pascasarjana

Kuliah Perdana

Pengabdian Kepada Masyarakat

Lokakarya Pascasarjana Unud

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru Program Profesi dan Pascasarjana Tahap 2 Semester Ganjil Tahun 2016

Rektor Universitas Udayana telah menetapkan hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Profesi dan Pascasarjana Universitas Udayana Semester Ganjil Tahap II Tahun Akademik 2016/2017, sesuai rincian berikut ini :

1. Pengumuman Jadwal Pembayaran dan Registrasi dapat dilihat [ DISINI ]

2. Daftar Nama Peserta yang dinyatakan Lolos dapat dilihat [ DISINI ]

3. Biaya Pendidikan masing-masing Program Studi dapat dilihat [ DISINI ]

4. Petunjuk Pembayaran SPC di Bank BNI dapat dilihat [ DISINI ]

Ayu Manik : ” SUPLEMENTASI MINYAK HATI IKAN KOD PADA PAKAN KOMERSIAL UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN DAN PERFORMA REPRODUKSI KELINCI (Lepus sp.) JANTAN LOKAL “

Senin, 11 Juli 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Dra. Ni Gusti Ayu Manik Ermayanti, M.Si dari Program Doktor Ilmu Peternakan dengan disertasinya yang berjudul SUPLEMENTASI MINYAK HATI IKAN KOD PADA PAKAN KOMERSIAL UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN DAN PERFORMA REPRODUKSI KELINCI (Lepus sp.) JANTAN LOKAL “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

IMG_0643

Promovenda Dra. Ni Gusti Ayu Manik Ermayanti, M.Si mempresentasikan Disertasi pada ujian Promosi Doktor

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Kelinci sebagai komoditas peternakan mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai usaha peternakan. Kendala umum yang sering terjadi pada usaha peternakan kelinci adalah keterbatasan dalam memperoleh pejantan unggul. Untuk mendapatkan pejantan sehat dan memiliki performa reproduksi yang baik dapat dilakukan dengan penambahan nutrien esensial pada pakan komersial, salah satunya adalah penambahan minyak hati ikan  kod. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan, profil lipid, nilai hematologi, dan performa reproduksi kelinci jantan lokal yang diberi pakan komersial disuplementasi minyak hati ikan kod.

Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan pakan, yaitu pakan komersial tanpa minyak hati ikan kod (P-O) sebagai kontrol, pakan komersial disuplementasi minyak hati ikan kod 1,5% (P-l), pakan komersial disuplementasi minyak hati ikan kod 3 %(P-2), pakan komersial di suplementasi minyak hati ikan kod 4,5% (P-3). Masing-masing perlakuan terdiri atas delapan ekor kelinci sebagai ulangan dan perlakuan diberikan mulai kelinci berumur 13 minggu sampai umur 25 minggu. Variabel yang diamati adalah berat badan awal, berat badan akhir, pertambahan berat badan, konsumsi pakan, konversi pakan, kadar kolesterol, kadar trigliserida, kadar LDL, kadar HDL, jumlah eritrosit, jumlah leukosit, jumlah trombosit, kadar hemoglobin, nilai hematokrit, kadar FT, kadar NO, berat testis, berat penis, berat kelenjar asesori, konsentrasi spermatozoa, jumlah motilitas spermatozoa, jumlah viabilitas spermatozoa, jumlah morfologi spermatozoa normal, jumlah sel Leydig testis, jumlah sel spermatogenik testis, dan diameter korpus kavernosum penis. Data yang diperoleh dianalisis dengan One Way Anova untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan pakan dan kontrol jika berbeda dilakukan uji lanjut dengan Duncan ‘s Multiple Range Test (DMRT).

