Pimpinan Program Pascasarjana

Tari Cakrawartin dan Padus Pascasarjana

Kuliah Perdana

Pengabdian Kepada Masyarakat

Lokakarya Pascasarjana Unud

I Gusti Ngurah Seramasara : ” REKONSTRUKSI WAYANG ORANG DARMA KERTI DUSUN BATU PANDANG : SEBUAH PERGULATAN IDENTITAS DI MATARAM LOMBOK “

IMG_0190

Promovendus foto bersama Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji serta Rektor ISI setelah sidang selesai

Rabu, 22 Juni 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Drs. I Gusti Ngurah Seramasara, M.Hum dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul REKONSTRUKSI WAYANG ORANG DARMA KERTI DUSUN BATU PANDANG : SEBUAH PERGULATAN IDENTITAS DI MATARAM LOMBOK “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A.

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Wayang Orang merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang tokoh-tokohnya diperankan oleh manusia. Wayang orang sebagai seni pertunjukan khas Sasak menggunakan Serat Menak sebagai sumber cerita, yang saat ini mengalami keterpinggiran, bahkan hampir punah. Untuk itu seniman dan budayawan Sasak yang difasilitasi oleh UPTD Taman Budaya Mataram, Lombok, berupaya menyelamatkan wayang orang itu dengan melakukan rekonstruksi. Salah satu wayang orang yang direkonstruksi adalah Wayang Orang Darma Kerti Dusun Batu Pandang. Rekonstruksi wayang orang itu yang dilakukan ditengah-tengah pergulatan identitas Sasak di Mataram, Lombok, merupakan permasalahan dan tantangan bagi semua pihak mengingat bahwa Mataram Lombok merupakan masyarakat multietnis dan multireligius.

Tujuan penelitian mr adalah untuk memahami permasalahan rekonstruksi Wayang Orang Darma Kerti, dalam pergulatan identitas di Mataram Lombok. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) latar belakang dilakukannya rekonstruksi terhadap Wayang Orang Darma Kerti Dusun Batu Pandang, (2) bagimana proses rekonstruksi itu dilakukan, dan(3) implikasi rekonstruksi wayang orang itu. Lokasi Penelitian ini adalah di Mataram, Lombok, dan pengumpulan data digunakan metode kualitatif dengan kaidah- kaidah ilmiah berdasarkan paradigma kajian budaya. Untuk menganalisis temuan data sesuai dengan permasalahan di atas, digunakan teori dekonstruksi, multikultural, dan hegemoni. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan .Pertama, ada keinginan untuk melestarikan wayang orang sebagai identitas lokal sehingga ada ideologi religius yang bersumber pada nilai agama Islam dan nilai wetu telu melatar belakangi rekonstruksi

itu. Kedua, rekonstruksi itu dilakukan melalui tahapan observasi, inventarisasi, dan klasifikasi sehingga diputuskan untuk merekonstruksi Wayang Orang Darma Kerti Dusun Batu Pandang, Lombok Timur dengan menggunakan penari para dalang yang ada di Mataram dan Lombok Barat. Implementasi tahapan ini adalah mengumpulkan dalang, menyusun lakon, mengadakan latihan, dan terakhir’ melakukan pementasan. Ketiga, rekonstruksi itu berimplikasi pada religi, estetika dan terwujudnya identitas Sasak. Dalam rekonstruksi itu terjadi pula adaptasi antara agama dan budaya sebagai implementasi adatluwirgama, yang dilestarikan, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat. (pps.unud/IT)

Gusti Ketut Alit Suputra : ” PENGGUNAAN BAHASA GUYUB TUTUR MASYARAKAT BALI DI PARIGI SULAWESI TENGAH “

