Pimpinan Program Pascasarjana

Magister Kajian Pariwisata

Akreditasi Magister Ilmu Hukum

The Summer Class

Seminar Research Prodia

Temu Stakeholder Magister Ilmu Hukum

Temu Stakeholder Magister Ilmu Hukum

PS. Ilmu Lingkungan di Payangan

Kunjungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau di Unud

Ni Made Delly Resiani: ” PEMANFAATAN INANG OLEH PARASITOlD TELUR PENGGEREK BATANG PADI KUNING Scirpophaga incertulas (WALKER) (LEPIDOPTERA:PYRALIDAE) “

Kamis, 27  Agustus 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ir. Ni Made Delly Resiani, M.P, dari Program Doktor Ilmu Pertanian dengan disertasinya yang berjudul PEMANFAATAN INANG OLEH PARASITOlD TELUR PENGGEREK BATANG PADI KUNING Scirpophaga incertulas (WALKER) (LEPIDOPTERA:PYRALIDAE). Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Penggerek batang padi adalah salah satu hama utama pada tanaman padi. Intensitas serangannya dapat mencapai 90 di lapang, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius.

Upaya pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah hama tersebut adalah dengan menerapkan konsep pengendalian hama terpadu (PHT). Pengendalian hayati dengan pemanfaatan parasitoid merupakan salah satu komponen PHT. Parasitoid dapat dimanfaatkan dalam program pengendalian hayati karena sudah tersedia di alam, selektivitas tinggi dan tidak menimbulkan hama baru, dapat berkembangbiak dan menyebar, dapat mencari dan menemukan inang sendiri sehingga pengendalian berjalan secara berkelanjutan Pelaksanaan pengendalian secara hayati akan lebih efektif bila didukung oleh pengetahuan tentang bioekologi parasitoid (Laba, 1998; Budiyasa, 2003).

Kim ef al. (1986) dan Supartha (2001) melaporkan bahwa parasitoid yang sering dijumpai berasosiasi dengan hama penggerek batang padi pada stadia telur adalah Trichogramma japonicum (Ashm) (Hymenoptera: Trichogrammatidae), Telenomus rowani (Gahan) (Hymenoptera: Scelionidae) dan Tetrastichus schoenobii (Ferr) (Hymenoptera: Eulophidae). Agus (1991)

menemukan bahwa parasitoid Trichogramma sp., Telenomus sp., dan Tetrastichus sp. memarasit telur penggerek batang padi kuning pada tanaman umur empat minggu setelah tanam (mst) berturut-turut dengan tingkat parasitisasi 40,00; 31,52, dan 28,48. Islam (1991) menemukan bahwa sekitar 4\  telur penggerek batang padi kuning diparasitisasi oleh T. rowani dan 93 oleh T. schoenobii. Nurbaeti et al. (\994) menemukan parasitisasi T. schoenobii lebih dari 50, T. rowani 15-18 dan T. japonicum 2-8 pada telur penggerek batang padi kuning. Laba (\998) menemukan bahwa parasitoid T. schoenobii, T. rowani, dan T. japonicum memarasit telur penggerek batang padi kuning dengan parasitisasi berturut-turut yaitu 71; 40-98, dan 20. Kartohardjono (2011) menemukan bahwa parasitoid Trichogramma sp. dan Tetrastichus sp. memarasit kelompok telur penggerek batang padi dengan tingkat parasitisasi antara 7,5-38,0. Perkembangan populasi parasitoid di alam sering mengalami hambatan biologis maupun ekologis berkaitan dengan kemampuan adaptasi terhadap lingkungannya. Perkembangan tersebut menyangkut perilaku pencarian dan parasitisasi dalam penanganan inang, perkembangbiakkan, dan tanggap fungsional parasitoid terhadap peningkatan kerapatan populasi inang yang berpengaruh terhadap peristiwa invasi dan kolonisasi. Supartha (2001) menyatakan bahwa perkembangan populasi berdampak pada pola invasi maupun kemampuan kolonisasinya, sehingga setiap parasitoid mempunyai cara dan kemampuan berbeda dalam melakukan invasi dan kolonisasi. Keberadaan dan keberhasilan parasitoid telur penggerek batang padi kuning telah banyak di laporkan, namun pengetahuan tentang pola invasi, perilaku dan kemampuan parasitisasinya serta statistik demografi dan tipe tanggap fungsionalnya secara alami belum banyak diketahui. Informasi tentang pensnwa tersebut masih terbatas, oleh karena itu upaya untuk mengetahui pola adaptasi biologis dan ekologis parasitoid dalam pemanfaatan inangnya perlu dilakukan melalui penelitian di lapang dan laboratorium.