Berdasarkan hasil analisis statistik didapatkan hasil bahwa dengan suplementasi minyak hati ikan kod pada pakan komersial terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05) dibandingkan dengan kontrol terhadap berat badan akhir, pertambahan berat badan, konsumsi pakan, konversi pakan, kadar kolesterol, kadar trigliserida, kadar LDL, kadar HDL, jumlah eritrosit, jumlah leukosit, jumlah trombosit, kadar hemoglobin, nilai hematokrit, kadar FT, kadar NO, berat testis, berat penis, berat kelenjar asesori, konsentrasi spermatozoa, jumlah motilitas spermatozoa, jumlah viabilitas spermatozoa, jumlah spermatozoa dengan morfologi normal, jumlah sel Leydig testis, jumlah sel spermatogenik testis, dan diameter korpus kavernosum penis.

Disimpulkan bahwa dengan suplementasi minyak hati ikan kod sampai taraf 4,5% pada pakan komersial mampu meningkatkan respon pertumbuhan, memperbaiki profil lipid, mempertahankan nilai hematologi normal dan meningkatkan performa reproduksi kelinci jantan lokal daripada tanpa suplementasi (kontrol). (pps.unud/IT)

Rai Suarni : ” SUBSTITUSI PAKAN KOMERSIAL DENGAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera)UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRODUKSI KELINCI( Lepus sp.) JANTAN “

IMG_0566

Promovenda Dra. Ni Made Rai Suarni, M.Si mempresentasikan Disertasi pada ujian Promosi Doktor

Jumat, 1 Juli 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Dra. Ni Made Rai Suarni, M.Si dari Program Doktor Ilmu Peternakan dengan disertasinya yang berjudul SUBSTITUSI PAKAN KOMERSIAL DENGAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRODUKSI KELINCI( Lepus sp.) JANTAN “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Made Sudiana Mahendra, Ph.D.

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman perdu yang banyak dijumpai di lndonesia sebagai tanaman pagar dan memiliki banyak manfaat antara lain sebagai sayuran dan bahan obat tradisional. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dampak substitusi pakan komersial dengan tepung daun kelor terhadap kemampuan reproduksi kelinci jantan. Dua puluh empat ekor kelinci jantan yang berumur empat bulan dengan berat rata-rata 1200g digunakan dalam penelitian ini. Empat perlakuan dalam penelitian ini yaitu pakan komersial dengan 0% tepung daun kelor (KO) sebagai kontrol,dan pakan komersial dengan 15% (Kl), 30%(K2) dan 45%(K3) tepung daun kelor. Masing-masing perlakuan terdiri atas 6 ulangan. Perlakuan dilakukan selama 2 bulan. Peubah yang diamati adalah: uji kawin, perfoma (berat badan, rata-rata konsumsi/hari dan konversi pakan), kadar MDA, kadar hormon testosteron dalam darah, berat organ reproduksi (testis dan kelenjar asesori) kualitas dan kuantitas spermatozoa (motilitas, viabilitas, integritas membran spermatozoa, morfologi spermatozoa dan jumlah spermatozoa), gambaran histologi testis (jumlah epitel tubulus seminiferus, tinggi epitel tubulus seminiferus, diameter tubulus seminiferus, jumlah sel Leydig). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi pakan komersial dengan tepung daun kelor mampu meningkatkan kemampuan reproduksi kelinci jantan.

