Tim Task Force ISO Program Pascasarjana Unud

Magister Kajian Pariwisata

Akreditasi Magister Ilmu Hukum

The Summer Class

Seminar Research Prodia

Temu Stakeholder Magister Ilmu Hukum

Temu Stakeholder Magister Ilmu Hukum

PS. Ilmu Lingkungan di Payangan

Kunjungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau di Unud

I Ketut Paramarta: Evolusi Etimon-etimon Proto-Austronesia (PAN) Tentang Lingkungan Dalam Bahasa Bali

Senin, 30 Maret 2015. Program Pascasarjana Universitas Udayana mengadakan sidang terbuka promosi doktor atas nama Promovendus I Ketut Paramarta dari Program Studi Doktor Linguistik. Sidang terbuka ini dipimpin oleh Direktur Pascasarjana Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya promovendus menyatakan, salah satu unsur kebahasaan yang dapat membuktikan adanya hubungan keasalan bahasa-bahasa kerabat adalah keterwarisan etimon (hasil rekonstruksi perangkat kata seasal). Etimon-etimon itu merupakan simbol verbal yang merepresentasikan lingkungan dan pola-pola budaya (ekosistem kebudayaan) purba yang sangat dekat dengan masyarakat Austronesia yang diperkirakan telah berlangsung sejak 6.000 tahun yang lalu (Bellwood, 2000:160). Setelah direnkonstruksi oleh Blust (1969) etimon-etimon tersebut menghasilkan seperangkat etimon-etimon PAN tentang lingkungan, yaitu etimon yang sangat dekat dengan kehidupan manusia, dapat diamati secara langsung, dan mencerminkan lingkungan dan pola budaya (ekosistem kebudayaan) dasar penutur Proto-Austronesia, seperti *babuy ‘babi’, * asu ‘anjing’, *pajey ‘padi’, * waSir ‘air’, * batu ‘batu’, * niur ‘kelapa’, dan *betun ‘jenis bambu berdiameter besar’.

Penelitian tentang evolusi etimon-etimon Proto-Austronesia (PAN) tentang lingkungan dalam BB dilatarbelakangi oleh beberaa hal. Pertama, BB menurut para peneliti LHK (Esser (1974), Dyen (1965), Blust (1982), dan Mbete (1990)) merupakan bahasa yang berasal dari protobahasa Austronesia. Persoalannya adalah bagaimana unsur-unsur bahasa PAN, khususnya etimon-etimon PAN tentang lingkungan yang sanga dekat denga budaya purba penutur Proto-Austronesiaitu, diwariskan dan berevolusi (inovasi) fonologis dan leksikal hingga menjadi beragam kreasi leksikon dalam BB belum pernah diungkap secara mendalam sehingga perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut. Kedua, evolusi etimon-etimon PAN tentang lingkungan (kompleksitas perubahan bentuk, makna, dan fungsi sosiokultural) melalui kreasi kosakata bersinonim dan kreasi kompositum dalam bahasa BB merupakan hal yang sangat penting dikaji dalam rangka mengungkap keterwarisan dan perkembangan unsur-unsur protobahasa dalam lingkungan bahasa yang baru. Ketiga, penelitian lanjutan untuk menelusuri keterwarisan unsur-unsur bahasa asal khususnya etimon-etimon PAN pada setiap bahasa turunan (berskala kecil dengan wilayah sebar yang sangat terbatas) sangat mendesak dilakukan. Kelima, identitas dan keberagaman kekayaan alam dalam wujud keanekaragaman hayati  (biodiversity) yang ada di seluruh dunia sebagian besar terekam oleh bahasa-bahasa lokal pribumi (indigenous language). Oleh karena itu, penelitian terhadap BB khususnya mengenai unsur-unsur bahasa yang mengandung pengetahuan tentang identitas dan keberagaman lingkungan yang berakar pada warisan bahasa dan budaya purba penutur Proto-Austronesia menjadi penting untuk dilakukan. (pps.unud/budi)