Tujuan umum

Mengetahui keberadaan parasitoid telur penggerek batang padi kuning sebagai salah satu
komponen utama pengendali hama penggerek batang padi kuning.

Tujuan khusus

  1. Untuk menganalisis proses invasi dan kolonisasi parasitoid telur penggerek batang padi kuning di lapang.
  2. Untuk menganalisis perilaku pencarian dan parasitisasi parasitoid telur penggerek batang padi kuning dalam penanganan inang.
  3. Untuk menganalisis statistik demografi parasitoid telur pada kelompok telur penggerek batang padi kuning.
  4. Untuk menentukan tipe tanggap fungsional parasitoid telur penggerek batang padi kuning terhadap peningkatan kerapatan inang. (pps.unud/IT)

Sang Ketut Sudirga: ” PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN AWAR-AWAR (FICUS SEPTICA BURM.F) SEBAGAI FUNGISIDA NABATI UNTUK ENGENDALIKAN JAMUR COLLETOTRICHUM SPP. PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI BESAR “

Rabu, 26  Agustus 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Sang Ketut Sudirga, S.Si., M.Si, dari Program Doktor Ilmu Pertanian dengan disertasinya yang berjudul ” PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN AWAR-AWAR (FICUS SEPTICA BURM.F) SEBAGAI FUNGISIDA NABATI UNTUK ENGENDALIKAN JAMUR COLLETOTRICHUM SPP. PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI BESAR. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_3049

Prof.Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc., menyerahkan penghargaan kepada Promovendus Sang Ketut Sudirga, S.Si., M.Si sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Penyakit antraknosa pada tanaman cabai besar merupakan penyakit penting yang sering ditemukan pada areal tanaman cabai dan dapat menyebabkan kehilangan hasil sebesar 50 atau lebih (Semangun, 2007). Pengendalian penyakit antraknosa sampai saat ini masih mengandalkan penggunaan fungisida sintetis. Penggunaan fungisida sintetis secara terus menerus dapat menimbulkan efek samping berupa pencemaran lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Perlu dilakukan upaya untuk menemukan cara pengendalian altematif yang efektif dan bersifat ramah lingkungan dengan memanfaatkan ekstrak tumbuhan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas ekstrak daun awar-awar (Ficus septica Burm.f.) untuk menghambat pertumbuhan jamur Colletotrichum spp. penyebab penyakit antraknosa pada tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.). Identifikasi jamur Colletotrichum spp. dilakukan secara morfologi dan molekuler. Uji efektivitas ekstrak daun awar-awar terhadap jamur Colletotriehum spp. dilakukan secara in vitro dengan metode sumur difusi dan secara in vivo dalam rumah kaca. Mekanisme penghambatan ekstrak daun awa-awar terhadap pertumbuhan jamur Colletotriehum spp. diamati melalui SEM dan TEM. Pemisahan senyawa dalam ekstrak aktif daun awar-awar dilakukan dengan teknik kromatografi dan identifikasi senyawa aktif dilakukan dengan metode spektroskopi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur penyebab penyakit antraksosa pada cabai besar di Bali adalah Colletotriehum aeutatum. Ekstrak kasar daun awar-awar secara nyata (P<0,05) mampu menghambat pertumbuhan koloni, pembentukan spora, perkecambahan spora dan pembentukan biomassa jamur C. aeutatum. Formula ekstrak awar awar dengan konsentrasi 4 (b/v) efektif menekan intensitas penyakit antraknosa sebesar 95,55 dan menghindari kehilangan hasil sebesar 91,76. Berdasarkan analisis menggunakan Ge-MS teridentifikasi sebanyak 14 jenis senyawa aktif dalam ekstrak daun awar-awar. Ekstrak daun awar-awar menghambat pertumbuhan jamur C. acutatum dengan cara mempengaruhi permeabilitas membran sel jamur yang kemudian merusak susunan organel sel yang mengakibatkan terjadinya lisis dan kekosongan isi sel sehingga pertumbuhan sel jamur terhambat atau mati. (pps.unud/IT)