IMG_0578

Prof.Ir.I Gst. Lanang Oka, M.Agr.Sc. Ph.D menyerahkan penghargaan kepada Promovenda Dra. Ni Made Rai Suarni, M.Si sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Substitusi pakan komersial dengan tepung daun kelor sampai 45% mampu meningkatkan berat badan akhir, berat organ reproduksi (testis dan kelenjar asesori) kualitas dan kuantitas spermatozoa (motilitas, viabilitas, integritas membran spermatozoa, jumlah spermatozoa, morfologi spermatozoa), histologi testis (jumlah epitel tubulus seminiferus, tinggi epitel tubulus seminiferus, diameter tubulus seminiferus, jumlah sel Leydig), profil hormon testosteron disamping mampu menurunkan kadar MDA darah kelinci jantan (P<0,05). Kandungan optimal tepung daun kelor dalam pakan komersial dalam penelitian ini adalah 30% karena substitusi pakan komersial dengan 45% tepung daun kelor mulai terjadi penurunan tetapi masih lebih tinggi dari kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tepung daun kelor sampai 45% dapat digunakan sebagai pengganti pakan komersial untuk meningkatkan kemampuan reproduksi kelinci jantan. Untuk mendapatkan pejantan yang memiliki kemampuan reproduksi yang maksimal sebaiknya menggunakan substitusi pakan komersial dengan tepung daun kelor sebanyak 32,31% – 35,07%. (pps.unud/IT)

Informasi Pendaftaran Wisuda Unud Periode Ke-118

Untitled

Informasi dapat dilihat di Link disini

I Gusti Ngurah Seramasara : ” REKONSTRUKSI WAYANG ORANG DARMA KERTI DUSUN BATU PANDANG : SEBUAH PERGULATAN IDENTITAS DI MATARAM LOMBOK “

IMG_0190

Promovendus foto bersama Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji serta Rektor ISI setelah sidang selesai

Rabu, 22 Juni 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Drs. I Gusti Ngurah Seramasara, M.Hum dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul REKONSTRUKSI WAYANG ORANG DARMA KERTI DUSUN BATU PANDANG : SEBUAH PERGULATAN IDENTITAS DI MATARAM LOMBOK “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A.

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Wayang Orang merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang tokoh-tokohnya diperankan oleh manusia. Wayang orang sebagai seni pertunjukan khas Sasak menggunakan Serat Menak sebagai sumber cerita, yang saat ini mengalami keterpinggiran, bahkan hampir punah. Untuk itu seniman dan budayawan Sasak yang difasilitasi oleh UPTD Taman Budaya Mataram, Lombok, berupaya menyelamatkan wayang orang itu dengan melakukan rekonstruksi. Salah satu wayang orang yang direkonstruksi adalah Wayang Orang Darma Kerti Dusun Batu Pandang. Rekonstruksi wayang orang itu yang dilakukan ditengah-tengah pergulatan identitas Sasak di Mataram, Lombok, merupakan permasalahan dan tantangan bagi semua pihak mengingat bahwa Mataram Lombok merupakan masyarakat multietnis dan multireligius.

Tujuan penelitian mr adalah untuk memahami permasalahan rekonstruksi Wayang Orang Darma Kerti, dalam pergulatan identitas di Mataram Lombok. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) latar belakang dilakukannya rekonstruksi terhadap Wayang Orang Darma Kerti Dusun Batu Pandang, (2) bagimana proses rekonstruksi itu dilakukan, dan(3) implikasi rekonstruksi wayang orang itu. Lokasi Penelitian ini adalah di Mataram, Lombok, dan pengumpulan data digunakan metode kualitatif dengan kaidah- kaidah ilmiah berdasarkan paradigma kajian budaya. Untuk menganalisis temuan data sesuai dengan permasalahan di atas, digunakan teori dekonstruksi, multikultural, dan hegemoni. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan .Pertama, ada keinginan untuk melestarikan wayang orang sebagai identitas lokal sehingga ada ideologi religius yang bersumber pada nilai agama Islam dan nilai wetu telu melatar belakangi rekonstruksi

itu. Kedua, rekonstruksi itu dilakukan melalui tahapan observasi, inventarisasi, dan klasifikasi sehingga diputuskan untuk merekonstruksi Wayang Orang Darma Kerti Dusun Batu Pandang, Lombok Timur dengan menggunakan penari para dalang yang ada di Mataram dan Lombok Barat. Implementasi tahapan ini adalah mengumpulkan dalang, menyusun lakon, mengadakan latihan, dan terakhir’ melakukan pementasan. Ketiga, rekonstruksi itu berimplikasi pada religi, estetika dan terwujudnya identitas Sasak. Dalam rekonstruksi itu terjadi pula adaptasi antara agama dan budaya sebagai implementasi adatluwirgama, yang dilestarikan, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat. (pps.unud/IT)