IMG_0098

Promovendus foto bersama Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Jumat, 17 Juni 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Drs. Gusti Ketut Alit Suputra, M.Hum dari Program Doktor Linguistik dengan disertasinya yang berjudul PENGGUNAAN BAHASA GUYUB TUTUR MASYARAKAT BALI DI PARIGI SULAWESI TENGAH. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa terdapat empat masalah utama yang menjadi kajian penelitian, yaitu: (1) pilihan bahasa guyub tutur masyarakat Bali di Parigi dilihat dari segi ranah penggunaannya, (2) macam, fungsi, dan makna alih kode penggunaan bahasa guyub tutur masyarakat Bali di Parigi, (3) faktor-faktor penyebab guyub tutur masyarakat Bali di Parigi beralih kode ketika interaksi verbal berlangsung, dan (4) wujud campur kode dan interferensi penggunaan bahasa guyub tutur masyarakat Bali di Parigi serta faktor-faktor yang menyebabkannya. Kajian tersebut dibahas berdasarkan suatu pemikiran bahwa guyub tutur masyarakat Bali di Parigi tergolong masyarakat bilingual. Selain itu, daerah transmigrasi merupakan tempat berkumpulnya adat istiadat, budaya, dan bahasa dari berbagai etnis. Hal itu mengakibatkan terjadinya berbagai fenomena kebahasaan, seperti pilihan bahasa, alih kode, campur kode, dan interferensi.

Penelitian ini dilakukan di wilayah transmigran Bali di Kecamatan Parigi dan Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Dari dua kecamatan tersebut diambil tiga desa sebagai sumber data primer, yaitu Desa Mertasari, Desa Sumbersari, dan Desa Nambaru. Sebagai payungnya penelitian ini menggunakan teori sosiolinguistik. Teori tersebut ditunjang dengan teori- teori yang lebih spesifik, seperti teori pilihan bahasa, teori komponen tutur, dan teori akomodasi. Dalam pengumpulan data digunakan metode simak dan cakap. Setelah terkumpul, data dianalisis dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk menganalisis masalah (1) dan metode kualitatif digunakan untuk menganalisis masalah (2), (3), dan (4). Hasil analisis menunjukkan bahwa dilihat dari segi ranah penggunaannya, pilihan bahasa antaretnis didominasi oleh penggunaan bahasa Indonesia, sedangkan pilihan bahasa intraetnis didominasi oleh penggunaan bahasa Bali. Pilihan bahasa lainnya, yaitu adanya perbedaan yang sangat signifikan antara penggunaan bahasa kelompok dewasa dan penggunaan bahasa kelompok remaja. Pada penggunaan bahasa antaretnis kelompok dewasa frekuensi penggunaan bahasa Indonesianya lebih rendah dibandingkan dengan kelompok remaja, sedangkan penggunaan bahasa intraetnis kelompok remaja frekuensi penggunaan bahasa Balinya lebih rendah dibandingkan dengan kelompok dewasa. Selain itu, hasil analisis juga menemukan fenomena kebahasaan, seperti alih kode, campur kode, dan interferensi penggunaan bahasa guyub tutur masyarakat Bali di Parigi, Sulawesi Tengah. (pps.unud/IT)

Tawaran Program Beasiswa PMDSU Batch III

Bersama ini disampaikan bahwa Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti kembali membuka kesempatan kepada perguruan tinggi untuk mengeksplorasi dan merealisasikan peluang mendidik sarjana unggul melalui Program Beasiswa Pendidik Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Adapun surat penawaran dan panduan dapat di download pada link dibawah ini,

  1. Surat Tawaran Program PMDSU Batch III Tahun 2016
  2. Pedoman PMDSU Batch III Tahun 2016

I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi : ” PENGARUH VIRGIN COCONUT OIL DALAM FORMULA WHO DIBANDINGKAN DENGAN MINYAK JAGUNG TERHADAP GLUTATHIONE, MALONDIALDEHYDE, TNF-α DAN PERLEMAKAN HATI SERTA BERAT BADAN TIKUS WISTAR MALNUTRISI BERAT “