Ni Gusti Ayu Dewi Paramita Arisandi: ” CITRA PARIWISATA BALI DALAM SITUS JEJARING SOSIAL “

Senin, 24  Agustus 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ni Gusti Ayu Dewi Paramita Arisandi, S.S, M.Par, dari Program Doktor Pariwisata dengan disertasinya yang berjudul ” CITRA PARIWISATA BALI DALAM SITUS JEJARING SOSIAL “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_2941

Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D menyerahkan penghargaan kepada Promovenda Ni Gusti Ayu Dewi Paramita Arisandi, S.S, M.Par sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Pariwisata berkembang sangat pesat seiring perkembangan teknologi terutama teknologi informasi. Menggunakan teknologi informasi orang dengan mudah mendapatkan akses informasi tentang berbagai destinasi dan atraksi pariwisata serta pemesan hotel dan pemesanan tiket dapat dilakukan dengan media komunikasi. Karena itu penelitian ini mencoba menggunakan internet yaitu media sosial facebook dan twitter, dimana kedua sosial media ini banyak digunakan oleh perusahaan yang bergerak dibidang pariwisata di dunia dan juga di Bali. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah seberapa efektifkah media jejaring sosial digunakan untuk dapat mengukur citra pariwisata Bali?, serta mengenai bagaimana potret citra pariwisata Bali dalam situs jejaring sosial yang digunakan dalam penelitian ini?

Metode penelitian yang digunakan disini adalah metode kualitatif deskriptif dimana menjabarkan fenomena ini secara deskriptif dengan menganalisa komentar yang didapat pada situs jejaring sosial facebook dan twitter, dan diklasifikasikan dalam bentuk komentar positif, negatif, dan tidak tahu (unidentified comment), Selanjutnya komentar yang telah dianalisa menjadi tiga bagian klasifikasi tersebut akan di analisa kembali dengan analisa 4A yang terdiri dari Attraction, Amenity, Ancillary, Accessibility. Disamping itu untuk memperkuat data penelitian diperoleh data dari homepage perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata lewat jejaring sosial TripAdvisor dan Agoda.com dimana dijabarkan mengenai rating point system yang menunjukkan jika perusahaan yang terdata di jejaring sosial ini seperti Hotel, Villa, SPA, restoran, travel agent, airlines, Media, tourist attraction management mempunyai hasil rating yang baik yang menunjukkan bahwa citra pariwisata Bali masih baik dimata wisatawan lokal dan intemasional. Data ini juga diperkuat dengan adanya kajian empiris dimana terdapat data dari seratus wisatawan yang datang ke Bali baik lokal dan intemasional didata dan diminta mengisi questionnaire mengenai Bali sehingga diperoleh hasil yang maksimal terhadap citra pariwisata Bali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, media jejaring sosial sangat efektif digunakan dalam penelitian ini. Banyak perusahaan di Bali rnnggunakan facebook dan twitter. Disamping itu, potret Pariwisata Bali positif baik dalam situs jejaring sosial maupun berdasarkan hasil kuesioner dilapangan terhadap wisatawan. (pps.unud/IT)

I Komang Arba Wirawan: ” DARI KONFLIK DESA KE LAYAR KACA: ANALISIS WACANA LIPUTAN BALI TV DALAM KASUS KEMONING-BUDAGA, KLUNGKUNG, BALI “

Kamis, 20  Agustus 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus I Komang Arba Wirawan, S.Sn., M.Si, dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul DARI KONFLIK DESA KE LAYAR KACA: ANALISIS WACANA LIPUTAN BALI TV DALAM KASUS KEMONING-BUDAGA, KLUNGKUNG, BALI “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