Gusti Ketut Alit Suputra : ” PENGGUNAAN BAHASA GUYUB TUTUR MASYARAKAT BALI DI PARIGI SULAWESI TENGAH “

IMG_0098

Promovendus foto bersama Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Jumat, 17 Juni 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Drs. Gusti Ketut Alit Suputra, M.Hum dari Program Doktor Linguistik dengan disertasinya yang berjudul PENGGUNAAN BAHASA GUYUB TUTUR MASYARAKAT BALI DI PARIGI SULAWESI TENGAH. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa terdapat empat masalah utama yang menjadi kajian penelitian, yaitu: (1) pilihan bahasa guyub tutur masyarakat Bali di Parigi dilihat dari segi ranah penggunaannya, (2) macam, fungsi, dan makna alih kode penggunaan bahasa guyub tutur masyarakat Bali di Parigi, (3) faktor-faktor penyebab guyub tutur masyarakat Bali di Parigi beralih kode ketika interaksi verbal berlangsung, dan (4) wujud campur kode dan interferensi penggunaan bahasa guyub tutur masyarakat Bali di Parigi serta faktor-faktor yang menyebabkannya. Kajian tersebut dibahas berdasarkan suatu pemikiran bahwa guyub tutur masyarakat Bali di Parigi tergolong masyarakat bilingual. Selain itu, daerah transmigrasi merupakan tempat berkumpulnya adat istiadat, budaya, dan bahasa dari berbagai etnis. Hal itu mengakibatkan terjadinya berbagai fenomena kebahasaan, seperti pilihan bahasa, alih kode, campur kode, dan interferensi.

Penelitian ini dilakukan di wilayah transmigran Bali di Kecamatan Parigi dan Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Dari dua kecamatan tersebut diambil tiga desa sebagai sumber data primer, yaitu Desa Mertasari, Desa Sumbersari, dan Desa Nambaru. Sebagai payungnya penelitian ini menggunakan teori sosiolinguistik. Teori tersebut ditunjang dengan teori- teori yang lebih spesifik, seperti teori pilihan bahasa, teori komponen tutur, dan teori akomodasi. Dalam pengumpulan data digunakan metode simak dan cakap. Setelah terkumpul, data dianalisis dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk menganalisis masalah (1) dan metode kualitatif digunakan untuk menganalisis masalah (2), (3), dan (4). Hasil analisis menunjukkan bahwa dilihat dari segi ranah penggunaannya, pilihan bahasa antaretnis didominasi oleh penggunaan bahasa Indonesia, sedangkan pilihan bahasa intraetnis didominasi oleh penggunaan bahasa Bali. Pilihan bahasa lainnya, yaitu adanya perbedaan yang sangat signifikan antara penggunaan bahasa kelompok dewasa dan penggunaan bahasa kelompok remaja. Pada penggunaan bahasa antaretnis kelompok dewasa frekuensi penggunaan bahasa Indonesianya lebih rendah dibandingkan dengan kelompok remaja, sedangkan penggunaan bahasa intraetnis kelompok remaja frekuensi penggunaan bahasa Balinya lebih rendah dibandingkan dengan kelompok dewasa. Selain itu, hasil analisis juga menemukan fenomena kebahasaan, seperti alih kode, campur kode, dan interferensi penggunaan bahasa guyub tutur masyarakat Bali di Parigi, Sulawesi Tengah. (pps.unud/IT)

Tawaran Program Beasiswa PMDSU Batch III

Bersama ini disampaikan bahwa Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti kembali membuka kesempatan kepada perguruan tinggi untuk mengeksplorasi dan merealisasikan peluang mendidik sarjana unggul melalui Program Beasiswa Pendidik Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Adapun surat penawaran dan panduan dapat di download pada link dibawah ini,