Senin, 6 Juni 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda dr. I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi, M.Kes., Sp.A dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul PENGARUH VIRGIN COCONUT OIL DALAM FORMULA WHO DIBANDINGKAN DENGAN MINYAK JAGUNG TERHADAP GLUTATHIONE, MALONDIALDEHYDE, TNF-α DAN PERLEMAKAN HATI SERTA BERAT BADAN TIKUS WISTAR MALNUTRISI BERAT “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Malnutrisi berat (MB) masih merupakan penyebab kematian utama anak-anak di bawah usia lima tahun. Kadar antioksidan kurang, radikal bebas, perlemakan hati, dan sitokin proinflamasi meningkat pada MB, terjadi kondisi hiperkatabolik berkepanjangan. Berat badan (BB) sulit meningkat. Virgin coconut oil mengandung medium chain triglyseride (MCT) dan antioksidan tinggi diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Penelitian pemberian VCO dalam penanganan MB bel um ada.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh VCO dalam penanganan MB, terhadap kandungan glutathione (GSH), malondialdehyde (MDA), tumor necrotizing factor-α (TNF-α), perlemakan hati, dan peningkatan BB. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental, randomized posttest only control group design, membandingkan efek terapi VCO dengan minyak jagung dalam F75 dan F100 untuk penanganan tikus MB. Tikus MB dibagi 2 kelompok secara random, kelompok yang mendapat F75 dan F100 dengan kandungan VCO (Kelompok A) dan kandungan minyak  jagung (Kelompok B). Pengamatan dilakukan setelah pemberian selama 28 hari. Masing-masing kelompok terdiri dari 19 ekor  tikus. Seekor tikus (Kelompok B) mati sebelum akhir penelitian. Analisis dilakukan pada ke-37 tikus yang tersisa. Kadar GSH tidak berbeda bermakna, 1,35 pg/g (SB (0,74) untuk Kelompok A dan 1,27 pg/g (SB 0,48) untuk Kelompok B (p = 0,703). Ekspresi MDA rendah  (<2,9%) lebih banyak pada Kelompok A dibanding Kelompok B (p=0,046). Kadar TNF-a pada Kelompok A (1087,2 pg/g (320,00- 2525,46)) lebih tinggi dari Kelompok B (711,32 pg/g (403,19- 2400,91)) tetapi tidak bermakna secara statistik (p = 0.08). Perlemakan hati pada Kelompok A (13,74 sel dalam lima lapang pandang (SB 1,32)) lebih sedikit daripada Kelompok B (20.74 sel dalam lima lapang pandang (SD 2.01)), bermakna secara statistik (p=0,000). Rerata peningkatan BB kedua kelompok tidak berbeda bermakna, 73,45 g (SB 20,08) untuk Kelompok Adan 68,97 g (SD 11,49) untuk Kelompok B (p = 0.414) Ekspresi MDA rendah lebih banyak dan perlemakan hati lebih sedikit pada kelompok tikus yang mendapatkan VCO dibanding minyak jagung. Perbedaan kadar GSH dan TNF-a. hati serta peningkatan berat badan pada kelompok VCO dan minyak jagung  tidak bermakna secara statistik. Perlemakan hati yang lebih rendah  pada kelompok VCO kemungkinan karena kandungan MCT dari VCO. (pps.unud/IT)

I Nyoman Wande : ” TINGGINYA EKSPRESI mRNA TLR2, KADAR CORONIN- 1A DAN BACTERIAL LOAD PADA JARINGAN PARU MENCIT DIABETES MELITUS YANG DIINFEKSI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS “

Kamis, 2 Juni 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus dr. I Nyoman Wande, SpPK dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul TINGGINYA EKSPRESI mRNA TLR2, KADAR CORONIN-1A DAN BACTERIAL LOAD PADA JARINGAN PARU MENCIT DIABETES MELITUS YANG DIINFEKSI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

IMG_9848

Prof.Dr.dr. Ketut Suastika,Sp.PD.KEMD menyerahkan penghargaan kepada Promovendus dr. I Nyoman Wande, SpPK sebagai tanda lulus ujian terbuka program doktor

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Diabetes melitus (DM) merupakan faktor risiko penting dalam perkembangan tuberkulosis. Frekuensi pasien diabetes dengan tuberkulosis dilaporkan berkisar antara 10-15, dan prevalensi infeksi tuberkulosis ini 2-5 kali lebih tinggi pada pasien diabetes daripada kontrol atau individu yang tidak menderita diabetes melitus. Mekanisme terjadinya peningkatan kerentanan terhadap tuberkulosis pada penderita DM belum sepenuhnya dimengerti. Tuberkulosis meningkat seiring dengan meningkatnya DM dan secara signifikan menyebabkan peningkatan kematian.