IMG_2793

Promovendus foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana liputan Bali TV kasus Kemoning-Budaga, Klungkung, Bali, sebuah konflik yang meletus 17 September 2011 yang menimbulkan wacana pembubaran desa pakraman. Liputan kasus ini memojokkan Gubernur Made Mangku Pastika, dikabarkan seolah-olah dia mengatakan hendak membubarkan desa pakraman di Bali. Sementara Bali TV dan Bali Post yang berada dalam naungan Kelompok Media Bali Post (KMB) terus mengeksploitasi wacana pembubaran desa pakraman secara subjektif, Gubernur Made Mangku Pastika tidak bisa menerima sehingga melakukan somasi bahkan menuntut Bali Post secara perdata di Pengadilan Negeri Denpasar. Hubungan antara Gubernur Made Mangku Pastika dan KMB yang pada awalnya baik kemudian menjadi konflik yang serius. Wacana pemberitaan Bali TV yang ikut memperuncing konflik ini menarik diteliti untuk mengetahui agenda subjektif di balik politik penayangan berita dan wacana tanding yang menanggapinya. Data utama penelitian ini berupa wacana pemberitaan Bali TV mengenai kasus Kemoning-Budaga yang berupa dokumentasi dari materi yang pemah ditayangkan. Teori yang dipergunakan adalah teori wacana, agenda setting, jraming, dan semiotika. Keempat teori ini diaplikasikan secara eklektik untuk menganalisis secara kritis proses pembentukan wacana dan wacana tanding dalam kasus Kemoning-Budaga. Hasil analisis menunjukkan bahwa wacana liputan kasus bentrok Kemoning-Budaga di Bali TV merupakan perpanjangan dari wacana media cetak Bali Post yang dikelola dengan agenda setting yang jelas untuk kepentingan sosial, politik, dan  ideologi Ajeg Bali KMB. Pada saat yang sama Gubernur Made Mangku Pastika memanfaatkan lembaga kehumasan Pemprov Bali dan media di luar KMB seperti TVR! Bali dan Radar Bali untuk melancarkan wacana tanding. Wacana kasus Kemoning-Budaga menunjukkan contoh nyata bagaimana media massa mengabaikan objektitivitas untuk kepentingan-kepentingan kekuasaan. (pps.unud/IT)

Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) tahun anggaran 2015 gelombang tiga dibuka lagi

Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) tahun anggaran 2015 gelombang tiga dibuka bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan dengan catatan sebagai berikut:

  1. Periode Pendaftaran dimulai sejak tanggal 18 Agustus s.d. 11 September 2015.
  2. BPPDN Dosen dibuka bagi Dosen Tetap (PTN dan PTS) dilingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN)
  3. BPPDN Dosen Spesialis dibuka bagi Bagi Dosen yang berlatar belakang pendidikan Ilmu Kedokteran
  4. BPPDN Tenaga Kependidikan dibuka bagi Tenaga Kependidikan yang berstatus sebagai pegawai tetap PTN di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, PNS kantor Kopertis, dan PNS kantor Pusat Ditjen Pendidikan Tinggi, serta tenaga kependidikan finalis akademisi berprestasi tingkat nasional
  5. BPPDN Program Doktor dibuka untuk angkatan sudah berjalan (On-Going) angkatan tahun 2013 dan 2014 dan angkatan baru tahun 2015.
  6. BPPDN Program Doktor dibuka untuk angkatan sudah berjalan (On-Going) angkatan tahun 2014 dan angkatan baru tahun 2015.
  7. Bagi pelamar BPPDN yang telah melamar pada gelombang 1 dan/atau gelombang 2 tetapi BELUM DIUSULKAN oleh Pascasarjana WAJIB mendaftar di gelombang 3 agar dapat diusulkan oleh Pascasarjana.
  8. Bagi Pelamar di PPs Unud agar menyerahkan bukti pendaftaran online BPP-DN ke Sekretariat PPs Unud (IT).