  1. Surat Tawaran Program PMDSU Batch III Tahun 2016
  2. Pedoman PMDSU Batch III Tahun 2016

I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi : ” PENGARUH VIRGIN COCONUT OIL DALAM FORMULA WHO DIBANDINGKAN DENGAN MINYAK JAGUNG TERHADAP GLUTATHIONE, MALONDIALDEHYDE, TNF-α DAN PERLEMAKAN HATI SERTA BERAT BADAN TIKUS WISTAR MALNUTRISI BERAT “

Senin, 6 Juni 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda dr. I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi, M.Kes., Sp.A dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul PENGARUH VIRGIN COCONUT OIL DALAM FORMULA WHO DIBANDINGKAN DENGAN MINYAK JAGUNG TERHADAP GLUTATHIONE, MALONDIALDEHYDE, TNF-α DAN PERLEMAKAN HATI SERTA BERAT BADAN TIKUS WISTAR MALNUTRISI BERAT “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Malnutrisi berat (MB) masih merupakan penyebab kematian utama anak-anak di bawah usia lima tahun. Kadar antioksidan kurang, radikal bebas, perlemakan hati, dan sitokin proinflamasi meningkat pada MB, terjadi kondisi hiperkatabolik berkepanjangan. Berat badan (BB) sulit meningkat. Virgin coconut oil mengandung medium chain triglyseride (MCT) dan antioksidan tinggi diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Penelitian pemberian VCO dalam penanganan MB bel um ada.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh VCO dalam penanganan MB, terhadap kandungan glutathione (GSH), malondialdehyde (MDA), tumor necrotizing factor-α (TNF-α), perlemakan hati, dan peningkatan BB. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental, randomized posttest only control group design, membandingkan efek terapi VCO dengan minyak jagung dalam F75 dan F100 untuk penanganan tikus MB. Tikus MB dibagi 2 kelompok secara random, kelompok yang mendapat F75 dan F100 dengan kandungan VCO (Kelompok A) dan kandungan minyak  jagung (Kelompok B). Pengamatan dilakukan setelah pemberian selama 28 hari. Masing-masing kelompok terdiri dari 19 ekor  tikus. Seekor tikus (Kelompok B) mati sebelum akhir penelitian. Analisis dilakukan pada ke-37 tikus yang tersisa. Kadar GSH tidak berbeda bermakna, 1,35 pg/g (SB (0,74) untuk Kelompok A dan 1,27 pg/g (SB 0,48) untuk Kelompok B (p = 0,703). Ekspresi MDA rendah  (<2,9%) lebih banyak pada Kelompok A dibanding Kelompok B (p=0,046). Kadar TNF-a pada Kelompok A (1087,2 pg/g (320,00- 2525,46)) lebih tinggi dari Kelompok B (711,32 pg/g (403,19- 2400,91)) tetapi tidak bermakna secara statistik (p = 0.08). Perlemakan hati pada Kelompok A (13,74 sel dalam lima lapang pandang (SB 1,32)) lebih sedikit daripada Kelompok B (20.74 sel dalam lima lapang pandang (SD 2.01)), bermakna secara statistik (p=0,000). Rerata peningkatan BB kedua kelompok tidak berbeda bermakna, 73,45 g (SB 20,08) untuk Kelompok Adan 68,97 g (SD 11,49) untuk Kelompok B (p = 0.414) Ekspresi MDA rendah lebih banyak dan perlemakan hati lebih sedikit pada kelompok tikus yang mendapatkan VCO dibanding minyak jagung. Perbedaan kadar GSH dan TNF-a. hati serta peningkatan berat badan pada kelompok VCO dan minyak jagung  tidak bermakna secara statistik. Perlemakan hati yang lebih rendah  pada kelompok VCO kemungkinan karena kandungan MCT dari VCO. (pps.unud/IT)