Info Beasiswa Dikti 2015

Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) tahun anggaran 2015 gelombang pertama dibuka bagi Dosen Tetap PTN dan PTS dilingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dan telah terdaftar sebagai mahasiswa angkatan sedang berjalan/on-going pada Pascasarjana Penyelenggara BPP-DN periode masuk semester genap tahun akademik 2012/2013 sampai dengan semester genap 2014/2015 bagi program Doktor dan semester genap tahun akademik 2013/2014 sampai dengan semester genap 2014/2015 bagi program Magister yang dibuktikan dengan salinan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Pendaftaran melalui http://beasiswa.dikti.go.id/bppdn/

Bagi calon pelamar yang baru akan mulai studi pada semester gasal 2015/2016 mohon tidak mendaftar pada periode ini karena akan diberikan kesempatan pada periode berikutnya.

Sumber: Dikti

Seminar Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan KKNI

Senin, 23 Maret 2015. Rektor Universitas Udayana (UNUD) yang diwakili oleh Pembantu Rektor II Bapak Prof. Dr. Ir. Ketut Budi Susrusa, MS yang didampingi oleh Direktur Pascasarjana Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K) membuka secara resmi seminar yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana UNUD. Seminar yang bertajuk Implementasi Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan KKNI ini merupakan kelanjutan dari kegiatan lokakarya yang telah dilakukan pada hari Rabu, 19 Maret 2015.

Seminar ini dihadiri oleh seluruh pimpinan di Program Pascasarjana, Ketua dan Sekretaris Program Studi, Tim BPMU, Tim UPM, dan dosen. Dalam seminar ini, dihadirkan sebagai pembicara Dr. Ir. Illah Sailah, MS yang merupakan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Tinggi dan Asisten Direktur I Bidang Akedemik Pascasarjana UNUD Prof. Dr. Made Budiarsa, MA., dan Prof. Dr. Indayati Lanya, MS sebagai moderator. Peserta seminar dengan antusias mengikuti acara ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dari para peserta terkait dengan perubahan kurikulum dan proses pembelajaran pada program magister dan doktor jika PERMENDIKBUD 49/2014 diberlakukan. Pembicara dengan lugas dan tegas menanggapi pertanyaan-pertanyaan sehingga dapat diterima oleh peserta seminar.

Materi seminar:

1. Prof. Dr. Made Budiarsa, MA

2. Dr. Ir. Illah Sailah, MS

Tawaran Beasiswa Tingkat Master Degree (S2) di Masdar Institute Of Science and Technology, Abu Dhabi, UEA

Berdasarkan Faksimi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia Abu Dhabi disampaikan hal sebagai berikut:

Masdar Institute of Science and Technology melalui surat yang disampaikan Dr. Lamya N Fawwaz, Executive Director of Public Affairs menyampaikan tawaran beasiswa kepada 10 (sepuluh) siswa terbaik Indonesia yang berminat mendapatkan beasiswa tingkat master (S2) di Masdar Institute of Science and Technology (MIST) untuk periode fall 2015

Pada tahun 2015, selain delapan program master yang telah terakreditasi pada bidang Science and Engineering dan interdisciplinary PhD program, Masdar Institute menambah program master baru pada bidang Sustainable Critical Infrastructure bersama dengan program yang ditawarkan antara tain yaitu; Engineering system and management, computing and information science, material science and engineering, mechanical engineering, water and environmental engineehng, electrical power engineering, chemical engineering dan lainnya.

Bagi siswa yang memenuhi persyaratan akan memperoleh beasiswa penuh beserta fasilitas penunjang Iainnya dengan persyaratan kelulusan S1 bidang studi relevan dengan program yang ditawarkan, GPA, TOEFL, GRE kompetitif, recommendation letter dll. Informasi lebih lanjut mengenai beasiswa MIST dapat di akses melalui situs MIST: www.masdar.ae ; tel: +971-2-8109333; fax: +971-2-8109901

Aplikasi dapat dikirimkan melalui e-mail KBRI Abu Dhabi: kbriabd@indonesianembassy.ae atau indoemb@emirates.net.ae ditujukan kepada Fungsi Pensosbud KBRI Abu Dhabi dengan melampirkan seluruh persyaratan yang ditentukan.