Penelitian eksperimen dengan rancangan randomized post test only control group design menggunakan 48 ekor mencit Balb/c yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I (K I) mencit normal, Kelompok 2 (K2) mencit yang diinfeksikan kuman M.tuberculosis, Kelompok 3 (P I) mencit yang hanya menderita diabetes melitus, Kelompok 4 (P2) mencit menderita diabetes melitus yang diinfeksikan kuman M.tuberculosis. Pada minggu ke tiga dan ke lima setelah diinfeksi dilakukan pemeriksaan ekspresi mRNA TLR2, kadar Coronin-1 A, dan bacterial load jaringan paru mencit. Dilakukan analisis statistik dengan One-Way Anova dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc dengan LSD. Uji Spearman dilakukan untuk menilai korelasi antar variabel penelitian. Ekspresi mR A TLR2 jaringan paru mencit minggu ke tiga pada Kelompok K1 (146.17 ± 39,37 fg/µl), K2 (168,08±22,50 fg/µl), P1 (1I93,45±70,48 fg/µl), dan P2 (I79,53±36,29 fg/µl), Ekspresi mRNA TLR2 jaringan paru mencit minggu ke lima pada Kelompok K1 (150,90±40,73 fg /µl). K2 (172, 15±33,89 fg/µl), P1 (199,49±27,78 fg/µl), dan P2 (391,70±146,74 fg/µl). Kadar Coronin-1A jaringan paru mencit minggu ke tiga pada Kelompok K1 (8,80± 1,41 ng/ml), K2 (9,22±1,70 ng ml), P1(9,25±0,89 ng/ml), dan P2 (10,02±1,25 ng/ml). Kadar Coronin-I Ajaringan paru mencit minggu ke lima pada Kelompok KI (8.85 ± 1,41 ng/ml), K2 (9,74±0,38 ng/ml), PI(9,30±0,97 ng.ml). dan P2 (10,77±1,07 ng/ml). Bacterial load jaringan paru mencit minggu ke tiga pada Kelompok K2 (61,49 ±22,39 fg/µl) dan P2 (124,87±35,05 fg/µl), Kadar Bacterial load jaringan paru mencit minggu ke lima pada Kelompok K2 (86,54±32,08 fg/µl) dan P2 (351 ,93± 139,60 fg/µl). Terdapat perbedaan yang bermakna ekspresi mRNA TLR2 antar kelompok penelitian (p<0,001). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna kadar Coronin-1A antar kelompbk penelitian (p=0,112). Ada perbedaan yang bermakna bacterial load jaringan paru antar kelompok penelitian (p<0,001). Ada korelasi positif antara ekspresi mRNA TLR2 dengan bacterial load jaringan paru (r=0,448, p= 0,028), kadar Coronin-1A dengan bacterial load jaringan paru (r=0,388, p= 0,061). Terjadi peningkatan ekspresi mRNA TLR2, kadar Coronin-1A serta bacterial load jaringan paru mencit diabetes melitus yang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. Ada korelasi positif yang bermakna antara ekspresi mRNA TLR2 dengan bacterial load Mycobacterium tuberculosis jaringan paru mencit. (pps.unud/IT)

Putu Ruliati : ” MODIFIKASI KONDISI KERJA BERBASIS ERGO-TRI HITA KARANA MENINGKATKAN KESEHATAN KERJA DAN PRODUKTIVITAS PEKERJA PENGGILINGAN PADI DI DESA JINENGDALEM BULELENG “

Jumat, 27 Mei 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Luh Putu Ruliati, SKM.,M.Kes dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul MODIFIKASI KONDISI KERJA BERBASIS ERGO-TRI HITA KARANA MENINGKATKAN KESEHATAN KERJA DAN PRODUKTIVITAS PEKERJA PENGGILINGAN PADI DI DESA JINENGDALEM BULELENG. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Dalam masyarakat Bali dikenal dengan filosofi Tri Hita Karana (THK.) merupakan suatu konsep hubungan yang harmonis dan sudah ditanamkan dalam suatu kegiatan apapun dan bersifat universal termasuk usaha penggilingan padi. Keberhasilan produksi dan peningkatan kesehatan kerja di penggilingan padi sangat ditentukan oleh kondisi kerja yang aman, nyaman dan sehat. Kondisi kerja yang tidak ergonomis menyebabkan pekerja penggilingan padi di Desa Jinengdalem Buleleng tidak bisa bekerja optimal. Upaya yang dapat dilakukan diantaranya adalah menerapkan intervensi ergonomi dengan menitikberatkan pada ergo THK..

Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan Randomized Pretest and Posttest Control Group Design. Rancangan ini merupakan rancangan paralel dengan jumlah sampel 30 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu Kelompok Kontrol dan Kelompok Perlakuan. Kelompok Kontrol adalah pekerja yang bekerja dengan kondisi kerja lama berjumlah 15 orang dan 15 orang lainnya sebagai Kelompok Perlakuan yaitu pekerja yang bekerja dengan kondisi kerja yang telah diperbaiki secara ergo THK.. Data kinerja pekerja antara kelompok Kontrol dan Kelompok Perlakuan dibandingkan dan dianalisis dengan uji Independent Sampie t test pada taraf signifikan 5% (a.= 0,05).