Ni Nyoman Sarmi: ” KHAZANAH LEKSIKON LINGKUNGAN ALAM DALAM DINAMIKA GUYUB TUTUR BAHASA USING: KAJIAN EKOLINGUISTIK “

Jumat, 14  Agustus 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Dra. Ni Nyoman Sarmi, M.Hum, dari Program Doktor Linguistik dengan disertasinya yang berjudul KHAZANAH LEKSIKON LINGKUNGAN ALAM DALAM DINAMIKA GUYUB TUTUR BAHASA USING: KAJIAN EKOLINGUISTIK “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa  Bahasa Using (BU) merupakan salah satu bahasa daerah (BD) kecil di Nusantara ini yang dipakai oleh penduduk asli Kubupaten Banyuwangi. Dari 24 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, terdapat 13 kecamatan tempat ditemukan kantong-kantong guyub tutur bahasa Using (GTBU). Kehidupan mereka tergantung pada lingkungan alam dan lingkungan fisik tempat tinggal mereka, yang tidak hanya berupa hubungan ketergantungan mereka terhadap lingkungannya, tetapi juga turut menciptakan corak dan bentuk lingkungannya. Karena lingkungan mereka memiliki curah hujan yang cukup tinggi dan kayu akan sumber air, mereka terbentuk menjadi masyarakat bermatapencaharian sebagai petani yang masih menjaga kelestarian lingkungan alam di sekeliling mereka. Kondisi geografis ini juga membuat jenis flora dan fauna yang hidup dan tumbuh di wilayah tersebut sangat beragam sehingga membuat BU sangat kaya dengan leksikon-leksikon lingkungan alam yang mengacu pada entitas-entitas flora dan fauna tersebut, seperti leksikon-leksikon flora, di antaranya tentang padi, kelapa, dan pisang, serta leksikon-leksikon fauna, di antaranya tentang burung, reptil, dan ular. Karena globalisasi budaya dan bahasa, khususnya pengaruh budaya luar dan pengaruh bahasa-bahasa internasional dan dominasi bahasa nasional Indonesia, serta perubahan lingkungan alam, bertahanan budaya (culture maintenance) dan .kebertahanan bahasa (language maintenance), terutama yang berkaitan dengan sikap bahasa (language attitude) mereka sedang diuji Kontak sosial dengan etnis lain (diantaranya dengan etnis Jawa, Madura, Bali, dan Bandar), menyebabkan munculnya penggunaan bahasa lain sebagai bahasa pengantar dalam berkomunikasi GTBU. Fenomena ini dibuktikan melalui perbandingan hasil penelitian yang dilakukan oleh Herusantosa (1987) dan Subyatiningsih (1999) Perbandingan kedua hasil penelitian mengindikasikan bahwa fungsi kultural dan natural yang diemban BU yang tercermin pada pemakaian bahasa (language in use) dalam berbagai ranah dan ragam fungsionalnya semakin berkurang. Perlu diingat bahwa penurunan fungsi BU dalam ranah-ranah keluarga. transaksi, keagamaan, seni, tradisi, dan budaya yang secara kuantitatif itu terjadi selama 12 tahun (1987-1999). Diasumsikan bahwa setelah berlalu 12 tahun pula, 1999-2013, atau kurang lebih 14 tahun, penyusutan fungsi BU dalam ranah-ranah tersebut tetap akan terjadi pula. Penyusutan pemakaian BU diawali pula oleh ketidakterpakaian leksikon-leksikon BU dalam setiap konteks pemakaiannya, di samping karena tidak adanya pewarisan bahasa sebagai wahana, sistem kode, dan sistem simbol verbal kepada generasi berikutnya baik melalui jalur pendidikan (formal, informal) maupun non- pendidikan. Karena fenomena di atas, karakteristik BU berubah sehingga ditengarai ada sejumlah leksikon lingkungan alam yang bertahan, bergeser, dan hampir punah.

Kajian terhadap BU sudah sangat banyak dilakukan, seperti tentang linguistik makro, khususnya sosiolinguistik, di antaranya oleh Herusantosa (1987), Subyatiningsih (1999)kusnudi (2002), Sariono (2002), dan Sariono (2007) dan linguistik mikro, di antaranya oleh Prijangga (1957), Tim peneliti FKSS lKIP Malang (1979), dan Herusantosa (1987), serta tentang budaya dan sastra, di antaranya oleh Sudjarwadi (1995), Marwoto (1999), dan Arps (1990-1992).