I Nyoman Wande : ” TINGGINYA EKSPRESI mRNA TLR2, KADAR CORONIN- 1A DAN BACTERIAL LOAD PADA JARINGAN PARU MENCIT DIABETES MELITUS YANG DIINFEKSI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS “

Kamis, 2 Juni 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus dr. I Nyoman Wande, SpPK dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul TINGGINYA EKSPRESI mRNA TLR2, KADAR CORONIN-1A DAN BACTERIAL LOAD PADA JARINGAN PARU MENCIT DIABETES MELITUS YANG DIINFEKSI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

IMG_9848

Prof.Dr.dr. Ketut Suastika,Sp.PD.KEMD menyerahkan penghargaan kepada Promovendus dr. I Nyoman Wande, SpPK sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Diabetes melitus (DM) merupakan faktor risiko penting dalam perkembangan tuberkulosis. Frekuensi pasien diabetes dengan tuberkulosis dilaporkan berkisar antara 10-15, dan prevalensi infeksi tuberkulosis ini 2-5 kali lebih tinggi pada pasien diabetes daripada kontrol atau individu yang tidak menderita diabetes melitus. Mekanisme terjadinya peningkatan kerentanan terhadap tuberkulosis pada penderita DM belum sepenuhnya dimengerti. Tuberkulosis meningkat seiring dengan meningkatnya DM dan secara signifikan menyebabkan peningkatan kematian.

Penelitian eksperimen dengan rancangan randomized post test only control group design menggunakan 48 ekor mencit Balb/c yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I (K I) mencit normal, Kelompok 2 (K2) mencit yang diinfeksikan kuman M.tuberculosis, Kelompok 3 (P I) mencit yang hanya menderita diabetes melitus, Kelompok 4 (P2) mencit menderita diabetes melitus yang diinfeksikan kuman M.tuberculosis. Pada minggu ke tiga dan ke lima setelah diinfeksi dilakukan pemeriksaan ekspresi mRNA TLR2, kadar Coronin-1 A, dan bacterial load jaringan paru mencit. Dilakukan analisis statistik dengan One-Way Anova dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc dengan LSD. Uji Spearman dilakukan untuk menilai korelasi antar variabel penelitian. Ekspresi mR A TLR2 jaringan paru mencit minggu ke tiga pada Kelompok K1 (146.17 ± 39,37 fg/µl), K2 (168,08±22,50 fg/µl), P1 (1I93,45±70,48 fg/µl), dan P2 (I79,53±36,29 fg/µl), Ekspresi mRNA TLR2 jaringan paru mencit minggu ke lima pada Kelompok K1 (150,90±40,73 fg /µl). K2 (172, 15±33,89 fg/µl), P1 (199,49±27,78 fg/µl), dan P2 (391,70±146,74 fg/µl). Kadar Coronin-1A jaringan paru mencit minggu ke tiga pada Kelompok K1 (8,80± 1,41 ng/ml), K2 (9,22±1,70 ng ml), P1(9,25±0,89 ng/ml), dan P2 (10,02±1,25 ng/ml). Kadar Coronin-I Ajaringan paru mencit minggu ke lima pada Kelompok KI (8.85 ± 1,41 ng/ml), K2 (9,74±0,38 ng/ml), PI(9,30±0,97 ng.ml). dan P2 (10,77±1,07 ng/ml). Bacterial load jaringan paru mencit minggu ke tiga pada Kelompok K2 (61,49 ±22,39 fg/µl) dan P2 (124,87±35,05 fg/µl), Kadar Bacterial load jaringan paru mencit minggu ke lima pada Kelompok K2 (86,54±32,08 fg/µl) dan P2 (351 ,93± 139,60 fg/µl). Terdapat perbedaan yang bermakna ekspresi mRNA TLR2 antar kelompok penelitian (p<0,001). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna kadar Coronin-1A antar kelompbk penelitian (p=0,112). Ada perbedaan yang bermakna bacterial load jaringan paru antar kelompok penelitian (p<0,001). Ada korelasi positif antara ekspresi mRNA TLR2 dengan bacterial load jaringan paru (r=0,448, p= 0,028), kadar Coronin-1A dengan bacterial load jaringan paru (r=0,388, p= 0,061). Terjadi peningkatan ekspresi mRNA TLR2, kadar Coronin-1A serta bacterial load jaringan paru mencit diabetes melitus yang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. Ada korelasi positif yang bermakna antara ekspresi mRNA TLR2 dengan bacterial load Mycobacterium tuberculosis jaringan paru mencit. (pps.unud/IT)