MIST merupakan lembaga pendidikan di bidang sains dan teknologi merupakan centerpiece, sebuah proyek yang dibangun pemerintah Abu Dhabi untuk mempersiapkan energi alternate. Kampus MIST berlokasi di Masdar City, sebuah kota baru yang menerapkan “zero carbon” pertama di dunia.

MIST bekerjasama dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT), sehingga lulusan MIST akan menerima sertifikat MIT yang menyatakan kesetaraan akademik antara MIST dengan MIT.

Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, mohon bantuan pihak terkait agar program beasiswa ini dapat diteruskan kepada perguruan tinggi di Indonesia untuk menjaring siswa terbaik Indonesia mengikuti proses seleksi penerimaan di Masdar Institute.

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

tawaran-beasiswa-S2-MIST-abu-dhabi

Sumber: http://www.dikti.go.id

Maria Matildis Banda : Tradisi Lisan Sa Ngaza Dalam Ritual Adat dan Ritual Keagamaan Etnik Ngadha di Flores

Etnik Ngadha di Flores memiliki berbagai tradisi lisan. Salah satu tradisi lisan yang terkenal adalah tradisi lisan Sa Ngaza (TLS). TLS berbentuk puisi lisan. TLS diwartakan dalam ritual adat (RA) yang berkaitan dengan idenitas asal usul ebu nusi (leluhur), bhaga (rumah kecil simbol leluhur perempuan) serta nua (kampung). Kenyataan sekarang globalisasi mempertemukan agama dan adat dengan berbagai dinamika. Ada kecenderungan TLS lebih subur hidup dalam ranah agama dibandingkan dalam ranah adat. TLS dalam ritual keagamaan (RKA) misalnya wo’o Sa’o Dewa (pemberkatan Gereja) mengadopsi langsung TLS dalam RA ka sa’o (pemberkatan rumah adat).

Relasi inkulturatif adat dan agama melahirkan pertanyaan problematik dan tujuan yang menarik untuk diteliti yaitu bagaimana hakikat, fungsi, makna, dan pewarisan TLS. Teori yang digunakan adalah teori formula, teori semiotik, dan teori praktik, khusunya praktik modal. Ketiga teori tersebut dimanfaatkan secara ekliktik dengan dukungan teori lainnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan paradigma penelitian kajian budaya.Berdasarkan latar belakang, rumusan masalaha, tujuan, teori, dan metode penelitian dapat disimpulka bahwa Sa Ngaza memiliki pola formula dalam matra yang sama. Formula katagori III (bab penutup). Formula ini mendukung proses transmisi Sa Ngaza sebagai sebuah tradisi lisan sehingga mori Sa Ngaza (pewarta Sa Ngaza) dapat menjaga kontinuitas TLS. Pola Formula ini memudahkan Sa Ngaza hadir dalam RKA. Kategori I dan III mengungkapkan keunikan bunyi vokal Sa Ngaza sebagai “mantel” bahasa yang menentukan makna, memiliki posisi superordinat, dan memegang posisi otoritas. Kondisi ini mengesankan TLS sebagai puisi lisan adalah musik vokal yang ditandai ritme dan nada.

Fungsi estetika, pengesahan pranata dan lembaga kebudayaan, serta sosial ekonomi menjelaskan bahwa teks lisan Sa Ngaza ada jika ada ritual. Ritual ada jika para hierarki kepemimpinan menciptakan ruang untuk menghadirkannya. Hal ini menegaskan bahwa TLS bukan hanya hakikat nilai-nilai sastra lisan, tradisi lisan, dan kebudayaan, tetapi juga modal budaya, modal inkulturasi, dan parrhesia (berkaitan dengan berbicara dan kebenaran) menempatkan TLS dan transmisi kelisanan, komposisi, dan performance ditentukan oleh mori Sa Ngaza tidak terlepas dari  keluarga dan kepemimpinan didalamnya. Pewarisan TLS secara umum dapat dilakukan melalui kelarga dan masyarakat, institusi agama, dan pendidikan.