Terkait dengan objek kajian, penelitian ini merupakan penelitian baru. Selama ini belum pemah ada penelitian terhadap BU tentang leksikon (khususnya leksikon yang herkategori nomina dan verba dengan menggunakan kajian ckolinguistik sehingga hasil penelitian dapat bermanfaat untuk kepentingan beberapa pihak. Oleh karena itu, kajian tentang khazanah leksikon lingkungan alam BU dalam dinamika guyub tuturnya difokuskan pada empat permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut.

  1. Bagaimanakah bentuk-bentuk lingual keberagaman leksikon lingkungan alam BU?

    IMG_2651

    Promosi Doktor Dra. Ni Nyoman Sarmi, M.Hum, dari Program Linguistik

  2. Bagaimanakah gambaran keberagaman (diversity) leksikon lingkungan alam BU yang mewadahi pengetahuan GTBU?
  3. Bagaimanakah dinamika pemahaman dan penggunaan leksikon lingkungan alam antargenerasi GTBU?
  4. Faktor-faktor apakah yang menyebabkan dinamika pemahaman dan penggunaan leksikon lingkungan alam antargenerasi GTBU? (pps.unud/IT)

I Dewa Putu Oka Suardi: ” STRATEGI KOMUNIKASI PROGRAM PEMBANGUNAN PERTANIAN KASUS PROGRAM SIMANTRI DI PROVINSI BALI “

Kamis, 13  Agustus 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Ir. I Dewa Putu Oka Suardi, M.Si, dari Program Doktor Ilmu Pertanian dengan disertasinya yang berjudul STRATEGI KOMUNIKASI PROGRAM PEMBANGUNAN PERTANIAN KASUS PROGRAM SIMANTRI DI PROVINSI BALI . Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A.

IMG_2569

Prof. Dr. Ir. I Nyoman Supartha, MS,MM menyerahkan penghargaan kepada Promovendus Ir. I Dewa Putu Oka Suardi, Msi sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa  Perkembangan pelaksanaan Program Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) di Provinsi Bali sejak Tahun 2009 sampai dengan Tahun 2013, menunjukkan bahwa: ternak sapi maupun kambing telah berkembang 72,78%; instalasi bio gas yang masih berfungsi 46,54%; instalasi bio urine yang masih berfungsi 56,09% dan pengolahan pupuk yang masih berproduksi sebanyak 53,37% (DISTAN, 2014).

Di samping itu, ada 63 kelompok Simantri bantuan program Tahun 2009 sampai dengan Tahun 2011 diidentifikasi memiliki kinerja belum optimal. Ke-63 kelompok tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota, masing-masing: 21 kelompok di Buleleng; empat kelompok di Jembrana; empat kelompok di Tabanan; dua kelompok di Badung; satu kelompok di Denpasar; dua kelompok di Gianyar; 13 kelompok di Bangli; enam kelompok di Klungkung; dan 10 kelompok di Karangasem (DISTAN, 2014).

Kondisi tersebut mengindikasikan ada kesenjangan antara tujuan yang ingin dicapai dan kenyataan pelaksanaan program di lapang. Tampak bahwa perilaku petani anggota kelompok Simantri belum menujukkan dukungan yang positif terhadap pelaksanaan program tersebut. Diduga salah satu penyebabnya adalah proses komunikasi Program Simantri antara pendamping dan anggota kelompok kurang efektif, sehingga pengetahuan, sikap, dan undakan anggota kelompok dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan program kurang sesuai dengan prosedur kerja yang ditetapkan. Benang merah permasalahan Program Simantri tampak berpangkal dari karakteristik program, penghibahan kepada kelompok tani, pelaksanaan program di lapang, dan berujung pada capaian program. Masalah yang ditelaah dalam penelitian disertasi ini difokuskan pada aspek komunikasi yang meliputi:

  1. Bagaimanakah proses komunikasi Program Simantri?
  2. Bagaimanakah tingkat keberhasilan Program Simantri?
  3. Bagaimanakah model strategi komunikasi yang relevan untuk Program Simantri?
  4. Bagaimanakah hubungan strategi komunikasi dengan
  5. keberhasilan Program Simantri?