Putu Ruliati : ” MODIFIKASI KONDISI KERJA BERBASIS ERGO-TRI HITA KARANA MENINGKATKAN KESEHATAN KERJA DAN PRODUKTIVITAS PEKERJA PENGGILINGAN PADI DI DESA JINENGDALEM BULELENG “

Jumat, 27 Mei 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Luh Putu Ruliati, SKM.,M.Kes dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul MODIFIKASI KONDISI KERJA BERBASIS ERGO-TRI HITA KARANA MENINGKATKAN KESEHATAN KERJA DAN PRODUKTIVITAS PEKERJA PENGGILINGAN PADI DI DESA JINENGDALEM BULELENG. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Dalam masyarakat Bali dikenal dengan filosofi Tri Hita Karana (THK.) merupakan suatu konsep hubungan yang harmonis dan sudah ditanamkan dalam suatu kegiatan apapun dan bersifat universal termasuk usaha penggilingan padi. Keberhasilan produksi dan peningkatan kesehatan kerja di penggilingan padi sangat ditentukan oleh kondisi kerja yang aman, nyaman dan sehat. Kondisi kerja yang tidak ergonomis menyebabkan pekerja penggilingan padi di Desa Jinengdalem Buleleng tidak bisa bekerja optimal. Upaya yang dapat dilakukan diantaranya adalah menerapkan intervensi ergonomi dengan menitikberatkan pada ergo THK..

Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan Randomized Pretest and Posttest Control Group Design. Rancangan ini merupakan rancangan paralel dengan jumlah sampel 30 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu Kelompok Kontrol dan Kelompok Perlakuan. Kelompok Kontrol adalah pekerja yang bekerja dengan kondisi kerja lama berjumlah 15 orang dan 15 orang lainnya sebagai Kelompok Perlakuan yaitu pekerja yang bekerja dengan kondisi kerja yang telah diperbaiki secara ergo THK.. Data kinerja pekerja antara kelompok Kontrol dan Kelompok Perlakuan dibandingkan dan dianalisis dengan uji Independent Sampie t test pada taraf signifikan 5% (a.= 0,05).

Data hasil penelitian diperoleh bahwa terjadi peningkatan kesehatan kerja dilihat dari penurunan beban kerja pada Kelompok Perlakuan sebesar 21,43%, penurunan keluhan muskuloskeletal sebesar 35,95%, penurunan ketegangan otot sebesar 66,55%, penurunan kelelahan sebesar 27,31%, peningkatan fungsi paru sebesar 6,7%. Terjadi peningkatan produktivitas kerja sebesar 25,78. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ergo THK memberikan pengaruh terhadap peningkatan kesehatan kerja dan produktifitas.

Disimpulkan bahwa modifikasi kondisi kerja berbasis ergo THK dengan intervensi ergonomi melalui penerapan TTG melalui pendekatan SHIP dapat meningkatkan kesehatan kerja berdasarkan penurunan beban kerja, penurunan keluhan muskuloskeletal, penurunan ketegangan otot, penurunan kelelahan, peningkatan fungsi paru dan terjadi peningkatkan produktivitas kerja. (pps.unud/IT)