Temuan penting dalam penelitian ini adalah matra dalam formula Sa Ngaza mendukung transmisi TLS. Berbagai modal yang dimiliki, adalah jalan bagi hierarki kepemimpinan, menentukan keberlanjutan tradisi. Dalam pandangan globalisasi dan posmodernisme, agama ( global) dan adat (lokal) dapat saling berkomunikasi dan dapat pula saling mendominasi. Pendalaman hakikat, fungsi, makna, dan sistem pewarisan yang terencana dapat membangun jembatan komunikasi yang inkulturatif. (pps.unud/bd)

dr. Ni Made Linawati, M.Si.: Bunga Mahkota Duri Merah Meningkatkan Ekspresi NKP46 Sel Natural Killer

Jumat, 13 Maret 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang teruka Promosi Doktor atas nama Promovenda dr. Ni Made Linawati, M.Si dari Program Doktor Ilmu Kedokteran dengan disertasinya yang berjudul ” Ekstrak Ethanol Bunga Mahkota Duti Merah Meningkatkan Ekspresi NKP46 Sel Natural Killer, mRNA IL-22, Sel T CD8, Apoptosis Sel Fagosit Paru Mencit Diifeksi Mycobacterium Tuberculosis“. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa, peningkatan masalah penanganan disertai adanya peningkatan strain Multi Drug Resistant (MDR) dan Extremely Drug Resitant (XDR) Mycobacterium tuberculosis. Pada tuberkulosis keseimbangan imunitas host menentukan hasil  pengobatan. Imunomodulator dari bahan alam diperlukan sebagai terapi adjuvant pada tuberkulosis paru. Imunomodulator diharapkan dapat meningkatkan aktivitas sel. Natural killer, makrofag maupun Sel limfosit T untuk membunuh Mycobacterium tuberculosis. Tujuan penelitian membuktikan potensi ekstrak Mahkota duri (Euphorbia milih) pada efek peningkatan ekspresi NKp46 sel NK, mRNA IL-22, sel T CD8 serta apoptosis sel fagosit terinfeksi Mycobacterium tuberculosis.

Penelitian eksperimen dengan post test only control  group design menggunakan 30 ekor mencit Balb/c yang terdiri  dari 6 kelompok dengan 3 kelompok kontrol dan 3 kelompok  perlakuan. Semua sampel diinfeksikan Mycobacterium  tuberculosis strain H37Rv dosis 60 ul (105 bakteri/mI) secara intranasal. Keesokan harinya, kelompok kontrol (Kl, K2 dan  K3) hanya diberikan INH dosis 0,2 mg/20 grbb/hr sedangkan  kelompok perlakuan (PI, P2 dan P3) diberikan INH dosis 0,2  mg/20 grbb/hari dan ekstrak etanol bunga Mahkota duri warna  merah dosis 10 mg/20 grbb/ hari. Terminasi dilakukan pada hari ke 4 (Kl dan PI), hari ke 8 (K2 dan P2), dan hari ke 15  (K3 dan P3). Organ paru dipersiapkan  untuk deteksi ekspresi  protein NKp46, ekspresi protein CD8, ekspresi relatif mRNA  IL-22 dan indek apoptosis sel fagosit diinfeksi Mycobacterium  tuberculosis.

Hasil penelitian menunjukkan, ekspresi protein CD8,  ekspresi relatif mRNA IL-22 dan indek apoptosis sel fagosit  diinfeksi Mycobacterium tuberculosis berdistribusi normal dan  homogen sehingga bisa dianalisis dengan One Way Anova.  Sedangkan ekspresi protein NKp46 berdistribusi normal tapi  tidak homogen sehingga dianalisis dengan Kruskal-Wallis.  Analisis menunjukkan, ekstrak etanol bunga Mahkota duri  merah meningkatkan ekspresi protein CD8, indek apoptosis sel fagosit terinfeksi Mycobacterium tuberculosis, dan ekspresi  protein NKp46 secara signifikan (p<O,05) sedangkan ekspresi  mRNA IL-22 pada kelompok perlakuan meskipun terekspresi lebih tinggi namun tidak menunjukkan beda nyata dengan  kelompok kontrol (p>O,05). Apoptosis sel fagosit terinfeksi  Mycobacterium tuberculosis memiliki korelasi positif yang  signifikan dengan ekspresi CD8. Sedangkan dengan ekspresi  NKp46 tidak menunjukkan korelasi yang signifikan.

Simpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol bunga  Mahkota duri merah dosis 10 mg/20grbb/hari dapat  meningkatkan ekspresi NKp46, CD8, dan apoptosis sel fagosit  paru mencit diinfeksi Mycobacterium tuberculosis.

Setelah Promovenda mengikuti proses sidang dengan seksama dan dengan mempertimbangkan masa studi serta hasil ujian tertutup sebelumnya, sidang menyatakan Promovenda lulus pendidikan doktor dan berhak memakai gelar Doktor dengan hak dan kewajiban yang melekat pada gelar tersebut. Dengan demikian Promovenda merupakan Doktor yang ke-137 pada Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran dan yang ke-437 pada Program Pascasarjana Universitas Udayana. (pps.unud/budi)

I Ketut Tjukup: Doktor Pertama S3 Ilmu Hukum Unud

Kamis, 12 Maret 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka dalam acara tunggal ujian Promosi Doktor. Kali ini yang diuji atas nama Promovendus I Ketut Tjukup, SH.,MH. Promovendus adalah karyasiswa dari Program Studi Doktor Ilmu Hukum dan merupakan Doktor  pertama di program studi ini sejak didirikan tahun 2012. Perlu diketahui bahwa disertasinya yang berjudul “ Asas Tanggung Jawab Langsung (Strict Liability) Dalam Penegakan Hukum Lingkungan Keperdataan (Studi Gugatan Perwakilan)” ini telah diuji pada ujian tertutup tanggal 23 Januari 2015.

Selama penulisan disertasinya Promovendus diberikan bimbingan, arahan secara terus menerus oleh Prof. Dr. I Made Arya Utama, SH.,M.Hum., Prof. Dr IB. Wyasa Putra, SH.,M.Hum., Dr. I Dewa Gede Palguna, SH., M.Hum selaku Promotor, Ko.Promotor I, Ko. Promotor II. Sidang terbuka ini dipimpin oleh Prof. Dr. Dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K) serta dihadirkan beberapa orang Guru Besar sebagai penyanggah. Turut hadir pula Bapak I Made Mangku Pastika bersama Bapak Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD.

Dalam disertasinya Tjukup menyatakan, pembangunan di  bidang industri telah banyak membawa dampak terjadinya kerusakan dan pencemaran terhadap lingkungan hidup dan menimbulkan kerugian banyak orang atau masyarakat. Berdasarkan pasal 1365 KUH Perdata masyarakat yang mengalami kerugian dapat mengajukan gugatan ganti rugi ke pengadilan dengan kewajiaban membuktikan kesalahan pencemar. Pembagian beban pembuktian yang demikian tidak memberikan rasa keadilan karena dalam pembuktian pencemaran akibat limbah berbahaya beracun (B3) memerlukan biaya sangat tinggi. Disamping biaya sangat tinggi juga kesulitan dalam mengumpulkan alat-alat bukti untuk menjawab hal tersebut diperlukan perangkat aturan hukum yang memadai seperti asa tanggung jawab langsung (strict liability) yang dikenal dalam sistem hukum Anglo Saxon. Menurut asas tanggung jawab langsung korban tidak perlu membuktikan kesalahan pencemar dan pencemar seketika bertanggung jawab secara langsung yang sudah diatur dalam Pasal 88 Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang UUPPLH belum dilengkapi dengan hukum formil sehingga terjadi kekosongan hukum dibidang hukum formil, oleh karena itu hakim wajib melakukan penemuan hukum untuk mengisi kekosongan hukum formil tersebut.