Data hasil penelitian diperoleh bahwa terjadi peningkatan kesehatan kerja dilihat dari penurunan beban kerja pada Kelompok Perlakuan sebesar 21,43%, penurunan keluhan muskuloskeletal sebesar 35,95%, penurunan ketegangan otot sebesar 66,55%, penurunan kelelahan sebesar 27,31%, peningkatan fungsi paru sebesar 6,7%. Terjadi peningkatan produktivitas kerja sebesar 25,78. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ergo THK memberikan pengaruh terhadap peningkatan kesehatan kerja dan produktifitas.

Disimpulkan bahwa modifikasi kondisi kerja berbasis ergo THK dengan intervensi ergonomi melalui penerapan TTG melalui pendekatan SHIP dapat meningkatkan kesehatan kerja berdasarkan penurunan beban kerja, penurunan keluhan muskuloskeletal, penurunan ketegangan otot, penurunan kelelahan, peningkatan fungsi paru dan terjadi peningkatkan produktivitas kerja. (pps.unud/IT)

Penerimaan Mahasiswa Baru Semester Ganjil Tahap II

Universitas Udayana kembali membuka penerimaan mahasiswa/karyasiswa baru pada program Doktor (S3), Magister (S2)dan Profesi untuk semester Ganjil Tahap II Tahun Akademik 2016/2017.

Ida Ayu Trisnawati : ” Marginalisasi Seni Pertunjukan Gandrung Tradisi Lombok, Nusa Tenggara Barat “

Senin, 16 Mei 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Ida Ayu Trisnawati, SST.,M.Si dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul Marginalisasi Seni Pertunjukan Gandrung Tradisi Lombok, Nusa Tenggara Barat “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Seni pertunjukan Indonesia memiliki ciri istimewa, yaitu sebagai sebuah seni yang sangat lentur dan cair karena I lingkungan masyarakatnya selalu berada dalam kondisi yang terus berubah-ubah pada suatu kurun waktu tertentu, mapan, dan tumbuh sebagai suatu “tradisi”. Perkembangan kehidupan masyarakat telah mengubah aspek seni pertunjukan mengikuti perkembangan zaman. Perubahan juga terjadi pada salah satu seni pertunjukan gandrung tradisi di Desa Dasan Tereng, Kecamatan Narmada, Nusa Tenggara Barat. Perkembangan pemahaman agama dari Islam Sasak we tu telu ke Islam Sasak waktu lima telah memberikan dampak luas bagi perkembangan seni pertunjukan gandrung tradisi yang ada di daerah ini. Untuk memahami yang terjadi dengan gandrung tersebut, maka dirumuskan beberapa tujuan, yaitu untuk mengetahui bentuk marginalisasi seni pertunjukan gandrung tradisi, alasan mengapa seni pertunjukan gandrung tradisi mengalami marginalisasi, serta implikasi dan makna bagi masyarakat di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Agar diperoleh data yang valid maka pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan kajian dokumen yang berhubungan dengan gandrung tradisi. Hasil pengumpulan data selanjutnya dianalisis dengan menggabungkan teori subaltem (Gayatri Chakravorty Spivak), teori praktik sosial (Pierre Bourdieu), dan teori dekonstruksi (Jacques Derrida). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penguatan fundamentalisme agama Islam, dari Islam wetu telu ke Islam waktu lima pada masyarakat Sasak. Penguatan fundamentalisme agama Islam sangat berpengaruh terhadap keberadaan seni pertunjukan gandrung tradisi dan pergulatan politik identitas dalam seni pertunjukan tari gandrung. Secara detail hasil penelitian menunjukkan bentuk marginalisasi seni pertunjukan gandrung tradisi Lombok, Nusa Tenggara Barat terdiri dari memudamya spirit melalui representasi tema dan gerak tari; keterpinggiran aspek busana dan tata rias,dan keterpinggiran aspek musik iringan, tata panggung dan penonton yang menikmati tari gandrung tradisi. Selanjutnya yang melatarbelakangi marginalisasi seni pertunjukan gandrung tradisi ditinjau dari terbatasnya peran pemerintah, adanya penguatan fundamentalisme keagamaan, setting kebudayaan di era globalisasi dan ketidakberdayaan komunitas pendukung tari gandrung tradisi. Implikasi marginalisasi antara lain bergesernya nilai seni pertunjukan gandrung tradisi, terpinggirkannya seni gandrung tradisi dari kesenian budaya Sasak. Dipihak lain makna marginalisasi ditinjau dari aspek makna transformasi kreativitas seni pertunjukan gandrung tradisi; makna solidaritas pendukung seni pertunjukan gandrung tradisi, dan makna pergulatan kekuasaan. (pps.unud/IT)