Tujuan penelitian yakni sebagai berikut.

  1. Menganalisis proses komunikasi Program Simantri.
  2. Menganalisis keberhasilan Program Simantri.
  3. Merancang model strategi komunikasi Program Simantri.
  4. Menganalisis hubungan strategi komunikasi dengan keberhasilan Program Simantri. (pps.unud/IT)

Perpanjangan Beasiswa Program DoktorAngkatan tahun 2011 (semester 8)

Merujuk surat kami nomor 234/E4.4/2014, tanggal 6 November 2014, perihal perpanjangan studi program Doktor angkatan tahun 2011, dengan ini diberitahukan bahwa Direktorat Jenderal Sumber Daya lptek dan Dikti kembali membuka perpanjangan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN) bagi mahasiswa Program Doktor sebagaimana dimaksud dalam surat tersebut di atas untuk tahap ke-2 (semester 8), dengan persyaratan dan ketentuan sebagai berikut:

  1. Masih aktif studi dan melakukan penelitian;
  2. Telah lulus seminar/ujian proposal penelitian disertasi; 3. Telah melakukan publikasi karya ilmiah minimaldalam bentuk prosiding seminar;
  3. Sudah selesai menulis sebagian disertasi yang diketahui oleh promotor utama (setidaknya sudah menyelesaikan tiga bab pertama, yaitu Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, dan Metodologi Penelitian);
  4. Persyaratan sebagaimana dimaksud pada diktum 2, 3, dan 4 yang ditandatangani promotor dan kaprodi agar diunggah pada laman http://studi.dikti.go.id mulai 10 s.d. 27 Agustus 2015;
  5. Penetapan status oleh pascasarjana dalam laman http://studi.dikti.go.id paling lambat 30 Agustus 2015;

Kami mohon agar dosen penerima BPPDN tahun 2011 sebagaimana dimaksud di atas, segera menghubungi program/sekolah pascasarjana yang bersangkutan untuk mendapatkan username dan password yangakan digunakan untuk login ke dalam laman http://studi.dikti.go.id.

1315. Perpanjangan beasiswa program doktor angkatan 2011 tahap ke 2 (semester 8)

Yolanda Holle: ” MODAL SOSIAL SUKU MARIND DALAM PENGEMBANGAN PADI SAWAH DI KABUPATEN MERAUKE PROVINSI PAPUA “

Rabu, 12  Agustus 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ir. Yolanda Holle, Msi, dari Program Doktor Ilmu Pertanian dengan disertasinya yang berjudul MODAL SOSIAL SUKU MARIND DALAM PENGEMBANGAN PADI SAWAH DI KABUPATEN MERAUKE PROVINSI PAPUA . Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

IMG_2466

Prof. Dr. Ir. Wayan Windia, SU menyerahkan penghargaan kepada Promovenda Ir. Yolanda Holle, Msi sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa  Fokus pengembangan masyarakat ditekankan pada upaya pemenuhan kebutuhan oleh, dari, dan untuk masyarakat sendiri. Hal ini berarti, peran serta masyarakat untuk terlibat langsung menyumbangkan sumberdaya yang dimilikinya sangat dibutuhkan. Sumberdaya sosial tercipta melalui hubungan sosial yang harmonis, tingkah laku herdasarkan norma yang kuat, kepercayaan dan interaksi sosial. Sumberdaya sosial tersebut adalah modal sosial (Badaruddin 2006).

Pada saat ini, beberapa individu Suku Marind telah bercocok tanam padi sawah. Padi sawah merupakan inovasi bagi Suku Marind dan diperkirakan sejak tahun 1914. Padi sawah diperkenalkan oleh migran Jawa yang datang ke Kabupaten Merauke. Suku Marind dalam bercocok tanam padi sawah telah melakukan hubungan sosial dengan berbagai fasilitator baik dalam maupun luar komunitas Suku Marind. Ilubungan sosial tersebut diharapkan dapat berlangsung timbal balik, saling rasa percaya, dan terikat Dalam suatu jaringan sosial yang kuat untuk mencapai pengembangan padi sawah. Kuatnya hubungan sosial sangat berkaitan dengan modal sosial yang dimanfaatkan dalam hubungan tersebut, sehingga memungkinkan individu yang berinteraksi akan menciptakan nilai-nilai baru (Coleman,1988). Di samping itu, modal sosial berupa kearifan lokal pada kebudayaan di tanah Papua merupakan akar rumput yang perlu diidentifikasi dan dikaji untuk menggerakkan pembangunan di tanah Papua (Mansoben, 2010).