Penelitian ini diklasifikasikan sebagai penelitian hukum normatif dengan menerapkan beberapa jenis pendekatan yaitu, pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, pendekatan filsafat, pendekatan sejarah, pendekatan perbandingan, pendektan kasus termasuk pula pendekatan budaya atas dasar kearifan masyarakat lokal, khususnya budaya masyarakat Bali. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menemukan peikiran filosofis dan teoritis berbasis kearifan lokal tentang hakikat asas tanggung jawab langsungbeserta penemuan hukum oleh hakim mengenai hukum formilnya dalam penegakan Hukum Lingkungan keperdataan melalui upaya gugatan perwakilan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa asas tanggung jawab langsung yang beresensikan tanggung jawab tidak semata-mata atas dasar kesalahan dan/atau kerugian, namun juga memelihara keseimbangan kosmis dengan mewujudkan keadilan, kepastian dan kemanfaatan hukum dalam menyelesaikan kasus-kasus akibat perbuatan manusia yang berdampak besar, luas, dan tidak dapat dihitung akibatnya terhadap keseimbangan kehidupan manusia beserta lingkungan hidupnya sebagaimana dikembangkan dalam Hukum Adat Bali. Sementara itu, Asas “ius curia novit” yang mempraanggapkan hakim sebagai pihak tahu hukum maka dalam hal terjadi kekosongan norma untuk penerapan asas tanggung jawab langsung dalam penegakan Hukum Lingkungan Keperdataan melalui gugatan perwakilan maka hakim berkewajiban menemukan hukumnya dengan tetap terikat pada asas-asas hukum acara yang berlaku umum dan kode etik hakim yang berlaku universal.

Setelah semua proses sidang telah dilalui dan pimpinan sidang membacakan hasil dari seluruh penilaian selama sidang, peserta yang memenuhi ruang auditorium yang sebelumnya dengan seksama menyimak acara tersebut sontak ramai dengan tepuk tangan meriah setelah pimpinan sidang menyatakan bahwa Promovendus lulus dengan predikat Cum Laude. Senyum semeringah terlihat dari wajah doktor baru kita itu. Selamat dan sukses buat Bapak Dr. I Ketut Tjukup, SH.,M.Hum. (pps.unud/budi)

Bakrie Center Foundation sediakan 120 Beasiswa S2 di 11 PTN

Kuta, Bali (9 Maret 2015) Bakrie Center Foundation (BCF) tahun ini kembali menyediakan sebanyak 120 beasiswa untuk mahasiswa pasca sarjana di 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menjadi mitranya. Berbeda dengan program beasiswa pada umumnya, BCF menyediakan program full scholarship yang meliputi biaya kuliah, biaya hidup dan penelitian bagi mahasiswa tahun kedua, yang akan segera menyelesaikan studinya.

“ Target kami tahun ini menyediakan minimal 120 beasiswa. Syukur kalau jumlahnya bisa digandakan oleh perguruan mitra kami. Kami juga terbuka bila ada partner lain yang ingin bergabung. Semakin banyak partner yang terlibat, akan semakin baik. Dengan begitu jumlah penerima beasiswa akan semakin besar,” ujar CEO BCF Imbang J Mangkuto seusai Rapat Kerja (Raker) dengan perguruan tinggi yang menjadi mitra BCF di Bali 8-9 Maret 2015.

BCF adalah lembaga yang didirikan oleh generasi ketiga Bakrie yang dipimpin oleh Anindya N Bakrie. Sejak didirikan tahun 2010 lalu telah memberikan beasiswa kepada 450 mahasiswa S2 dari berbagai disiplin ilmu. Mereka tersebar di 11 PTN di dalam negeri dan dua perguruan tinggi di luar negeri. Di Indonesia BCF bekerjasama dengan ITB, IPB, Univ Gajahmada, Univ Airlangga, Univ Udayana, Univ Hassanudin, Univ Lambung Mangkurat, Univ Sam Ratulangi, Univ Cendrawasih, Universitas Lampung dan Univ Andalas. Sementara di luar negeri bekerjasama dengan RSIS Nanyang Technological University, Singapura dan Stanford University, AS.

BCF juga menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan untuk para alumni penerima beasiswa dan para mahasiswa berprestasi lainnya di kampus. Jumlahnya saat ini sudah mencapai 1.500 orang.

Selain kedua program tersebut BCF juga mendirikan riset center bernama Bakrie Chair for Southeast Asian Studies, bekerjasama dengan Carnegie Endowment for International Peace di Washington, DC.