Ni Putu Sriwidyani : ” TUMOR BUDDING PADA KARSINOMA PAYUDARA: HUBUNGANNYA DENGAN EKSPRESI E-CADHERIN DAN MMP-9 SERTA RISIKO METASTASIS “

Jumat, 13 April 2016. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda dr. Ni Putu Sriwidyani, Sp.PA dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul TUMOR BUDDING PADA KARSINOMA PAYUDARA: HUBUNGANNYA DENGAN EKSPRESI E-CADHERIN DAN MMP-9 SERTA RISIKO METASTASIS. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa Metastasis merupakan penyebab mortalitas utama karsinoma payudara. Salah satu marka prognosis baru diantaranya “tumor budding”, Tumor budding adalah sel kanker tunggal atau dalam kelompok kecil (1-5 sel) pada tepi invasi tumor. Tumor budding ini dianggap sebagai manifestasi dari perubahan epitheltal-mesenchymal transition (EMT) yang merupakan perubahan awal dari kaskade metastasis. Sel yang mengalami peristiwa EMI, pada penelitian in vitro menunjukkan penurunan ekspresi E-cadherin dan peningkatan ekspresi MMP-9.

Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa ekspresi E-cadherin yang rendah dan MMP-9 yang tinggi berhubungan dengan high grade tumor budding, serta high grade tumor budding sebagai faktor risiko metastasis pada karsinoma payudara. Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang dan
kasus-kontrol pada kasus karsinoma payudara dengan metastasis dan . Penelitian dilakukan dengan subyek penelitian 35 pasien karsinoma payudara dan 35 kasus tanpa metastasis. Evaluasi tumor budding dilakukan pada sediaan imunohistokimia sitokeratin dengan pembesaran 400x (0,57mm2) oleh dua observer, Reabilitas interobserver dinilai dengan uji Kappa. Hubungan antara ekspresi E-cadherin dan MMP-9 dengan grade tumor budding dinilai dengan uji chi square. High grade tumor budding sebagai faktor risiko metastasis diuji dengan uji chi square, odd ratio, dan analisis regresi logistik, dengan tingkat kemaknaan p<0,05.

Berdasarkan nilai titik potong pada analisis ROC, subyek penelitian dikelompokkan menjadi kasus dengan high grade tumor budding (≥11 bud) dan low grade tumor buding < 11 bud). Uji reliabilitas interobserver menunjukkan reprodusibilitas yang baik dengan nilai Kappa 0,914. E-cadherin yang rendah tidak terbukti berhubungan dengan high grade tumor budding (p=0,660), sementara MMP-9 yang tinggi terbukti secara signifikan berhubungan dengan high grade tumor budding (p=0,001). High grade tumor budding terbukti secara signifikan sebagai faktor risiko independen metastasis (OR=38,2, 95CI 7,5-193,7, p<0,001). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada karsinoma payudara dengan high grade tumor budding berhubungan dengan ekspresi MMP-9 yang tinggi tetapi tidak dengan ekspresi E-cadherin yang rendah, dan high grade tumor budding merupakan faktor risiko independen metastasis pada karsinoma payudara. (pps.unud/IT)

Pengumuman Hasil Kelulusan Seleksi Mahasiswa Baru Program Profesi dan Pascasarjana Tahun 2016

pengumuman_pasca_2016-2277602585.jpg

1. Pengumuman Jadwal Pembayaran dan Registrasi dapat dilihat [ DISINI ]

2. Daftar Nama Peserta yang dinyatakan Lolos dapat dilihat [ DISINI ]

3. Biaya Pendidikan masing-masing Program Studi dapat dilihat [ DISINI ]

4. Petunjuk Pembayaran SPC di Bank BNI dapat dilihat [ DISINI ]