Bertitik tolak dari modal sosial sebagai kekuatan yang dapat menciptakan hubungan sosial yang kuat diantara Suku Marind dan fasilitator, serta kekuatan utama yang dalam masyarakat untuk mengerakkan pembangunan maka dipertanyakan modal sosial apa yang dimiliki Suku Marind dan apakah modal sosial Suku Marind dapat dipergunakan dalam pengembangan padi sawah bagi Suku Marind. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian sebagai berikut.

  1. Mendiskripsikan modal sosial Suku Marind dalam  hubungan sosial dengan fasilitator sumber informasi bercocok tanam padi sawah.
  2. Menganalisis pengaruh komponen modal sosial Suku Marind terhadap pengetahuan, sikap, tindakan Suku Marind dalam bercocok tanam padi sawah, dan pengembangan padi sawah.
  3. Menyusun model pengembangan padi sawah bagi Suku Marind. (pps.unud/IT)

Ni Luh Putu Indiani: ” MODEL KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DALAM MENJELASKAN RESERVASI AKTUAL ONLINE PADA INDUSTRI HOTEL BERBINTANG DI BALI “

Selasa, 11  Agustus 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ni Luh Putu Indiani, S.E., M.M, dari Program Doktor Manajemen dengan disertasinya yang berjudul MODEL KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DALAM MENJELASKAN RESERVASI AKTUAL ONLINE PADA INDUSTRI HOTEL BERBINTANG DI BALI  ”. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

IMG_2369

Promovenda foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa  Terdapat dua isu yang menjadi latar belakang penelitian ini. Pertama, fenomena bisnis dan empiris menggambarkan bahwa niat pembelian online tidak serta merta mendorong pembelian aktual. Temuan tersebut kontradiktif dengan Theory of Plenned Behavior (TPB). Mengisi celah tersebut, penelitian ini mengembangkan model integrasi TPB, perceived risk theory, dan trust, untuk memperkaya PB dalam menjelaskan keputusan pembelian online. Isu yang kedua, belum terdapat penelitian yang menganalisis keputusan pembelian online mempergunakan pendekatan integratif yang merujuk pada Consumer Decision Model (CDM). Penelitian ini mengembangkan model integratif menyertakan variabel kualitas website, online consumer review (OCR), dan online visibility, untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif atas keputusan pembelian online.

Sampel adalah wisatawan yang terlibat dalam kegiatan reservasi hotel secara online pada periode satu bulan terakhir. Teknik pengambilan sampel mempergunakan metode purposive judgment sampling. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial mempergunakan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reservasi aktual dominan dipengaruhi oleh persepsi risiko, trust, dan diikuti oleh niat reservasi online. Hal ini menunjukkan bahwa perceived risk theory lebih relevan menjelaskan perilaku pembelian di lingkungan yang sarat risiko. Online visibility, kualitas website, dan OCR berpengaruh signifikan terhadap niat reservasi online, dan pengaruh tersebut dimediasi secara sempurna oleh persepsi risiko.

Hasil penelitian memberikan kontribusi secara teoritis melalui pengembangan model integratif berbasis CDM untuk memperkaya TPB dalam menjelaskan perilaku pembelian di lingkungan: online, dan pengembangan indikator kualitas website yang belum pemah dianalisis sebelumnya yaitu ketentuan pemesanan dan konsistensi harga. Secara praktis, praktisi perhotelan dapat meningkatkan reservasi aktual melalui mekanisme penurunan persepsi risiko terutama finansial, dengan meningkatkan kualitas website terutama pada keamanan dan kenyamanan bertransaksi, dan mendorong penyebaran OCR positif mengenai hotel. (pps.unud/IT)